IHSG Longsor 3,54% pada Mei 2026, Ini 10 Saham yang Diborong Asing Diam-Diam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 3,54% pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, menembus level psikologis di angka 6.094,94. Penurunan ini menandai koreksi tajam pasar saham Indonesia, yang berlangsung di tengah transaksi pasar yang sangat aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp18,49 triliun.
Volume perdagangan saham tercatat sebesar 35,77 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,14 juta kali. Meski terlihat aksi jual besar-besaran, terdapat fenomena menarik di mana investor asing secara selektif memborong sejumlah saham tertentu secara diam-diam.
Tekanan Jual Besar-Besaran dan Aksi Asing
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp544,9 miliar secara keseluruhan pada hari tersebut. Rinciannya, net sell asing di pasar reguler mencapai Rp508,1 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp36,8 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meski secara umum asing keluar dari pasar saham domestik, mereka masih melakukan pembelian strategis pada saham-saham tertentu yang dianggap memiliki potensi.
10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar
Mengutip data dari Stockbit via CNBC Indonesia, berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak diborong asing pada perdagangan 21 Mei 2026:
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp203,9 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp173,3 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp87,7 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp62,8 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp60,4 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp54,9 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp39,2 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp34,4 miliar
- PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) - Rp33,9 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp29,3 miliar
Daftar ini didominasi oleh saham-saham di sektor pertambangan dan energi, yang menunjukkan minat asing terhadap sektor-sektor tersebut meskipun pasar secara keseluruhan sedang tertekan.
Pergerakan IHSG Sepanjang Hari
Pergerakan IHSG pada hari Kamis tersebut cukup dinamis. Pada awal sesi, indeks sempat bergerak di zona hijau dan mencapai level tertinggi harian di angka 6.378,81. Namun, tekanan jual yang berlangsung hampir sepanjang hari membuat indeks terus melemah hingga menyentuh titik terendah di 6.080,95, menandai koreksi besar sebesar 223,56 poin dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.318,50.
Faktor Penyebab dan Implikasi
Koreksi tajam IHSG ini mungkin dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal yang memicu kekhawatiran investor. Faktor global seperti ketidakpastian ekonomi dunia, kenaikan suku bunga, dan dinamika geopolitik bisa menjadi pendorong utama aksi jual. Sementara itu, di dalam negeri, sentimen negatif terhadap sektor-sektor tertentu juga berperan dalam menekan pasar.
Meski demikian, aksi beli asing pada saham-saham tertentu menunjukkan adanya keyakinan terhadap prospek jangka panjang dari sektor energi dan pertambangan, yang bisa jadi dianggap sebagai safe haven atau peluang investasi di tengah ketidakpastian pasar.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, koreksi tajam IHSG yang mencapai 3,54% ini menandai volatilitas pasar yang sangat tinggi dan menunjukkan bahwa investor masih sangat berhati-hati dalam menghadapi kondisi ekonomi global dan domestik saat ini. Namun, fakta bahwa investor asing secara selektif memborong saham-saham tertentu memberikan sinyal positif bahwa ada nilai yang dianggap menarik di sektor-sektor strategis seperti pertambangan dan energi.
Hal ini bisa menjadi indikator awal bahwa meski pasar sedang mengalami tekanan, beberapa saham masih memiliki potensi untuk bertahan dan bahkan tumbuh di masa depan. Investor lokal pun sebaiknya memperhatikan saham-saham yang sedang diborong asing sebagai peluang investasi yang layak dipertimbangkan.
Kedepannya, penting untuk terus memantau perkembangan ekonomi global, kebijakan pemerintah, dan kinerja sektor-sektor utama agar bisa mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah ketidakpastian yang masih membayangi pasar saham Indonesia.
Untuk informasi terbaru dan analisis mendalam mengenai pergerakan pasar saham, Anda dapat mengunjungi sumber resmi seperti CNBC Indonesia dan platform terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0