Optimalisasi DHE SDA Jadi Kunci Perkuat Kurs Rupiah, Dorongan Puteri Komarudin

May 19, 2026 - 11:19
 0  4
Optimalisasi DHE SDA Jadi Kunci Perkuat Kurs Rupiah, Dorongan Puteri Komarudin

Jakarta – Menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.666 per dolar AS, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, mengusulkan agar Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan instrumen Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sebagai salah satu strategi utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Ad
Ad

Pernyataan ini disampaikan Puteri dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR-RI bersama Bank Indonesia yang digelar pada Senin, 18 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan bahwa DHE SDA merupakan solusi kebijakan yang potensial untuk menguatkan nilai tukar rupiah, terutama dengan memaksimalkan peran devisa hasil ekspor dalam menambah pasokan valuta asing di Indonesia.

Peran DHE SDA dalam Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Puteri Komarudin menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mendorong para eksportir agar lebih tertarik untuk memarkirkan dana hasil ekspor sumber daya alam di Indonesia. Namun, ia juga mengakui bahwa pendalaman pasar keuangan nasional masih terbatas, sehingga belum semua produk keuangan yang dibutuhkan eksportir tersedia di pasar domestik.

"Yang menjadi perhatian adalah bagaimana kita bisa mengoptimalisasi devisa hasil ekspor supaya bisa membantu stabilitas supply dari valuta asing yang ada di Indonesia," ujar Puteri.

Untuk mengatasi hal ini, ia mengusulkan agar BI berkoordinasi secara erat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta lembaga terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat bauran kebijakan ekonomi yang mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Insentif Likuiditas dan Peran BI

Selain itu, Puteri juga memberikan perhatian pada kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dikeluarkan BI, yang pada 2025 mencapai Rp388,1 triliun. Ia menilai angka ini signifikan dan diharapkan mampu mempercepat intermediasi perbankan serta menurunkan biaya kredit di sektor riil.

"Yang perlu menjadi perhatian BI kemudian, adalah bagaimana insentif likuiditas yang sudah sangat besar tadi, bisa menurunkan biaya kredit, sekaligus meningkatkan akses pembiayaan ke masyarakat," tambahnya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut baik dorongan ini dan menegaskan komitmen BI dalam mendukung kebijakan DHE SDA melalui penajaman kebijakan penempatan devisa hasil ekspor tersebut.

"Ini bagus sekali. Namun, karena kebijakan DHE-nya ada di Pemerintah, BI akan mengambil peran untuk mempertajam kebijakan penempatan DHE SDA. Kami pun sudah siapkan instrumen melalui Peraturan Bank Indonesia dan berkoordinasi melalui KSSK," jelas Perry.

Kesepakatan Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dan BI

Dalam kesimpulan rapat kerja tersebut, Komisi XI DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia sepakat untuk memperkuat kebijakan penempatan DHE SDA sebagai salah satu pilar stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, BI juga akan meningkatkan kualitas pengukuran Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam laporan-laporan berikutnya, termasuk aspek penyediaan likuiditas perbankan, terutama untuk UMKM.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, dorongan Puteri Komarudin untuk mengoptimalkan DHE SDA sebagai instrumen stabilisasi nilai tukar rupiah merupakan langkah strategis yang sangat relevan di tengah tekanan inflasi global dan ketidakpastian ekonomi internasional. Pemanfaatan devisa hasil ekspor sumber daya alam tidak hanya akan menambah cadangan devisa, tetapi juga memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan dalam negeri.

Namun, implementasi optimalisasi DHE SDA harus disertai dengan pendalaman pasar keuangan yang lebih signifikan agar produk-produk investasi dan simpanan yang diminati eksportir tersedia secara memadai. Tanpa adanya inovasi produk keuangan dan kemudahan investasi, dana ekspor yang berpotensi besar ini sulit untuk direalisasikan secara optimal di pasar domestik.

Ke depan, kolaborasi erat antara BI, OJK, Kemenkeu, dan pelaku pasar menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini. Perhatian khusus juga diperlukan pada pengaruh kebijakan ini terhadap sektor riil dan UMKM, agar dampak penguatan rupiah dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca laporan asli dari CNN Indonesia dan update kebijakan Bank Indonesia di situs resmi mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad