Biaya Perang AS Melawan Iran Capai Rp191 Triliun dalam 6 Hari Pertama

Mar 13, 2026 - 03:30
 0  4
Biaya Perang AS Melawan Iran Capai Rp191 Triliun dalam 6 Hari Pertama

Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa biaya perang melawan Iran selama enam hari pertama telah menembus angka US$11,3 miliar atau sekitar Rp191 triliun. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan pejabat Kementerian Pertahanan AS dengan anggota parlemen di Capitol Hill, Washington, pada Selasa (10/3/2026).

Ad
Ad

Estimasi pengeluaran tersebut hanya mencakup minggu pertama konflik dan belum termasuk biaya tambahan untuk operasional lain seperti pengadaan peralatan baru dan penambahan personel militer sebelum serangan pertama pada 28 Februari 2026. Angka ini pun diprediksi masih akan terus bertambah seiring berlanjutnya perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Rincian Pengeluaran Perang AS vs Iran

Para analis dan media AS sebelumnya memperkirakan pengeluaran militer AS di Timur Tengah berada di angka sekitar US$1 miliar per hari (sekitar Rp16,8 triliun). Namun, data terbaru dari Pentagon menunjukkan bahwa total biaya dalam enam hari sudah jauh melampaui angka tersebut, menandai skala pengeluaran yang sangat besar.

Center for Strategic & International Studies (CSIS) memaparkan bahwa sebagian besar pengeluaran berasal dari penggunaan amunisi dan peralatan militer canggih, antara lain:

  • Rudal Tomahawk yang harganya berkisar US$2 juta hingga US$3 juta per unit (sekitar Rp33-50 miliar)
  • Drone kamikaze, di mana 100 unit bernilai sekitar US$3,5 juta (Rp59 miliar)
  • Bom luncur AGM-154 yang dipakai pada gelombang pertama serangan dengan harga US$578.000 hingga US$836.000 per unit (Rp9-14 miliar)

Penggunaan teknologi militer kelas atas tersebut secara signifikan meningkatkan beban biaya perang AS.

Reaksi Politik dan Dampak Krisis Energi

Perang ini tidak hanya berdampak pada ekonomi dan militer, tetapi juga menimbulkan perpecahan politik di dalam negeri AS. Menurut laporan The New York Times, pemerintahan Presiden Trump menghadapi tekanan internal terkait besarnya biaya perang ini.

Sejumlah anggota Partai Republik, termasuk Senator Mitch McConnell, mendukung kebijakan pengeluaran militer yang lebih besar demi menjaga keamanan nasional. Sebaliknya, sebagian lain dari partai yang sama mengkhawatirkan eskalasi konflik yang dapat memperburuk krisis energi global dan membawa ketidakstabilan lebih jauh.

Sementara itu, Partai Demokrat sejak awal menolak rencana perang ini dengan alasan pengeluaran besar tersebut hanya akan menghambur-hamburkan uang rakyat. Mereka menilai dana pajak seharusnya dialokasikan untuk layanan publik, termasuk perbaikan sistem kesehatan nasional.

Potensi Dampak Jangka Panjang dan Penghitungan Biaya

Parlemen AS memprediksi bahwa pengeluaran perang saat ini akan terus meningkat drastis, mengingat konflik masih berlangsung dan Pentagon terus melakukan akumulasi biaya. Selain pengeluaran langsung, konsekuensi jangka panjang seperti krisis energi, inflasi, dan ketidakpastian geopolitik turut menjadi beban bagi perekonomian global.

Pengeluaran Rp191 triliun dalam enam hari pertama perang ini menjadi alarm bagi pemerintah dan publik untuk melakukan evaluasi ulang strategi militer dan diplomasi AS di kawasan Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengakuan resmi AS atas besarnya biaya perang dalam waktu singkat menunjukkan bahwa konflik ini jauh lebih mahal dan kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya. Pengeluaran miliaran dolar dalam hitungan hari ini bukan hanya soal angka, melainkan juga menimbulkan pertanyaan serius tentang keberlanjutan kebijakan militer AS dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi domestik dan global.

Selain itu, perpecahan politik di dalam negeri AS menandakan adanya ketegangan antara kebutuhan keamanan dan prioritas sosial-ekonomi yang semakin sulit untuk diseimbangkan. Krisis energi global yang sudah memengaruhi banyak negara juga berpotensi memburuk jika perang berkepanjangan terus mengganggu pasokan minyak dan stabilitas geopolitik.

Ke depan, publik dan pemangku kepentingan perlu mengawasi dengan ketat perkembangan perang ini, termasuk evaluasi kebijakan luar negeri AS dan upaya diplomasi alternatif. Perang dengan biaya fantastis ini harus menjadi pelajaran penting agar pendekatan yang lebih berkelanjutan dan damai bisa diutamakan demi kepentingan jangka panjang dunia.

Perkembangan terbaru mengenai konflik ini akan terus kami update untuk Anda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad