Adies Kadir Sebut Jadi Hakim MK Paling Nyaman dan Bikin Sehat
Adies Kadir, mantan Wakil Ketua DPR, mengungkapkan bahwa menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) adalah pengalaman paling nyaman dan membuat kesehatannya membaik jika dibandingkan dengan karier politik maupun profesi lain yang pernah ditekuninya.
Adies yang dilantik dan mengucapkan sumpah sebagai hakim MK pada Februari 2026 lalu, menyatakan secara terbuka bahwa rutinitas kerja yang tenang dan teratur di MK memberikan dampak positif bagi kondisi fisiknya. Hal ini ia sampaikan kepada awak media di Gedung MK, Jakarta Pusat, pada Senin (13/4), bertepatan dengan hasil tes laboratorium kesehatannya yang menunjukkan perbaikan signifikan.
Perbedaan Kesehatan Sebelum dan Sesudah Jadi Hakim MK
Adies menceritakan bahwa biasanya hasil pemeriksaan laboratorium medis rutin menunjukkan beberapa tanda masalah kesehatan, namun pada tes terakhirnya, seluruh indikator kesehatan menunjukkan hasil yang sangat baik.
"Biasanya lab [hasil tes medis di laboratorium] saya itu pasti ada bintangnya. Minggu lalu saya kontrol lab keseluruhan bintangnya hilang semua. Alhamdulillah bagus semua saya punya ini," ungkapnya.
Menurut Adies, peningkatan kesehatan ini tidak terlepas dari perubahan gaya hidup dan pola kerja di MK yang lebih santai dan minim tekanan.
Bandingkan Dinamika Karier Sebelumnya dengan Saat Ini
Adies menuturkan bahwa sebelum menjadi hakim konstitusi, ia pernah berprofesi sebagai pengusaha, pengacara, dan politisi yang menuntut mobilitas tinggi serta menghadapi tekanan pekerjaan yang berat.
"Memang, kerasa sekali memang paling tenang, nyaman, di mahkamah konstitusi," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kemerdekaan profesi sebagai hakim membebaskannya dari interupsi tugas dadakan yang kerap mengganggu waktu istirahat dan menguras energi.
"Memang pulang kita masih bawa berkas. Tapi ya kita baca kita pelajarin, jam tidur kita tidur. Tidak ada telepon-telepon, yang memerintahkan harus berangkat tiba-tiba ke sana berangkat ke sini," kata Adies.
Independensi MK Jadi Kunci Ritme Kerja yang Teratur
Adies menegaskan bahwa kemerdekaan lembaga MK merupakan faktor utama terciptanya suasana kerja yang kondusif dan ritme kerja yang teratur. Para hakim bekerja tanpa adanya intervensi atau tekanan dari pihak luar, sehingga mereka bisa fokus dan nyaman dalam menjalankan tugas.
"Jadi memang memerlukan ketenangan dan kenyamanan berada di MK. Kita independen. Tidak ada yang tekan-tekan,"
Hal ini membuat Adies merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari MK, terutama karena suasana kekeluargaan yang ia rasakan sejak pertama kali bergabung.
Suasana Kekeluargaan dan Kepastian Pilihan yang Tepat
Adies menyebutkan kesan hangat dan mengharukan yang dirasakannya saat menghadiri acara pisah sambut hakim di MK. Ia juga memberikan keyakinan kepada rekannya, Liliek Prisbawono Adi, yang baru bergabung sebagai hakim konstitusi, bahwa keputusan mereka bergabung ke MK sudah sangat tepat.
"Dan Pak Liliek, kita ini ndak salah gabung di MK. Ini sudah pilihan yang tepat. Karena kalau kita lihat senior kita, abangda kita Pak Anwar Usman, kelihatannya sedih sekali meninggalkan MK. Berarti nyaman di MK ini Pak. Jadi kita tidak salah, kita di sini di MK kita mendapatkan ketenangan dalam bekerja,"
Adies Kadir resmi menjadi hakim konstitusi setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada 5 Februari 2026. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 9/P Tahun 2026 atas usulan DPR.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pernyataan Adies Kadir ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana perubahan lingkungan kerja dan pola kehidupan dapat berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Dalam konteks karier publik yang penuh tekanan seperti politik, transisi ke posisi hakim konstitusi yang independen dan stabil memberikan ruang untuk keseimbangan hidup yang lebih baik.
Lebih jauh, kenyamanan dan independensi yang ditegaskan Adies menegaskan pentingnya institusi hukum yang bebas dari intervensi politik atau tekanan eksternal demi menjaga kualitas putusan dan integritas hakim. Ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi publik bahwa MK mampu memberikan suasana kerja yang kondusif bagi para hakimnya.
Ke depannya, publik dan pengamat hukum perlu terus mengawasi bagaimana MK mempertahankan independensi dan kenyamanan kerja ini agar tetap terjaga, apalagi di tengah dinamika politik yang kerap menguji institusi negara. Kepuasan dan kesehatan para hakim tentu akan berkontribusi pada kualitas dan kredibilitas putusan MK yang berdampak luas bagi demokrasi dan hukum di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi sumber asli berita ini di CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0