BPBD Kota Malang Ungkap Penyebab Banjir di 21 Lokasi Saat Hujan Deras

Mar 14, 2026 - 20:10
 0  6
BPBD Kota Malang Ungkap Penyebab Banjir di 21 Lokasi Saat Hujan Deras

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Jawa Timur, mengungkap penyebab terjadinya banjir di 21 lokasi di wilayah Kota Malang pada Sabtu sore. Fenomena ini terjadi akibat peningkatan debit air secara bersamaan di drainase dan sungai ketika hujan deras mengguyur kota tersebut.

Ad
Ad

Penyebab Utama Banjir: Debit Air Drainase dan Sungai Meningkat

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi memicu naiknya volume air di sistem drainase dan sungai. Kondisi ini menyebabkan air yang seharusnya tertampung menjadi meluap ke jalan dan pemukiman warga.

"Intensitas hujan yang deras memicu meningkatnya debit air di drainase dan sungai di beberapa wilayah hingga terjadi luapan ke jalan maupun pemukiman. Kami mendapati (banjir) di 21 titik," ujar Prayitno.

Sebaran Banjir di Lima Kecamatan Kota Malang

Berdasarkan data dari BPBD Kota Malang, banjir tersebar merata di lima kecamatan utama, yaitu:

  • Blimbing: Banjir terjadi di Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S Parman, Jalan Panji Suroso, kawasan Early Warning System (EWS) Blimbing di Jalan Industri Barat, dan Jalan Kedawung.
  • Sukun: Kawasan EWS Candi dan EWS Bukit Barisan terdampak banjir.
  • Kedungkandang: Terjadi banjir di Jalan Bungur, EWS Sudimoro, Jalan Bunga Coklat, Jalan Cengger Ayam, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Terusan Kendalsari, Jalan Melati, dan Jalan Mawar.
  • Klojen: Banjir menggenangi kawasan EWS Kayutangan, Jalan Galanggung, dan Jalan Veteran depan Malang Town Square (Matos).
  • Lowokwaru: Banjir tersebar di Jalan Danau Kerinci, Jalan Danau Toba, dan Jalan Danau Bratan Raya.

Penanganan dan Respons BPBD Kota Malang

Selain melakukan pemantauan langsung di lapangan, BPBD Kota Malang juga berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait guna mempercepat penanganan banjir di lokasi terdampak. Hujan deras yang terjadi mulai pukul 15.00 WIB dan mereda sekitar pukul 16.20 WIB memicu banjir tersebut.

Prayitno mengungkapkan bahwa dalam waktu kurang lebih 10 menit setelah hujan reda, banjir mulai berangsur surut dan kondisi air sudah mulai menurun pada pukul 16.30 WIB.

"Terpantau sudah mulai surut pukul 16.30 WIB," tambahnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir di 21 lokasi di Kota Malang ini menegaskan pentingnya pengelolaan drainase dan sungai yang lebih optimal di tengah perubahan iklim yang menyebabkan pola hujan semakin ekstrem. Faktor peningkatan debit air secara simultan di drainase dan sungai bukan hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan tantangan pengelolaan tata ruang dan lingkungan perkotaan.

Selain itu, peran Early Warning System (EWS) yang tercatat di sejumlah titik banjir harus dievaluasi agar lebih efektif dalam memberikan peringatan dini kepada warga terdampak. Penanganan banjir yang hanya bersifat reaktif akan terus berulang jika tidak diimbangi dengan upaya mitigasi yang sistematis, seperti peningkatan kapasitas drainase, normalisasi sungai, dan penataan daerah tangkapan air.

Masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama memperkuat kesiapsiagaan menghadapi hujan ekstrem yang bukan lagi kejadian sesaat, melainkan bagian dari perubahan iklim global. Ke depan, koordinasi lintas sektor dan inovasi teknologi menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana banjir di Kota Malang.

Simak terus perkembangan penanganan banjir di Kota Malang melalui update resmi BPBD dan dinas terkait untuk mengetahui langkah-langkah strategis yang diambil dalam mengatasi tantangan banjir yang semakin kompleks.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad