Thailand Pangkas Bebas Visa Jadi 30 Hari Akibat Penyalahgunaan Turis Bandel

May 20, 2026 - 14:30
 0  5
Thailand Pangkas Bebas Visa Jadi 30 Hari Akibat Penyalahgunaan Turis Bandel

Pemerintah Thailand resmi memangkas durasi bebas visa bagi wisatawan asing dari 60 hari menjadi 30 hari. Kebijakan ini diumumkan pada Rabu, 20 Mei 2026, sebagai upaya menanggapi penyalahgunaan izin tinggal oleh sejumlah wisatawan yang memanfaatkan kebijakan visa sebelumnya untuk tinggal lebih lama dan melakukan aktivitas ilegal.

Ad
Ad

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia dan Bangkok Post, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, menyatakan bahwa aturan baru akan mengembalikan skema imigrasi seperti sebelum kebijakan bebas visa 60 hari diterapkan pada Juli 2024.

Alasan Pengurangan Bebas Visa Thailand

Kebijakan bebas visa 60 hari sebelumnya diberlakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19, yang memungkinkan wisatawan asing menikmati kunjungan lebih lama tanpa proses visa yang rumit. Namun, dalam pelaksanaannya, pemerintah Thailand menemukan berbagai dampak negatif, seperti:

  • Wisatawan yang tinggal melebihi batas waktu izin tinggal
  • Aktivitas bisnis ilegal oleh warga asing
  • Potensi meningkatnya aktivitas kriminal yang melibatkan turis

Atas kondisi tersebut, pemerintah memutuskan untuk memperketat aturan dengan memangkas masa bebas visa menjadi 30 hari untuk seluruh 93 negara yang sebelumnya mendapat fasilitas bebas visa selama 60 hari.

Status Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia dan Negara Lain

Meski ada pengurangan durasi bebas visa, wisatawan Indonesia tetap mendapatkan fasilitas bebas visa selama 30 hari saat berkunjung ke Thailand. Kebijakan ini juga berlaku bagi beberapa negara lain seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Australia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

Selain itu, Thailand menerapkan skema bebas visa selama 15 hari untuk beberapa negara tertentu serta menyederhanakan sistem visa on arrival. Namun, jumlah negara yang berhak mendapatkan visa on arrival dipangkas drastis dari 31 negara menjadi hanya empat, yaitu Azerbaijan, Belarus, Serbia, dan India.

Beberapa negara juga masih menikmati pengaturan khusus melalui perjanjian bilateral, seperti:

  • China, Rusia, Vietnam, dan Laos: bebas visa 30 hari
  • Korea Selatan, Argentina, Brasil, Chile, dan Peru: bebas visa 90 hari

Penurunan Jumlah Wisatawan Asing ke Thailand

Pemerintah Thailand mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan asing ke negara tersebut masih mengalami penurunan. Per 17 Mei 2026, kedatangan wisatawan asing tercatat sebanyak 12,9 juta orang, turun 3,3% dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, total wisatawan asing menurun 7% menjadi 33 juta orang.

Dewan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand memperkirakan jumlah wisatawan akan kembali turun menjadi 32 juta tahun ini. Kondisi ini menjadi latar belakang penting yang memengaruhi kebijakan visa baru, yang mempertimbangkan aspek keamanan, asas timbal balik antarnegara, serta dampak ekonomi ke depan.

Implementasi dan Masa Berlaku Aturan Baru

Direktur Jenderal Departemen Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri Thailand, Mungkorn Pratoomkaew, menyatakan bahwa aturan baru tersebut akan mulai berlaku 15 hari setelah diumumkan secara resmi dalam Royal Gazette atau lembar negara Thailand.

Wisatawan yang sudah berada di Thailand sebelum aturan baru ini berlaku tetap bisa tinggal sesuai dengan izin visa yang telah diberikan hingga masa berlaku habis. Namun, bagi yang akan melakukan perjalanan ke Thailand setelah pengumuman, maka aturan bebas visa 30 hari menjadi standar baru.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengurangan kebijakan bebas visa dari 60 hari menjadi 30 hari oleh Thailand merupakan langkah yang tegas dan strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di bidang pariwisata sekaligus menekan potensi penyalahgunaan izin tinggal.

Langkah ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara tujuan wisata global dalam menyeimbangkan antara promosi pariwisata dengan pengawasan imigrasi yang ketat. Meski demikian, kebijakan ini berpotensi memengaruhi daya tarik wisatawan yang ingin tinggal lama, terutama pebisnis atau wisatawan yang melakukan kunjungan berkepanjangan.

Untuk Indonesia, keputusan ini relatif menguntungkan karena fasilitas bebas visa 30 hari masih dipertahankan, yang tentu mendorong mobilitas wisatawan dan hubungan bilateral antarnegara. Namun, pemerintah dan pelaku industri pariwisata harus terus memantau perkembangan kebijakan ini dan merespons dinamika yang terjadi agar tidak kehilangan momentum pemulihan pariwisata regional.

Ke depan, penting untuk mengawasi bagaimana Thailand menjalankan aturan baru ini dan dampaknya terhadap tren wisatawan asing, termasuk apakah akan ada penyesuaian kebijakan lebih lanjut jika terjadi perubahan kondisi global dan regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad