Embung Jagakarsa dan Pemuda Resmi Dibuka Pramono, Cegah Banjir Jaksel
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan dua embung strategis, yaitu Embung Pemuda 1 dan Embung Jagakarsa, sebagai bagian dari upaya penanggulangan banjir di wilayah Jakarta Selatan. Kedua embung ini merupakan infrastruktur resapan air yang diharapkan dapat menekan risiko banjir secara signifikan.
Peran Embung dalam Mengurangi Risiko Banjir di Jakarta Selatan
Dalam acara peresmian yang berlangsung di Kebayoran Baru, Selasa (19 Mei 2026), Pramono menyampaikan bahwa kedua embung tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi debit air hujan yang berpotensi menyebabkan banjir. "Catchment area embung ini mampu mengurangi debit banjir di lokasi setempat antara 10 sampai 20 persen," jelas Pramono.
Embung Pemuda 1 memiliki cakupan area tangkapan air seluas 374,7 hektare, sedangkan Embung Jagakarsa dapat menampung air dari area yang lebih luas, yakni sekitar 561 hektare. Dengan kapasitas tersebut, kedua embung ini mampu menahan volume air hujan yang besar agar tidak langsung mengalir dan membanjiri permukiman warga sekitar.
Strategi dan Tantangan Pemeliharaan Infrastruktur Resapan
Selain meresmikan, Pramono juga memberikan perhatian khusus pada aspek pemeliharaan embung. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan pengelolaan dan perawatan yang baik agar manfaatnya dapat bertahan lama.
"Jangan kemudian kita bisa membangun tetapi tidak bisa merawat. Salah satu problem kita adalah hal yang berkaitan dengan merawat apa yang kita bangun," tegas Pramono.
Untuk itu, ia meminta jajaran terkait agar melakukan maintenance yang serius dan berkelanjutan, khususnya untuk Embung Jagakarsa dan Srengseng Sawah. Hal ini penting agar fungsi penyerapan air tidak terganggu dan mencegah banjir di kawasan tersebut.
Implikasi dan Harapan Penanggulangan Banjir Jakarta Selatan
Jakarta Selatan selama ini menjadi salah satu wilayah yang rawan banjir terutama saat musim hujan tiba. Dengan adanya embung baru ini, diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang sering mengganggu aktivitas masyarakat dan merusak properti.
Berbagai upaya pemanfaatan lahan untuk infrastruktur resapan air seperti embung, kolam retensi, dan biopori menjadi solusi penting untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi. Peningkatan kapasitas tampung air dan distribusi yang lebih baik akan memperkuat mitigasi bencana di Jakarta Selatan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peresmian Embung Jagakarsa dan Pemuda ini bukan sekadar simbol pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan pergeseran strategi penanganan banjir di Jakarta yang lebih berorientasi pada solusi alami dan berkelanjutan. Penggunaan embung sebagai area tangkapan air hujan yang besar dapat mengurangi beban drainase kota Jakarta yang selama ini kurang memadai.
Namun, tantangan utama yang sering terlupakan adalah pemeliharaan berkelanjutan. Banyak proyek infrastruktur di Jakarta gagal mencapai potensi maksimalnya karena kurangnya perhatian pada perawatan rutin. Oleh karena itu, keberhasilan embung ini sangat tergantung pada komitmen pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi embung.
Ke depan, warga dan pemerintah perlu terus mengawasi perkembangan dan efektivitas embung tersebut. Jika berhasil, model ini bisa menjadi contoh standar untuk wilayah lain yang juga terdampak banjir di ibu kota. Jangan lupa untuk selalu mengikuti update berita terkait mitigasi banjir di Jakarta melalui sumber resmi seperti Metrotvnews.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0