Menteri Israel Adu Mulut di X Soal Video Penyiksaan Relawan GSF oleh IDF

May 21, 2026 - 13:51
 0  3
Menteri Israel Adu Mulut di X Soal Video Penyiksaan Relawan GSF oleh IDF

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terlibat adu mulut sengit dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar di platform media sosial X terkait video penyiksaan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditangkap oleh pasukan Israel di Jalur Gaza. Pertikaian ini memicu kontroversi besar dan memperlihatkan perpecahan dalam kabinet Israel soal penanganan terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut.

Ad
Ad

Perseteruan Menteri Israel di Media Sosial X

Insiden bermula saat Ben-Gvir mengunggah video yang menunjukkan tentara Israel menjambak dan memaksa relawan GSF berlutut dengan tangan terikat ke belakang. Dalam video itu, Ben-Gvir tampak tertawa dan mengibarkan bendera Israel sambil menyertakan keterangan "Selamat datang di Israel". Unggahan ini langsung menuai kecaman luas, termasuk dari pejabat internasional.

Ben-Gvir kemudian menyindir Menlu Sa'ar lewat cuitan di X pada Rabu (20/5), menyebut Sa'ar terlalu lembek terhadap para relawan yang dianggapnya sebagai "pendukung terorisme". Ia menegaskan tegas bahwa siapa pun yang datang ke wilayah Israel untuk mendukung terorisme dan Hamas akan ditangkap dan tidak akan dibiarkan.

"Ada beberapa pihak di pemerintahan yang masih belum tahu bagaimana harus bersikap terhadap para pendukung terorisme. Menteri Luar Negeri Israel diharapkan memahami bahwa Israel sudah tidak lagi mudah ditaklukkan," tulis Ben-Gvir.

Menlu Israel Kritik Tindakan Ben-Gvir

Menlu Sa'ar merespons dengan keras, mengkritik tindakan Ben-Gvir yang dianggap mencoreng nama baik Israel dan merusak upaya diplomasi yang telah berjalan sukses. Sa'ar menilai video itu memperlihatkan citra negatif yang tidak mencerminkan wajah Israel sebenarnya.

"Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya," kata Sa'ar. "Anda bukanlah wajah Israel."

Reaksi Internasional dan Pemerintah Israel

Video penyiksaan tersebut mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk dari Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang menuntut permintaan maaf resmi dan pembebasan warga Italia yang menjadi relawan GSF. Pemerintah Italia bahkan memanggil duta besar Israel untuk klarifikasi.

Dalam pernyataan resmi di X, Meloni menulis:

"Pemerintah Italia mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan pembebasan segera warga Italia yang ditangkap. Kami juga menuntut permintaan maaf atas perlakuan terhadap para relawan dan atas pengabaian total yang ditunjukkan terhadap permintaan eksplisit kami."

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam cara penanganan Ben-Gvir terhadap para relawan GSF yang dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel. Netanyahu berjanji akan segera mendeportasi para aktivis tersebut.

"Cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis armada tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel. Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin," ujar Netanyahu.

Latar Belakang Global Sumud Flotilla dan Kontroversi Jalur Gaza

Armada Global Sumud Flotilla, yang berangkat dari Turki pekan lalu, berupaya menembus blokade Israel di Jalur Gaza. Lebih dari 50 kapal dan sekitar 430 relawan dari 40 negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Australia, Indonesia, dan lainnya ikut serta dalam pelayaran ini.

Tujuan utama mereka adalah memberikan bantuan kemanusiaan dan menyoroti kondisi di Gaza, yang selama ini mengalami blokade ketat oleh Israel. Namun, upaya ini selalu berakhir dengan konfrontasi karena Israel menganggap aktivitas tersebut sebagai ancaman keamanan dan dukungan terhadap kelompok teroris Hamas.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, perseteruan antara Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menlu Gideon Sa'ar mencerminkan ketegangan internal yang serius dalam pemerintahan Israel mengenai bagaimana menghadapi tekanan internasional dan isu kemanusiaan di Jalur Gaza. Sikap keras Ben-Gvir yang lebih militan dan provokatif berpotensi memperburuk citra Israel di mata dunia, terutama di tengah kritik global terhadap perlakuan terhadap warga sipil dan aktivis kemanusiaan.

Lebih jauh, ketidaksepahaman ini dapat melemahkan posisi diplomatik Israel dan membuka celah bagi negara-negara lain untuk meningkatkan tekanan dan sanksi. Dengan semakin banyaknya negara yang terlibat melalui relawan GSF, konflik ini bukan hanya soal Israel dan Gaza, tapi telah menjadi isu internasional yang menyangkut nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

Ke depan, publik dan pengamat perlu memantau apakah pemerintah Israel dapat menemukan keseimbangan antara keamanan nasional dan penghormatan terhadap norma internasional. Sikap dan kebijakan yang dipilih akan sangat menentukan hubungan Israel dengan komunitas global dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca langsung di CNN Indonesia yang menjadi sumber utama laporan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad