Netanyahu Ngotot Minta Trump Terus Perangi Iran Meski Ada Perbedaan Sikap

May 21, 2026 - 08:40
 0  3
Netanyahu Ngotot Minta Trump Terus Perangi Iran Meski Ada Perbedaan Sikap

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menunjukkan frustrasi yang mendalam terhadap sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menangani ketegangan dengan Iran. Dalam sebuah percakapan telepon panjang pada Selasa (19/5), Netanyahu secara tegas mendesak Trump untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran, sementara Trump lebih memilih untuk mengutamakan jalur diplomatik sebagai solusi.

Ad
Ad

Perbedaan Pendapat dalam Penanganan Iran

Menurut sumber pejabat AS yang berbicara kepada CNN Indonesia, perbedaan pendapat ini menjadi puncak ketegangan terbaru antara kedua pemimpin tersebut. Ini bukan percakapan pertama dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu (17/5), Trump dan Netanyahu sempat sepakat untuk meluncurkan operasi militer baru ke Iran yang dinamai Operasi Sledgehammer. Namun, hanya 24 jam kemudian Trump membatalkan serangan tersebut atas permintaan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang menginginkan solusi diplomatik.

Sejak saat itu, negara-negara Teluk tersebut intens berkoordinasi dengan mediator dari Gedung Putih dan Pakistan guna merancang kerangka kerja untuk mempercepat pembicaraan diplomatik. Trump sendiri mengatakan kepada wartawan pada Rabu (20/5) pagi:

"Kita berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kita akan mencapai kesepakatan atau kita akan melakukan beberapa hal yang agak buruk. Tapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi."

Frustrasi Netanyahu dan Tekanan Politik Israel

Berbeda dengan Trump, Netanyahu dan jajaran atas pemerintahan Israel merasa pendekatan diplomatik justru memberi keuntungan bagi Iran. Menurut seorang pejabat AS, Netanyahu bahkan secara langsung menyampaikan bahwa menunda serangan adalah sebuah kesalahan fatal. Percakapan telepon antara kedua pemimpin berlangsung selama hampir satu jam dengan suasana yang tegang dan penuh keteguhan dari Netanyahu untuk memaksa Trump melanjutkan serangan militer.

Tekanan dari pemerintah Israel terhadap AS bukan hal baru. Israel selama ini menginginkan kebijakan yang lebih agresif terhadap Iran, terutama terkait program nuklir Iran yang dianggap mengancam keamanan regional. Ketidaksepahaman soal strategi ini kerap menjadi sumber gesekan antara kedua negara.

Diplomasi yang Masih Berjalan di Tengah Ketegangan

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Teheran dan Washington masih terus bertukar pesan melalui perantara Pakistan. Namun, perbedaan isu utama seperti program nuklir dan aset Iran yang dibekukan masih belum terselesaikan. Trump pun memperingatkan bahwa tindakan militer tetap menjadi opsi jika negosiasi gagal.

"Jika kita tidak mendapat jawaban yang tepat, semuanya akan berjalan sangat cepat. Kita semua sudah siap," ujar Trump.

Meski demikian, saat ditanya tentang pengaruh Netanyahu terhadap kebijakan AS, Trump menegaskan bahwa keputusan akhir tetap ada di tangannya:

"Dia akan melakukan apa pun yang saya inginkan."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ketegangan antara Netanyahu dan Trump ini mencerminkan perbedaan fundamental dalam pendekatan geopolitik terhadap Iran yang tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral AS-Israel, tetapi juga pada stabilitas kawasan Timur Tengah secara lebih luas. Netanyahu yang ngotot ingin melanjutkan perang menunjukkan adanya tekanan domestik dan kekhawatiran keamanan yang sangat tinggi dari Israel terhadap ancaman Iran.

Sementara itu, Trump yang memilih jalur diplomasi dan menahan diri dari serangan militer menandai pendekatan pragmatis yang mencoba menghindari konflik terbuka yang bisa meluas. Namun, ketidakpastian soal bagaimana negosiasi akan berakhir menciptakan risiko eskalasi kapan saja, terutama jika Iran merasa didesak atau jika tuntutan utama mereka tidak dipenuhi.

Ke depan, penting untuk memantau dinamika perundingan yang melibatkan negara-negara Teluk sebagai mediator, serta sikap AS yang tetap membuka opsi militer. Ketegangan ini juga mengingatkan kita bahwa konflik Iran-Israel-AS masih menjadi isu krusial yang dapat mempengaruhi keamanan global dan harga energi dunia. Pembaca disarankan terus mengikuti perkembangan terbaru dari sumber berita terpercaya seperti CNN Indonesia dan outlet internasional lain.

  • Netanyahu ingin AS melanjutkan serangan militer ke Iran
  • Trump memilih jalur diplomasi dan menunda serangan atas permintaan negara Teluk
  • Negosiasi dengan Iran sedang berlangsung dengan mediator dari Pakistan dan Gedung Putih
  • Israel merasa frustrasi dengan kebijakan AS yang lebih moderat
  • Ancaman militer tetap menjadi opsi jika diplomasi gagal

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad