Joe Rogan Sindir Alasan Konyol Trump soal Foto AI Yesus di Truth Social
Joe Rogan, podcaster terkenal yang awalnya mendukung Donald Trump pada pemilu 2024 namun kemudian menjadi pengkritik tajam, mengejek alasan yang dianggap idiot dari Trump terkait unggahan foto AI dirinya sebagai Yesus Kristus di Truth Social.
Unggahan tersebut, yang diposting Trump pada Minggu malam dan kemudian dihapus keesokan harinya, menampilkan Trump mengenakan jubah ala Kristus dengan tangan bersinar keemasan, seolah-olah sedang menyembuhkan seseorang dengan menyentuh dahinya. Namun, Trump yang kini berusia 79 tahun membela dirinya dengan mengatakan bahwa dia mengira dirinya digambarkan sebagai seorang dokter.
Joe Rogan Kritik Keras Alasan Trump soal Foto Yesus AI
Dalam episode The Joe Rogan Experience pada Selasa, Rogan, yang berusia 58 tahun, berbicara dengan tamunya, mantan Navy SEAL dan figur internet Andy Stumpf, mengenai unggahan aneh itu.
"AI Tuhan harus hidup dan mengambil alih sistem," ujar Rogan menanggapi penjelasan Trump.
Stumpf sempat kebingungan, namun Rogan menjelaskan dengan nada sarkastik,
"AI Tuhan, yang menciptakan meme Yesus yang baru saja diposting Trump. Itu AI Tuhan," katanya. "Mereka bilang dia seorang dokter! Itu yang AI Tuhan sebut Yesus."
Rogan menambahkan dengan sinis, "Yesus adalah dokter." Pernyataan ini menegaskan ketidakpercayaan Rogan terhadap alasan Trump yang dianggapnya absurd.
Reaksi Keras dari Publik dan Tokoh Politik
Unggahan itu memicu backlash dari berbagai kalangan, baik dari kubu pendukung maupun penentang Trump. Salah satu kritik keras datang dari mantan Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton, yang menyebut Trump "telah kehilangan kendali" dan menilai unggahan itu sebagai bagian dari perilaku tidak stabilnya.
Di sisi lain, influencer MAGA berusia 19 tahun, Brilyn Hollyhand, mengecam unggahan tersebut sebagai "penghinaan yang menjijikkan." Komentator konservatif Riley Gaines pun menegaskan, "Tuhan tidak boleh dipermainkan."
Selain itu, pembawa acara The Late Show, Stephen Colbert, juga menyindir alasan "dokter" Trump dengan tajam di acara talkshow-nya:
"Jadi, Donald Trump ingin kita percaya bahwa dia pikir itu adalah seorang dokter," kata Colbert. "Kalau saya di ruang dokter dan melihat pria itu masuk, saya pikir saya sudah meninggal dunia."
Colbert bahkan menirukan gaya bicara Trump yang mengaku bahwa gambar itu terinspirasi dari film favoritnya "Passion of the Doctor" dan acara TV fiktif "Dr. Jesus Medicine Christ."
Latar Belakang dan Dampak
Joe Rogan sendiri pernah menghadiri pelantikan Trump setelah mendukungnya dalam pemilu 2024, namun sejak itu telah menjauh dan bahkan menjadi pengkritik vokal terhadap Presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut.
Unggahan foto AI ini menambah daftar panjang kontroversi seputar Trump, yang baru-baru ini juga membuat pernyataan kontroversial terkait Iran dan pemimpin agama. Kejadian ini semakin memperlihatkan ketegangan di kalangan pendukung Trump dan publik luas.
- Unggahan foto dihapus oleh akun Trump di Truth Social pada Senin.
- Reaksi negatif datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh politik dan komentator konservatif.
- Joe Rogan mengkritik alasan Trump secara terbuka dalam podcastnya.
- Media dan publik terus membahas implikasi unggahan ini terhadap citra Trump.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kritik tajam Joe Rogan terhadap alasan Trump mencerminkan kekecewaan yang semakin dalam di kalangan pendukung awal Trump. Unggahan foto AI tersebut bukan sekadar kontroversi biasa, melainkan simbol dari bagaimana politik kini terjebak dalam pertarungan citra dan narasi yang absurd.
Hal ini juga menandakan bahwa Trump semakin terisolasi, bahkan dari mereka yang sebelumnya menjadi pendukung setianya. Selain itu, reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat menegaskan bahwa tidak semua hal bisa diterima begitu saja hanya karena status seseorang.
Ke depan, publik perlu mengawasi perkembangan narasi yang dibangun oleh tokoh-tokoh politik seperti Trump, terutama terkait penggunaan teknologi seperti AI dalam menyebarkan pesan yang dapat menimbulkan kontroversi dan polarisasi.
Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini, kunjungi sumber berita asli di The Daily Beast.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0