Khalil Al Hayya Ungkap 6 Agenda Prioritas Hamas Pasca Jadi Pemimpin Baru

Jul 23, 2026 - 14:50
 0  2
Khalil Al Hayya Ungkap 6 Agenda Prioritas Hamas Pasca Jadi Pemimpin Baru

Kepala Biro Politik Hamas yang baru, Khalil Al Hayya, secara resmi mengungkapkan enam agenda utama yang akan menjadi fokus kelompok perlawanan ini setelah resmi menjabat sebagai ketua. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pertamanya yang disiarkan secara langsung melalui televisi pada Rabu (22/7/2026).

Ad
Ad

Penghentian Serangan Israel dan Penarikan Pasukan Zionis

Salah satu agenda utama yang ditegaskan Al Hayya adalah penghentian total serangan militer Israel serta penarikan seluruh pasukan Zionis dari wilayah Palestina. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya menekan Israel agar menghormati dan melaksanakan perjanjian yang telah ada sebagai bagian dari proses perdamaian yang berkelanjutan.

"Kami menyerukan kepada negara-negara mediator untuk menekan Israel agar menerapkan perjanjian yang ada dan melanjutkan fase berikutnya dari proses tersebut," ujar Al Hayya, dikutip dari Middle East Monitor.

Meningkatkan Kondisi Hidup Warga Gaza dan Pembebasan Tahanan

Agenda kedua yang diangkat adalah menciptakan kondisi hidup yang layak bagi warga Palestina di Gaza. Al Hayya menegaskan perlunya menggagalkan rencana penggusuran warga, mempercepat upaya rekonstruksi infrastruktur yang hancur akibat agresi Israel, dan mengamankan pembebasan para tahanan Palestina.

Sejak agresi Israel yang melanda wilayah Palestina, terutama Gaza, banyak fasilitas sipil hancur dan ribuan warga terpaksa tinggal di kamp pengungsian. Data terakhir menunjukkan lebih dari 72.000 warga tewas dan ratusan ribu luka-luka akibat konflik ini.

Mendorong Persatuan Palestina Melalui Dialog Nasional

Prioritas ketiga adalah meningkatkan persatuan nasional Palestina dengan menggelar dialog nasional yang bertujuan membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, khususnya Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Al Hayya menilai persatuan internal sangat penting untuk menghadapi tantangan bersama.

Memperkuat Hubungan dengan Negara Arab dan Muslim

Agenda keempat memuat upaya memperkuat solidaritas dan hubungan Hamas dengan negara-negara Arab serta umat Muslim di dunia. Hal ini dianggap strategis untuk mendapatkan dukungan politik dan bantuan kemanusiaan yang lebih luas.

Memobilisasi Negara Arab dan Muslim untuk Tekanan Efektif

Selanjutnya, Hamas akan memobilisasi negara-negara Arab dan Muslim agar mengambil tindakan efektif serta meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel. Tujuannya adalah menghentikan apa yang disebut Al Hayya sebagai "mesin pembunuh dan genosida" Israel terhadap warga Gaza serta mendukung hak-hak Palestina secara penuh.

Mendesak Komunitas Internasional dan PBB Bertindak

Agenda terakhir adalah mendesak komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk melindungi warga Palestina dan meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilakukan Israel, yang disebut sebagai "penjahat perang" oleh Hamas.

Latar Belakang Kepemimpinan Khalil Al Hayya

Khalil Al Hayya resmi menjadi kepala biro politik Hamas setelah proses pemilihan internal kelompok itu. Pemilihan ini berlangsung setelah wafatnya ketua sebelumnya, Yahya Sinwar, yang tewas dalam bentrok dengan pasukan Israel di Rafah pada Oktober 2024. Sinwar sebelumnya juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Biro Politik setelah kematian Ismail Haniyeh yang dibunuh oleh Israel di Iran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengumuman enam agenda utama oleh Khalil Al Hayya ini menandai babak baru dalam dinamika politik dan konflik Palestina-Israel. Fokus pada penghentian serangan Israel dan penarikan pasukan merupakan sinyal kuat bahwa Hamas ingin memperkuat posisi negosiasi sekaligus memberikan harapan bagi warga Gaza yang menderita akibat perang berkepanjangan.

Namun, agenda ini juga menunjukkan tantangan besar, terutama dalam konteks persatuan Palestina dan dukungan internasional. Langkah-langkah memobilisasi negara-negara Arab dan komunitas internasional bisa menjadi kunci untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel, tetapi hal ini juga berpotensi memperpanjang konflik jika tidak diimbangi dengan upaya dialog yang serius.

Ke depan, publik dan pengamat perlu mengamati bagaimana implementasi agenda ini, terutama terkait rekonstruksi Gaza dan dialog nasional yang direncanakan. Keterlibatan PBB dan komunitas internasional akan sangat menentukan arah perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

Untuk informasi lebih lengkap dan pembaruan terkini, simak terus perkembangan terbaru di CNN Indonesia dan sumber berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad