Sekolah Tertua Dunia Ada di Indonesia, Mengalahkan Usia Oxford

May 21, 2026 - 10:50
 0  5
Sekolah Tertua Dunia Ada di Indonesia, Mengalahkan Usia Oxford

Indonesia ternyata memiliki sekolah tertua di dunia, jauh sebelum dikenal sistem pendidikan modern yang kini lazim. Pusat pendidikan bertaraf dunia ini berada di kerajaan Sriwijaya yang berdiri sejak abad ke-7 Masehi, bahkan jauh lebih tua dibandingkan Oxford University yang baru berdiri pada tahun 1096 M.

Ad
Ad

Kerajaan Sriwijaya: Kampus Internasional Abad ke-7

Sriwijaya, kerajaan besar yang terkenal sebagai penguasa jalur perdagangan laut di Asia Tenggara, juga menjadi pusat studi agama Buddha yang diakui dunia. Sejarawan ternama M.D. Poesponegoro dan N. Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno (2010) mencatat bagaimana Sriwijaya menjadi magnet bagi para pelajar dari berbagai negara untuk menimba ilmu.

Banyak pelajar internasional datang ke sana untuk belajar di berbagai sekolah yang tersebar di Sriwijaya. Salah satu tokoh besar dunia yang pernah menjadi alumni sekolah ini adalah I-Tsing, seorang biksu dan penjelajah dari China. Ia tiba di Sriwijaya pada tahun 671 M dan menetap selama enam bulan untuk mempelajari bahasa Sanskerta.

I-Tsing mencatat banyak biksu dari berbagai negara datang ke Sriwijaya untuk belajar, menandakan reputasi akademik yang sangat tinggi.

Kualitas Pendidikan Sriwijaya Setara Nalanda, India

Menurut John Miksic dalam tulisannya Archaeological Evidence for Esoteric Buddhism in Sumatra, 7th to 13th Century (2016), kualitas para pengajar di Sriwijaya sangat menentukan reputasi pendidikan kerajaan ini. Banyak biksu Sriwijaya merupakan lulusan Nalanda, pusat pembelajaran Buddha paling prestisius di India.

Materi ajar yang diajarkan di sekolah-sekolah Buddha Sriwijaya setara dengan Nalanda sehingga banyak biksu memulai pendidikan mereka di Sriwijaya sebelum melanjutkan ke Nalanda. Dengan kata lain, sekolah-sekolah di Sriwijaya berfungsi sebagai kelas persiapan untuk pendidikan Buddha tingkat lanjut.

Selain itu, guru besar Buddha dari Kekaisaran Pala, India, yaitu Atisha Dipamkara, juga merupakan alumni Sriwijaya. Pada tahun 1013, ia datang ke Sumatra dan belajar selama sekitar 13 tahun pada guru ternama Dharmakirti di Swarnadwipa. Setelah itu, ia kembali ke India dan menyebarkan ilmu yang didapat dari Sriwijaya.

Keagungan Sriwijaya dan Akhir Era Pendidikan Nusantara

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya sebagai pusat pendidikan dan perdagangan selama beberapa abad. Namun, pada abad ke-13, kerajaan ini runtuh akibat konflik internal dan serangan dari Kerajaan Majapahit serta Colamanda.

Runtuhnya Sriwijaya menandai berakhirnya era kemahsyuran pusat pendidikan di Nusantara. Meski demikian, warisan intelektual dan pendidikan dari Sriwijaya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah peradaban Asia Tenggara dan dunia.

Fakta Penting tentang Pendidikan Sriwijaya

  • Sriwijaya dikenal sebagai pusat pendidikan Buddha sejak abad ke-7 M.
  • Para pelajar internasional dari berbagai negara belajar di sana, termasuk I-Tsing dari China.
  • Biksu Sriwijaya banyak yang lulusan Nalanda, India.
  • Materi ajar setara dengan Nalanda, menjadikan Sriwijaya sebagai kelas persiapan pendidikan Buddha.
  • Tokoh penting Atisha Dipamkara belajar di Sriwijaya sebelum menyebarkan ajaran Buddha ke India.
  • Kerajaan ini runtuh pada abad ke-13, mengakhiri masa kejayaan pendidikan kuno di Nusantara.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fakta bahwa Indonesia memiliki sekolah tertua di dunia yang telah menjadi pusat pendidikan internasional sejak abad ke-7 menunjukkan betapa majunya peradaban Nusantara jauh sebelum era kolonial dan sistem pendidikan modern muncul. Ini mengubah paradigma umum yang selama ini lebih banyak menempatkan Barat sebagai pelopor pendidikan tinggi.

Keberadaan Sriwijaya sebagai kampus internasional mengindikasikan bahwa Nusantara merupakan pusat intelektual dan budaya yang dihormati dunia. Namun, keruntuhan Sriwijaya juga menjadi pengingat bagaimana konflik internal dan invasi luar dapat menghancurkan warisan besar peradaban.

Ke depan, penting bagi bangsa Indonesia untuk menggali dan mengangkat kembali sejarah pendidikan kuno ini sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan nasional. Mengingat fakta sejarah ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi budaya dan pendidikan internasional.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel asli di CNBC Indonesia dan juga melihat kajian sejarah dari sumber terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad