Pemprov Jateng Perketat Pengawasan Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Kurban 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat dan mencegah penyebaran penyakit yang dapat berdampak luas bagi peternak dan masyarakat.
Pengawasan Ketat Menjelang Idul Adha
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, menyatakan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan di tingkat peternak hingga menjelang distribusi hewan kurban ke masyarakat. Pemerintah daerah berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan protokol kesehatan hewan dijalankan dengan baik.
"Kami melakukan pemeriksaan ketat pada hewan kurban, khususnya yang berasal dari daerah rawan PMK, agar tidak menularkan penyakit ini ke wilayah lain," jelas Defrancisco dalam wawancara dengan Kompas TV pada 23 Mei 2026.
Langkah Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku
Beberapa langkah pencegahan yang diterapkan antara lain:
- Pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh sebelum penjualan dan pengiriman.
- Isolasi hewan yang menunjukkan gejala PMK agar tidak menyebarkan penyakit.
- Penerapan sanitasi dan kebersihan di tempat penampungan hewan kurban.
- Pemberian edukasi kepada peternak dan masyarakat mengenai ciri-ciri PMK dan cara pencegahannya.
- Koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemantauan dan pelaporan secara berkala.
Dengan langkah tersebut, Pemprov Jateng berharap dapat menekan angka penularan PMK dan menjaga kualitas hewan kurban yang beredar di masyarakat.
Signifikansi Pengawasan PMK bagi Masyarakat
Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit virus yang sangat menular pada hewan berkuku, seperti sapi, kambing, dan domba. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar karena berdampak pada produksi serta kesehatan hewan ternak. Dengan pengawasan ketat, risiko penularan virus PMK dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat berkurban dengan aman tanpa kekhawatiran hewan yang sakit.
Menurut laporan Kompas TV, pengawasan ini juga menjadi langkah preventif agar kasus PMK yang sempat meningkat di beberapa daerah tidak meluas ke wilayah Jawa Tengah menjelang Idul Adha.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, upaya Pemprov Jawa Tengah memperketat pengawasan PMK pada hewan kurban merupakan langkah strategis yang sangat penting, terutama di tengah momentum Idul Adha yang meningkatkan pergerakan hewan ternak secara signifikan. Pengawasan yang ketat tidak hanya melindungi kesehatan hewan tapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kelayakan hewan kurban.
Sementara itu, potensi penyebaran PMK yang tidak terkendali dapat berdampak luas, mulai dari gangguan pasokan daging, kerugian ekonomi peternak, hingga risiko kesehatan masyarakat secara tidak langsung. Masyarakat juga perlu aktif berpartisipasi dengan melaporkan hewan yang sakit dan memilih hewan kurban dari sumber yang terpercaya.
Kedepannya, Pemprov Jateng harus terus meningkatkan koordinasi lintas sektor dan memperluas edukasi kepada peternak serta masyarakat agar pengawasan ini tidak hanya menjadi agenda sesaat menjelang Idul Adha, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kesehatan hewan di seluruh provinsi. Hal ini juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan PMK.
Untuk informasi terkini dan panduan lengkap mengenai PMK dan hewan kurban, masyarakat dapat mengakses sumber resmi dari pemerintah dan media terpercaya agar selalu mendapatkan update terbaru.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0