Iran Bakal Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Transaksi Pakai Yuan China

Mar 15, 2026 - 08:50
 0  3
Iran Bakal Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Transaksi Pakai Yuan China

Iran berencana mengizinkan kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz secara terbatas dengan syarat transaksi dilakukan dalam mata uang yuan China. Informasi ini dilaporkan oleh CNN Indonesia yang mengutip sumber pejabat Iran tidak bernama melalui Al Jazeera, meski hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Ad
Ad

Selat Hormuz, Jalur Strategis Perdagangan Minyak Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur air yang sangat strategis, menjadi pintu utama bagi pengiriman minyak mentah dari negara-negara Teluk ke pasar global. Sekitar sepertiga dari total minyak dunia melewati selat ini setiap hari. Oleh karena itu, pengelolaan lalu lintas kapal tanker di kawasan ini sangat krusial bagi kestabilan pasokan energi global dan harga minyak dunia.

Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, meningkat, sehingga muncul ancaman penutupan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dan memicu gejolak harga minyak dunia.

Syarat Transaksi dalam Yuan China, Strategi Baru Iran

Menurut laporan, Iran ingin mengelola lalu lintas kapal tanker dengan syarat transaksi minyak yang melewati Selat Hormuz menggunakan mata uang yuan China. Ini merupakan bagian dari upaya Teheran untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS yang selama ini menjadi mata uang utama dalam perdagangan minyak global.

Langkah ini sejalan dengan tren global di mana beberapa negara yang menghadapi sanksi AS mulai beralih menggunakan mata uang alternatif seperti rubel Rusia atau yuan China untuk perdagangan minyak mereka.

  • Pengurangan dominasi dolar AS: Iran berusaha menekan pengaruh dolar AS dalam perdagangan minyak demi menghindari sanksi dan pembatasan keuangan.
  • Penguatan hubungan dengan China: Penggunaan yuan menunjukkan upaya mempererat hubungan ekonomi dengan China, mitra dagang utama Iran.
  • Manajemen risiko geopolitik: Dengan mengatur jalur perdagangan minyak lewat Selat Hormuz, Iran dapat mengontrol distribusi minyak dan memperkuat posisi tawar dalam konflik regional.

Dampak Konflik dan Harga Minyak Dunia

Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah menyebabkan fluktuasi harga minyak dunia. Penutupan atau gangguan lalu lintas di Selat Hormuz dapat menyebabkan kenaikan harga minyak secara signifikan.

Contohnya, pada 9 Maret 2026, harga minyak Brent sempat menyentuh US$119,50 per barel, tertinggi sejak pertengahan 2022, sebelum turun kembali setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya konflik.

Namun, belakangan ini harga minyak acuan Brent kembali naik tajam hingga US$100,52 per barel, setelah Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif Iran untuk mengizinkan kapal tanker melewati Selat Hormuz dengan syarat pembayaran menggunakan yuan China merupakan langkah strategis yang bisa mengubah peta ekonomi dan geopolitik kawasan. Langkah ini bukan hanya soal perdagangan minyak, tapi juga upaya mengurangi dominasi dolar AS yang selama ini menjadi senjata ekonomi negara-negara Barat dalam mengatur kebijakan sanksi.

Jika berhasil, Iran bisa memperkuat posisinya dalam menghadapi tekanan politik dan ekonomi dari Barat, sekaligus memperkuat hubungan dengan China sebagai kekuatan ekonomi dunia baru. Namun, ini juga berpotensi memperdalam ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang mungkin melihat perubahan ini sebagai ancaman terhadap sistem keuangan global yang ada.

Ke depan, penting untuk mengamati bagaimana negara-negara lain di kawasan dan dunia merespons kebijakan ini, apakah mereka akan mengikuti jejak Iran dalam memperluas penggunaan mata uang alternatif dalam perdagangan minyak. Juga perlu dicermati apakah langkah ini dapat mendorong stabilitas atau justru memperburuk konflik di Timur Tengah.

Pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan terbaru terkait kebijakan Iran ini dan dampaknya terhadap pasar minyak global serta hubungan geopolitik internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad