4.303 Hewan Ternak di Cianjur Dipastikan Bebas Penyakit Jelang Iduladha 2026
Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah menegaskan bahwa 4.303 ekor hewan ternak di wilayahnya bebas dari penyakit menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada tahun 2026. Hal ini menjadi langkah penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang akan disembelih.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, pihaknya sedang menggencarkan program vaksinasi khusus untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) di seluruh pasar hewan dan kelompok peternak di daerah tersebut.
"Pemeriksaan dan pemberian vaksinasi pada hewan kurban di setiap bandar atau pedagang untuk memastikan hewan kurban terutama sapi terbebas dari PMK dan penyakit hewan lainnya," jelas Ade pada Kamis, 21 Mei 2026, seperti dilaporkan oleh MetroTVNews.
Pengawasan Ketat Jelang Iduladha
Pengawasan kesehatan hewan ternak dilakukan secara intensif sejak awal April 2026, dengan pemeriksaan rutin yang melibatkan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dari utara hingga selatan Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini semakin digencarkan satu minggu terakhir hingga akhir Mei, memperhatikan kondisi hewan yang akan dijadikan kurban.
Selain vaksinasi PMK, DPKHP juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan yang baru masuk ke pasar ternak, terutama yang didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagian besar hewan dalam kondisi sehat, namun ada beberapa yang menunjukkan tanda kelelahan akibat perjalanan sehingga harus menjalani karantina terpisah untuk memastikan tidak ada risiko penularan penyakit.
Pemeriksaan Setelah Penyembelihan
DPKHP juga tidak hanya berhenti pada pemeriksaan sebelum penyembelihan. Setelah hewan disembelih, dilakukan pemeriksaan daging dan jeroan untuk memastikan layak konsumsi dan bebas dari penyakit. Langkah ini penting agar masyarakat yang menyantap daging kurban mendapatkan produk yang sehat dan aman.
"Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap tambahan stok hewan kurban yang baru masuk, dimana sebagian besar dalam kondisi sehat namun ada yang letih setelah dikirim dari luar Cianjur, sehingga diminta dilakukan karantina terpisah," tambah Ade.
Langkah Antisipasi Wabah PMK
Kasus wabah PMK yang pernah terjadi di tahun 2022 menjadi perhatian serius DPKHP Cianjur. Oleh karena itu, pengawasan ketat diterapkan untuk menghindari terulangnya kasus tersebut. Sampai saat ini, belum ditemukan hewan ternak yang terpapar penyakit di wilayah Cianjur, sehingga fokus pengawasan lebih kepada hewan yang berasal dari luar daerah.
- Pemeriksaan intensif sejak April 2026
- Vaksinasi PMK secara menyeluruh pada hewan kurban
- Karantina hewan yang menunjukkan tanda kelelahan atau sakit
- Pemeriksaan daging dan jeroan pasca penyembelihan
- Fokus pengawasan pada hewan impor dari luar daerah
Dengan langkah-langkah tersebut, DPKHP Kabupaten Cianjur berupaya memastikan hewan kurban yang disediakan benar-benar sehat dan aman untuk masyarakat menjelang perayaan Iduladha.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, program vaksinasi dan pemeriksaan hewan ternak yang digencarkan oleh DPKHP Cianjur merupakan langkah krusial untuk menghindari potensi wabah penyakit yang dapat berdampak luas pada kesehatan masyarakat dan perekonomian peternakan lokal. Laju pengawasan yang intensif dan ketat ini bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola risiko kesehatan hewan menjelang momen besar seperti Iduladha.
Terlebih lagi, dengan adanya ancaman penyakit seperti PMK yang pernah melanda di 2022, upaya karantina dan pemeriksaan ketat pada hewan ternak dari luar daerah memperlihatkan kesiapan otoritas setempat dalam menahan penyebaran penyakit. Namun, masyarakat juga perlu tetap waspada dan memilih hewan kurban dari sumber yang terpercaya untuk menghindari kerugian kesehatan.
Ke depan, penting bagi DPKHP untuk terus meningkatkan edukasi kepada peternak dan pedagang tentang pentingnya vaksinasi dan menjaga kesehatan hewan. Pemantauan pasca penyembelihan juga harus dipertahankan demi menjamin kualitas daging kurban yang dikonsumsi. Laporan MetroTVNews menjadi sumber terpercaya untuk perkembangan berita ini.
Langkah-langkah ini bukan hanya soal kesehatan hewan, tetapi juga menjaga kepercayaan publik dan ketahanan pangan di Jawa Barat khususnya Cianjur. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti update informasi resmi dan mendukung program vaksinasi demi keselamatan bersama.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0