Wacana Kewarganegaraan Ganda Terbatas: Peluang Pascal Struijk Bela Timnas Indonesia
Wacana kewarganegaraan ganda terbatas kembali mengemuka di Indonesia setelah Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, membuka peluang bagi para talenta yang berpotensi untuk memperoleh status kewarganegaraan ganda. Langkah ini berpotensi membuka jalan bagi pemain sepak bola berdarah Indonesia, seperti Pascal Struijk, untuk membela Timnas Indonesia di kancah internasional.
Revisi UU Kewarganegaraan dan Peluang untuk Talenta Diaspora
Dalam pernyataannya pada Kamis, 23 Juli 2026, Supratman menyatakan bahwa pemerintah kini tengah menunggu Surat Presiden (Supres) untuk membahas revisi undang-undang kewarganegaraan bersama DPR. Revisi ini dirancang untuk memberikan opsi kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi individu-individu yang memiliki keahlian khusus dan dianggap dapat memberikan kontribusi signifikan bagi negara.
"Kalau negara butuh, mungkin dia ahli nuklir, atau jadi tim nasional kita di semua cabang olahraga, atau dia ahli kimia yang dibutuhkan sekali oleh republik ini," ujar Supratman, dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, Supratman menegaskan bahwa tidak semua orang dapat mengajukan kewarganegaraan ganda, melainkan hanya mereka yang diusulkan oleh kementerian atau lembaga negara.
Contoh Negara dengan Kebijakan Kewarganegaraan Ganda Terbatas
Indonesia tidak sendirian dalam menerapkan kebijakan kewarganegaraan ganda terbatas. Berbagai negara lain telah lebih dulu mengadopsi sistem ini untuk memperkuat prestasi nasional, termasuk di bidang olahraga.
- Maroko - Contoh paling terkenal adalah Achraf Hakimi, fullback kanan Paris Saint-Germain yang lahir dan besar di Spanyol namun memilih membela Timnas Maroko tanpa harus melepas kewarganegaraan Spanyol. Strategi ini meningkatkan kualitas tim nasional mereka secara signifikan.
- Thailand dan Filipina di Asia Tenggara juga menerapkan kebijakan serupa. Filipina, misalnya, memiliki sejumlah pemain berdarah diaspora yang berkarier di liga top Eropa, seperti Gerrit Holtmann yang bermain di Liga 2 Jerman.
Pascal Struijk dan Potensi Membela Timnas Indonesia
Pascal Struijk adalah bek yang sedang naik daun dan memiliki darah Indonesia. Saat ini, Struijk berkarier di klub Liga Inggris, Leeds United, dan memiliki potensi besar untuk memperkuat barisan pertahanan Timnas Indonesia jika kebijakan kewarganegaraan ganda terbatas disahkan.
Hal ini semakin relevan menjelang Piala AFF 2026, di mana pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah mendaftarkan 26 pemain untuk persiapan turnamen. Kehadiran Struijk diyakini akan meningkatkan kualitas dan daya saing Garuda di level regional maupun internasional.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, wacana kewarganegaraan ganda terbatas ini merupakan langkah strategis yang dapat mengubah wajah sepak bola Indonesia. Selama ini, keterbatasan regulasi kewarganegaraan menjadi hambatan besar bagi pemain berdarah Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk membela tanah air.
Jika diterapkan secara tepat, kebijakan ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas Timnas Indonesia secara instan, tetapi juga membuka peluang bagi para talenta diaspora untuk mengabdi bagi negara tanpa harus kehilangan hak kewarganegaraan mereka yang lain. Ini juga sejalan dengan tren global di mana negara-negara memanfaatkan potensi diaspora untuk memperkuat tim nasionalnya.
Perlu dicermati pula bahwa proses legislasi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kontroversi atau celah penyalahgunaan. Pemerintah harus menyiapkan mekanisme seleksi yang transparan dan terukur untuk memastikan hanya talenta yang benar-benar dibutuhkan yang mendapatkan kewarganegaraan ganda.
Langkah Selanjutnya dan Harapan untuk Sepak Bola Indonesia
Ke depan, publik dan pencinta sepak bola Indonesia perlu terus mengikuti perkembangan revisi undang-undang ini. Apabila berjalan lancar, kita dapat berharap Pascal Struijk segera resmi memperkuat Timnas Indonesia, bersama talenta-talenta lain yang berpotensi mengangkat prestasi sepak bola nasional ke level yang lebih tinggi.
Selain itu, pelatih John Herdman dan jajarannya harus memaksimalkan peluang ini dengan membangun tim yang solid dan bermental juara demi menghadapi tantangan di Piala AFF 2026 dan kompetisi internasional lainnya.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru seputar wacana kewarganegaraan ganda dan perkembangan Timnas Indonesia, simak terus berita-berita terbaru di Okezone Bola dan media olahraga terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0