IHSG Anjlok ke Level 5.000, Sentuh Titik Terburuk Sejak Krisis COVID-19

May 22, 2026 - 18:00
 0  3
IHSG Anjlok ke Level 5.000, Sentuh Titik Terburuk Sejak Krisis COVID-19

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat pagi, menyentuh level 5.000-an, yang merupakan titik terburuk sejak krisis pasar akibat pandemi COVID-19 melanda dunia pada tahun 2020. Kondisi ini menandakan tekanan signifikan yang sedang berlangsung di pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2026.

Ad
Ad

Pergerakan IHSG pada Jumat, 22 Mei 2026

Berdasarkan data dari RTI, pada pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.047, melemah sebesar 47 poin atau 0,78% dari pembukaan pada level 6.065. Setelah itu, indeks terus menurun hingga menyentuh titik terendah di angka 5.966 sebelum berbalik ke level tertinggi sesi pagi di angka 6.074.

Volume transaksi pada pagi ini mencapai Rp 1,67 triliun dengan sebanyak 3,60 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 178.693 kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 129 saham mengalami penguatan, 418 saham melemah, dan 155 saham stagnan.

Dampak Penurunan IHSG Secara Jangka Pendek dan Panjang

Penurunan IHSG pada perdagangan hari ini tidak hanya terasa secara harian, namun juga secara bulanan dan kuartalan. Berikut adalah gambaran penurunan IHSG sepanjang 2026:

  • Penurunan bulanan sebesar 20,01%
  • Penurunan tiga bulanan mencapai 25,38%
  • Penurunan sepanjang tahun 2026 sebesar 30,07%

Penurunan ini mencerminkan gejolak pasar yang cukup berat dan menunjukkan tekanan ekonomi yang cukup dalam, mirip dengan kondisi pasar saat pandemi COVID-19 melonjak pada awal 2020.

Perbandingan dengan Krisis COVID-19 pada 2020

Untuk memberikan konteks, pada 9 Maret 2020, IHSG juga mengalami penurunan signifikan, dengan penurunan harian sebesar 6,5% hingga mencapai level 5.136. Penurunan tersebut sangat langka dan hanya terjadi dalam kondisi krisis ekonomi yang serius. Kini, dengan IHSG menyentuh level 5.000-an kembali, pasar menghadapi tekanan yang tidak kalah berat.

"Kejadian yang sangat langka IHSG bisa turun begitu dalam, kecuali memang dalam keadaan serius seperti krisis ekonomi," jelas analis pasar saham.

Fenomena ini mengindikasikan adanya ketidakpastian ekonomi global dan domestik yang masih membayangi pasar modal Indonesia, termasuk faktor geopolitik, inflasi, serta kebijakan moneter global yang mempengaruhi sentimen investor.

Faktor Penyebab Penurunan IHSG 2026

Penurunan IHSG ke level terendah dalam enam tahun terakhir ini dipicu oleh beberapa faktor utama, antara lain:

  1. Ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
  2. Kebijakan moneter ketat dari bank sentral utama yang meningkatkan suku bunga dan menekan likuiditas pasar.
  3. Inflasi tinggi yang menekan daya beli konsumen dan membebani kinerja perusahaan.
  4. Sentimen negatif investor terhadap prospek ekonomi dan politik Indonesia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan IHSG ke level 5.000-an bukan hanya sekadar koreksi pasar biasa, melainkan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi yang sedang menghadapi tekanan berat. Penurunan ini bisa berdampak luas, mulai dari menurunnya kepercayaan investor domestik maupun asing, berkurangnya investasi baru, hingga potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Investor harus mewaspadai volatilitas yang tinggi dan melakukan diversifikasi portofolio untuk meminimalkan risiko. Selain itu, pemerintah dan otoritas pasar modal perlu mengambil langkah strategis guna menstabilkan pasar, seperti memperbaiki iklim investasi dan memperkuat sektor riil.

Kedepannya, pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi global dan domestik yang diambil dalam beberapa bulan mendatang. Pasar saham Indonesia harus mampu beradaptasi dengan dinamika global yang terus berubah agar dapat kembali bangkit dari tekanan saat ini.

Untuk informasi lebih lengkap dan data terkini, Anda dapat melihat berita asli di detikFinance serta mengikuti update dari sumber berita terpercaya seperti CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad