Risiko Sembelit Saat Lebaran dan Cara Efektif Mencegahnya Menurut Dokter
Libur Idulfitri yang dinanti-nanti banyak orang tidak jarang terganggu oleh masalah pencernaan, terutama sembelit. Kondisi ini ternyata berkaitan erat dengan tingkat stres yang meningkat menjelang dan selama Lebaran. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Waluyo Dwi Cahyono, Sp.PD-KEMD, FINASIM, mengungkapkan bagaimana stres dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna hingga memicu gangguan seperti sembelit dan diare.
Hubungan Stres dan Gangguan Pencernaan Saat Lebaran
Menurut dr. Waluyo, stres yang meningkat di masa menjelang Idulfitri secara signifikan memengaruhi hormon dalam tubuh, khususnya hormon kortisol. "Kalau seseorang stres, hormon kortisolnya meningkat. Kondisi ini memicu produksi asam lambung yang lebih tinggi sehingga bisa mengiritasi lambung dan memunculkan gangguan pencernaan," jelasnya dalam diskusi Halodoc Talks, Selasa (10/3/2026) di Jakarta.
Tekanan psikologis ini biasanya muncul karena berbagai faktor, seperti persiapan mudik yang padat, tekanan sosial saat berkumpul dengan keluarga, dan perubahan pola aktivitas selama bulan puasa Ramadan. Semua hal tersebut menumpuk dan memicu reaksi tubuh yang berimbas pada sistem pencernaan.
Kenaikan Kasus Sembelit dan Diare Selama Ramadan dan Lebaran
Berdasarkan data dari Indonesia Health Insights Q1 2026 yang dirilis oleh Halodoc, keluhan sembelit mengalami peningkatan sejak minggu pertama Ramadan dan mencapai puncaknya saat periode Lebaran, dengan kenaikan hingga 37%. Selain itu, gangguan pencernaan lain seperti diare juga meningkat sekitar 13% dalam dua minggu setelah Idulfitri.
Data ini menunjukkan bahwa masalah pencernaan menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius selama masa Ramadan dan Lebaran, terutama yang berkaitan dengan perubahan gaya hidup dan pola makan.
Cara Mencegah Sembelit dan Gangguan Pencernaan Saat Lebaran
Untuk menghindari gangguan pencernaan tersebut, dr. Waluyo memberikan beberapa saran penting yang harus diperhatikan masyarakat saat merayakan Lebaran:
- Jaga pola makan seimbang: Konsumsi makanan, cairan, dan udara dalam porsi yang ideal, yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk cairan, dan sepertiga untuk udara agar proses pencernaan tetap optimal.
- Kontrol porsi makan: Meski hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering menggoda, tetap batasi porsinya agar tidak berlebihan yang justru dapat memicu gangguan pencernaan.
- Hindari makan berlebihan: Kelebihan makanan dapat meningkatkan risiko iritasi lambung dan memperparah sembelit.
"Semua makanan boleh dikonsumsi, tetapi harus diukur porsinya. Jangan sampai berlebihan karena itu yang justru memicu gangguan kesehatan," tegas dr. Waluyo.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, masalah sembelit dan gangguan pencernaan saat Lebaran bukan hanya persoalan sederhana yang bisa diabaikan. Kenaikan hormon kortisol akibat stres merupakan pemicu yang sering terlupakan, padahal ini berkontribusi besar pada kesehatan pencernaan masyarakat selama momen penting ini.
Lebaran seharusnya menjadi waktu untuk menikmati kebersamaan dan kegembiraan, bukan menjadi momen yang diwarnai ketidaknyamanan fisik. Oleh sebab itu, pengelolaan stres dan pola makan yang bijak sangat krusial agar semua bisa merayakan hari kemenangan dengan sehat dan nyaman.
Kedepannya, penting bagi pemerintah dan lembaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi terkait kesehatan pencernaan selama Ramadan dan Lebaran, termasuk menyediakan panduan pola makan dan manajemen stres yang mudah diakses masyarakat luas.
Kesimpulan dan Harapan
Masalah sembelit dan gangguan pencernaan saat Lebaran adalah masalah yang nyata dan meningkat setiap tahunnya. Pengelolaan stres dan kontrol porsi makan menjadi kunci utama mencegah gangguan tersebut. Selalu perhatikan asupan makanan dan jangan lupa untuk tetap menjaga kondisi mental agar hormon stres tidak berlebihan.
Simak terus informasi kesehatan terpercaya dan ikuti anjuran dokter agar Lebaran tahun ini bisa dinikmati dengan tubuh sehat, tanpa gangguan pencernaan yang mengganggu kebahagiaan keluarga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0