IHSG Anjlok 1,11%, Deretan Saham Properti Ini Ikut Tertahan dan Melawan Arus

May 20, 2026 - 16:41
 0  4
IHSG Anjlok 1,11%, Deretan Saham Properti Ini Ikut Tertahan dan Melawan Arus

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu, 20 Mei 2026, kembali mengalami penurunan signifikan, tercatat melemah 1,11 persen atau sekitar 70 poin ke posisi 6.299 hingga pukul 15.22 WIB. Pelemahan IHSG ini membawa dampak langsung pada pergerakan saham-saham properti yang sebagian besar mengalami tekanan harga di pasar.

Ad
Ad

Deretan Saham Properti yang Melemah di Tengah Penurunan IHSG

Saham-saham properti yang mengalami penurunan cukup signifikan di sesi kedua perdagangan antara lain:

  • PT Sentul City Tbk (BKSL) turun 4 poin ke level Rp 83, padahal sesi pertama sempat menyentuh Rp 87.
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melemah 30 poin ke Rp 4.080 dari pembukaan Rp 4.110.
  • PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) turun 5 poin ke posisi Rp 100.
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melemah 5 poin ke Rp 710.
  • PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) turun 4 poin ke Rp 164.
  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) turun 2 poin ke Rp 304 setelah dibuka di Rp 306.

Tekanan yang dirasakan saham-saham tersebut mencerminkan sentimen negatif yang membayangi sektor properti hari ini, seiring dengan pelemahan pasar secara umum.

Saham Properti yang Masih Tampil Positif Meski IHSG Turun

Meski mayoritas saham properti terdampak negatif, terdapat beberapa emiten yang justru mampu melawan arus dan mencatatkan kenaikan harga, antara lain:

  • PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) naik tipis 2 poin atau 1,32% ke Rp 153.
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 10 poin atau 1,53% ke posisi Rp 665.
  • PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) menguat 1 poin atau 0,94% ke Rp 107.
  • PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) melonjak 6 poin atau 5,22% ke Rp 121.

Kinerja saham-saham ini menunjukkan adanya seleksi pasar dalam sektor properti, di mana beberapa perusahaan masih mendapat minat beli investor meski kondisi pasar sedang lesu.

Faktor Pemicu Pelemahan IHSG dan Dampaknya ke Saham Properti

Pelemahan IHSG hari ini tidak lepas dari sentimen kebijakan baru yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Dalam pidatonya di rapat paripurna DPR RI, Prabowo mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) yang bertujuan mengatur ekspor SDA agar berdampak positif pada kesejahteraan rakyat.

"Hari ini pemerintah RI yang saya pimpin menerbitkan PP tentang tata kelola ekspor sumber daya alam. Penertiban ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam kita," ujar Prabowo di Senayan, Jakarta.

Pengumuman ini memicu ketidakpastian pasar sehingga IHSG yang sempat menguat lebih dari 1% ke posisi 6.459,55 pada pagi hari berbalik arah turun hingga 2,25% ke 6.227,41 pada pukul 11.19 WIB, sebelum akhirnya ditutup di posisi 6.299.

Ketidakpastian kebijakan ini turut menarik saham-saham properti ikut terkoreksi, mengingat sektor properti sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan makro.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelemahan IHSG yang signifikan di hari ini dan koreksi pada saham properti merupakan indikator pasar yang sedang berhati-hati menyikapi kebijakan ekspor SDA yang baru. Kebijakan ini bisa berdampak jangka panjang terhadap likuiditas dan daya beli masyarakat, terutama jika harga komoditas dan bahan pokok mengalami fluktuasi. Hal ini berpotensi menekan permintaan properti yang selama ini menjadi salah satu sektor andalan dalam perekonomian Indonesia.

Investor perlu memperhatikan dinamika kebijakan pemerintah serta respons pasar terhadap langkah-langkah pengendalian ekspor SDA. Saham-saham properti yang tetap bertahan bahkan naik menunjukkan adanya sentimen positif terhadap perusahaan dengan fundamental kuat atau proyek yang sedang berjalan baik.

Ke depan, pergerakan IHSG dan saham properti akan sangat bergantung pada bagaimana implementasi PP ekspor SDA dan dampaknya terhadap inflasi serta daya beli masyarakat. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan berita resmi serta laporan keuangan emiten agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.

Untuk informasi lengkap dan update terbaru, simak terus berita pasar modal dan kebijakan pemerintah terkait di detikProperti dan sumber terpercaya lainnya seperti CNN Indonesia Ekonomi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad