Peluang Kesepakatan AS-Iran Soal Selat Hormuz Dinilai 50:50 oleh UEA

May 23, 2026 - 14:50
 0  6
Peluang Kesepakatan AS-Iran Soal Selat Hormuz Dinilai 50:50 oleh UEA

Penasihat Diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menilai peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengenai Selat Hormuz saat ini hanya sekitar 50:50. Pernyataan ini disampaikan menyusul situasi yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat ketegangan antara kedua negara, serta kekhawatiran UEA terhadap dampaknya.

Ad
Ad

Ketegangan di Selat Hormuz dan Dampaknya

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran minyak yang sangat vital, menjadi titik transit utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global. Ketegangan yang terus berlangsung di wilayah ini kerap menimbulkan kekhawatiran besar terhadap pasokan energi dunia dan stabilitas ekonomi global. Menanggapi hal ini, Gargash menegaskan pentingnya agar Selat Hormuz kembali menjadi jalur pelayaran internasional yang terbuka dan aman.

"Negosiasi yang hanya bertujuan mencapai gencatan senjata tetapi menanam bibit konflik baru bukanlah hal yang kami inginkan," ujar Gargash seperti dikutip dari Gulf News pada Sabtu (23/5).

Iran dan Peluang Diplomatik yang Hilang

Gargash mengkritik pendekatan Iran dalam negosiasi internasional yang dianggap terlalu percaya diri sehingga sering kehilangan peluang diplomatik strategis. Menurutnya, pejabat Iran sering kali melebih-lebihkan posisi tawar mereka, yang berujung pada kegagalan mencapai kesepakatan penting. "Para pejabat Iran telah kehilangan banyak peluang selama bertahun-tahun karena kecenderungan mereka melebih-lebihkan kartu yang mereka miliki," jelas Gargash, berharap Iran tidak mengulangi kesalahan yang sama kali ini.

Fokus UEA pada Program Nuklir Iran dan Ancaman Militer

Selain isu Selat Hormuz, UEA juga sangat memperhatikan perkembangan program nuklir Iran. Menurut Gargash, program nuklir Iran kini menjadi perhatian utama UEA, berbeda dengan sebelumnya yang hanya menjadi perhatian kedua atau ketiga. Kekhawatiran ini semakin meningkat menyusul konflik yang berlangsung sejak Februari 2026 lalu.

Gargash menuding Iran bersedia menggunakan seluruh persenjataan yang dimilikinya, termasuk senjata yang dianggap sudah pernah digunakan sebelumnya. "Kami melihat Iran mampu menggunakan senjata apa pun yang mereka miliki, dan ini adalah sesuatu yang sudah kami alami," ujarnya.

Serangan Drone dan Rudal ke UEA serta Penutupan Efektif Selat Hormuz

Dalam perang yang dimulai pada 28 Februari lalu, UEA menjadi sasaran sekitar 3.300 serangan drone dan rudal selama 40 hari pertama. Namun, hanya sekitar 4 persen dari serangan tersebut yang berhasil menembus sistem pertahanan udara UEA, yang menunjukkan efektivitas sistem keamanan Abu Dhabi.

Gargash juga mengungkapkan bahwa Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz sejak konflik dimulai, terutama setelah Teheran membentuk badan khusus yang mengelola jalur laut tersebut. Hal ini menambah kekhawatiran atas kebebasan navigasi di kawasan yang sangat strategis ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan UEA tentang peluang kesepakatan AS-Iran yang hanya 50:50 mencerminkan ketidakpastian tinggi dalam diplomasi Timur Tengah saat ini. Ketegangan yang sudah berlangsung lama di kawasan ini bukan hanya soal politik bilateral, namun juga berkaitan dengan stabilitas energi global yang sangat bergantung pada Selat Hormuz. Jika negosiasi gagal, risiko konflik terbuka bisa meningkat, yang akan berdampak luas pada harga minyak dan keamanan jalur perdagangan internasional.

Lebih jauh, kritik terhadap pendekatan Iran yang terlalu percaya diri dalam negosiasi menandakan perlunya strategi diplomasi yang lebih realistis dan pragmatis. UEA, sebagai negara yang sangat terpengaruh oleh dinamika ini, juga menunjukkan pergeseran fokus terhadap ancaman nuklir Iran yang semakin nyata, menandai perubahan signifikan dalam prioritas keamanan regional.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu terus memantau perkembangan negosiasi dan respons kedua negara, terutama langkah-langkah yang diambil untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Informasi terbaru dapat diakses melalui CNN Indonesia dan sumber berita internasional lainnya seperti Reuters.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad