Bertahan di Lereng Bandung Barat: Kisah Santi dan Rumahnya di Zona Rawan Longsor

Mar 16, 2026 - 16:10
 0  4
Bertahan di Lereng Bandung Barat: Kisah Santi dan Rumahnya di Zona Rawan Longsor

Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi saksi kisah perjuangan Santi (43) yang tetap bertahan di rumahnya, meski berada di salah satu kawasan yang rawan longsor. Pada Mei 2025 lalu, hujan deras yang berlangsung selama berjam-jam memicu tanah longsor besar yang hampir merusak rumahnya. Kejadian itu menjadi pengalaman mengerikan sekaligus pengingat akan risiko tinggal di lereng yang rentan bencana.

Ad
Ad

Longsor Besar yang Mengguncang Desa Cibogo

Senja pada Mei 2025 itu diwarnai hujan deras tiada henti sejak siang hingga menjelang maghrib. Awan gelap menggantung berat di langit Desa Cibogo, menandakan potensi bencana yang akan datang. Area tempat tinggal Santi dulunya merupakan selokan alami yang memudahkan air melimpas saat curah hujan tinggi. Akibatnya, pada malam itu, tanah di belakang rumahnya runtuh secara tiba-tiba.

“Maghrib itu hujannya memang besar. Dari dzuhur sudah hujan terus. Kebetulan tempat ini dulunya selokan, jadi pas curah hujannya tinggi langsung longsor,”

Menurut Santi, saat kejadian itu, ada tiga kepala keluarga berkumpul di rumahnya, termasuk lima anak kecil yang sedang bermain bersama. Ketegangan meningkat saat suara gemuruh tanah bergerak terdengar dari arah lereng, memaksa seluruh keluarga segera menyelamatkan diri keluar rumah.

Di bawah lereng, warga lain yang sedang memancing di kolam juga panik dan berlari menyelamatkan diri, beberapa di antaranya tubuhnya sudah penuh lumpur saat berhasil naik ke tempat lebih aman.

“Yang di bawah itu teriak-teriak, yang lagi mancing. Mereka pada naik, sudah penuh lumpur,”

Korban dan Dampak Longsor di Lingkungan Santi

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, beberapa warga mengalami luka ringan dan harus mendapat perawatan medis singkat. Kerusakan fisik pada rumah-rumah juga cukup parah, dengan beberapa rumah nyaris menggantung di tepi tanah yang runtuh.

Longsor di Desa Cibogo bukanlah kejadian baru. Menurut Santi, kejadian longsor kecil bahkan cukup sering terjadi, namun kejadian besar tahun lalu adalah yang terparah dan paling menghantui warga.

Beberapa warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi aman ditempati. Empat kepala keluarga sempat menempati balai RW sebelum akhirnya dipindahkan oleh pemerintah ke rumah sewa sementara selama dua bulan. Bantuan sembako yang diterima terbatas hanya berupa telur dan beras.

Pilihan Bertahan di Rumah Rawan Longsor

Berbeda dari sebagian tetangganya yang memilih mengungsi, Santi memutuskan kembali ke rumahnya setelah sempat mengungsi sebentar ke keluarga. Ia mengaku tinggal di sana karena masih ada keluarga dekat yang mendukungnya dan karena ikatan sejarah yang kuat terhadap tempat itu.

Rencana pemerintah desa untuk merelokasi warga ke daerah Cikareo terhambat masalah status tanah yang belum jelas, sehingga sampai saat ini belum ada kepastian relokasi.

“Katanya mau direlokasi ke Cikareo, tapi tanahnya katanya sengketa. Jadi belum jelas juga,”

Santi pun berharap suatu saat bisa pindah ke tempat yang lebih aman, namun untuk saat ini, ia memilih bertahan. "Dari dulu memang di sini. Saya lahir juga sudah di sini," ujarnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kisah Santi menggambarkan realitas pahit warga yang tinggal di wilayah rawan bencana di Indonesia. Pilihan untuk bertahan meskipun risiko tinggi bukan hanya soal keberanian, melainkan juga keterbatasan opsi relokasi dan dukungan pemerintah yang masih minim. Persoalan status tanah yang belum jelas menjadi penghambat utama dalam proses relokasi yang aman dan permanen.

Fenomena ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari tantangan besar pengelolaan kawasan rawan bencana di daerah pegunungan dan lereng di Indonesia. Pemerintah perlu mempercepat penyelesaian masalah administrasi dan memberikan solusi jangka panjang bagi warga terdampak agar tidak hanya bergantung pada bantuan sementara.

Ke depan, penguatan mitigasi bencana dan edukasi warga menjadi kunci agar tragedi longsor dapat diminimalisir. Sementara itu, kisah Santi menjadi pengingat penting bahwa di balik statistik bencana, ada manusia dengan cerita dan harapan yang harus diperhatikan secara serius.

Untuk terus mengikuti perkembangan penanganan kawasan rawan longsor di Bandung Barat dan kisah warga lainnya, tetap pantau berita terbaru kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad