Angka Kematian Gagal Jantung Lebih Tinggi dari Kanker, Ini Penjelasan Dokter
Gagal jantung menjadi penyakit yang sering kali diremehkan oleh masyarakat, padahal risiko kematiannya jauh lebih tinggi dibandingkan kanker. Kondisi ini merupakan penyakit kronis yang progresif dan berdampak pada berbagai organ tubuh, sehingga membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Angka Kematian Gagal Jantung Lebih Tinggi dari Kanker
Menurut dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan subspesialis gagal jantung, persepsi masyarakat terhadap gagal jantung masih belum tepat. Dalam Media Session Siloam Cardiac Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Sabtu (25/4/2026), dr. Paskah menegaskan pentingnya kesadaran yang lebih besar terhadap penyakit ini.
“Semua orang takut dengan kanker, tapi kalau lihat berdasarkan data, gagal jantung itu angka kematiannya jauh lebih tinggi daripada kanker pada umumnya,” ujar dr. Paskah.
Hal ini menunjukkan bahwa gagal jantung merupakan ancaman kesehatan yang sangat serius, bahkan lebih mematikan dibandingkan penyakit yang selama ini lebih populer dan mendapat perhatian luas seperti kanker.
Mengapa Gagal Jantung Lebih Mematikan?
Gagal jantung bukan hanya sekadar kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah dengan baik. Penyakit ini sifatnya kronis dan progresif, yang berarti kondisi pasien bisa memburuk seiring waktu dan memengaruhi banyak fungsi organ tubuh lainnya.
Beberapa faktor yang membuat gagal jantung memiliki tingkat kematian yang tinggi antara lain:
- Kerusakan fungsi jantung yang menyebabkan suplai oksigen ke organ vital tidak optimal.
- Komplikasi multi-organ, seperti gangguan ginjal, paru-paru, dan sistem saraf, yang memperburuk kondisi pasien.
- Gejala yang sering tidak disadari atau dianggap remeh oleh pasien, sehingga terlambat mendapatkan pengobatan yang tepat.
- Penanganan yang kompleks dan memerlukan pengawasan ketat, sehingga tidak mudah diatasi tanpa manajemen medis yang baik.
Pentingnya Kesadaran dan Penanganan Dini
Kondisi gagal jantung yang kronis dan progresif menuntut pasien dan keluarga untuk lebih waspada terhadap gejala awal, seperti sesak napas, mudah lelah, dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Penanganan yang tepat dan cepat dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Dokter juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter spesialis jantung agar kondisi gagal jantung dapat dikelola dengan baik. Penggunaan obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan terapi medis lainnya merupakan bagian dari manajemen penyakit ini.
Menurut laporan Kompas Health, kesadaran yang masih minim menyebabkan banyak pasien gagal jantung terlambat mendapatkan penanganan sehingga meningkatkan risiko kematian.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, fakta bahwa angka kematian gagal jantung melebihi kanker merupakan peringatan serius bagi sistem kesehatan nasional dan masyarakat luas. Penyakit ini seringkali tidak mendapat sorotan yang pantas karena tidak sepopuler kanker, padahal dampaknya jauh lebih fatal.
Kurangnya edukasi dan kesadaran menjadi tantangan utama. Banyak orang tidak mengenali gejala awal gagal jantung atau menganggapnya sepele. Ini menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan yang optimal.
Ke depan, pemerintah dan tenaga kesehatan perlu meningkatkan kampanye edukasi tentang penyakit jantung, khususnya gagal jantung, agar masyarakat lebih paham risiko dan pentingnya deteksi dini. Selain itu, pengembangan layanan kesehatan jantung yang mudah diakses juga harus menjadi prioritas.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan angka kematian akibat gagal jantung bisa ditekan dan kualitas hidup pasien meningkat. Untuk informasi lebih lanjut tentang risiko dan penanganan gagal jantung, masyarakat dapat mengakses sumber terpercaya seperti American Heart Association.
Kesadaran dan tindakan preventif adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman penyakit ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0