Perpusnas dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir

May 21, 2026 - 19:10
 0  4
Perpusnas dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan didukung oleh Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Komisariat Aceh melakukan restorasi 130 naskah kuno Aceh yang terdampak banjir pada akhir November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya dan sejarah Aceh yang sangat berharga.

Ad
Ad

Restorasi Manuskrip Kuno Aceh Pasca Banjir

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, menyampaikan bahwa proses restorasi dilakukan terhadap koleksi manuskrip masyarakat di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terkena dampak banjir tersebut. "Restorasi manuskrip kuno ini kita lakukan terhadap koleksi masyarakat di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terdampak banjir pada akhir November 2025," ujarnya di Banda Aceh, Kamis.

Restorasi ini berlangsung di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada tanggal 19 hingga 23 Mei 2026, dengan melibatkan lima konservator dari Perpusnas pusat yang berpengalaman dalam perawatan manuskrip bersejarah.

Sejarah Upaya Pelestarian Manuskrip Aceh

Menurut Prof Mujiburrahman, upaya penyelamatan naskah kuno di Aceh sebenarnya telah dimulai sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh. Kerja sama antara UIN Ar-Raniry dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Universitas Leipzig Jerman, Pemerintah Aceh, serta lembaga Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh telah menjadi fondasi kuat untuk pelestarian ini.

Selain upaya restorasi dan preservasi, UIN Ar-Raniry menargetkan pembangunan database manuskrip Aceh sebagai pusat kajian naskah kuno Aceh dan Nusantara. "Kampus siap membangun database naskah kuno sebagai pusat kajian manuskrip Aceh dan Nusantara," tambahnya.

Proses Konservasi Manuskrip oleh Perpusnas

Ketua Tim Konservasi Perpustakaan Nasional RI, Imam Supangat, menjelaskan bahwa proses konservasi diawali dengan identifikasi tingkat kerusakan manuskrip. Selanjutnya, manuskrip dipilah berdasarkan metode perbaikan yang sesuai sebelum dilakukan pendataan dan penanganan konservasi.

Beberapa manuskrip mengalami kerusakan akibat kelembapan tinggi yang memicu tumbuhnya jamur dan menyebabkan lembaran naskah saling menempel. Oleh karena itu, manuskrip terlebih dahulu dikeringkan menggunakan ruang pengeringan khusus (chamber). Bagian manuskrip yang berlubang akan diperbaiki dengan tambalan, sementara naskah dengan kadar asam tinggi dinetralkan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Setelah itu, lembaran manuskrip yang terlepas akan dijahit kembali dan dibuatkan sampul serta kotak penyimpanan khusus agar lebih awet. "Setelah seluruh proses restorasi selesai, manuskrip akan diserahkan kembali kepada pemilik koleksi," jelas Imam Supangat.

Nilai Sejarah dan Harapan Pelestarian Berkelanjutan

Prof Mujiburrahman berharap program preservasi naskah kuno di Aceh dapat terus berjalan secara berkelanjutan, mengingat manuskrip Aceh menyimpan nilai sejarah dan peradaban yang sangat tinggi. Manuskrip-manuskrip tersebut tidak hanya penting bagi Aceh, tetapi juga bagi warisan budaya Nusantara secara keseluruhan.

  • Restorasi ini membantu mencegah hilangnya warisan budaya berharga akibat bencana alam.
  • Melibatkan kolaborasi internasional dan nasional untuk pelestarian manuskrip.
  • Pembangunan database sebagai pusat kajian manuskrip Aceh dan Nusantara menjadi terobosan penting.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah bersama antara Perpusnas, UIN Ar-Raniry, dan Manassa ini merupakan contoh nyata sinergi yang sangat dibutuhkan dalam pelestarian budaya di Indonesia, khususnya di daerah rawan bencana seperti Aceh. Kerusakan naskah kuno akibat banjir dan faktor lingkungan lainnya adalah ancaman nyata yang dapat menghapus jejak sejarah penting jika tidak segera diatasi.

Upaya konservasi ini tidak hanya menyelamatkan dokumen fisik, tetapi juga menjaga identitas dan peradaban Aceh yang kaya. Dengan adanya rencana pembangunan database naskah kuno, masa depan studi manuskrip Aceh dan Nusantara semakin cerah karena akses dan penelitian akan menjadi lebih mudah dan terorganisir.

Ke depan, penting bagi pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk terus mendukung pendanaan dan pengembangan teknologi konservasi agar pelestarian naskah kuno dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang bisa memperburuk kondisi fisik manuskrip bersejarah.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi berita asli di Antara News Aceh dan ikuti perkembangan terbaru seputar pelestarian budaya di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad