Usaha Keras Ibu di Tukka Bangkitkan Semangat Baju Lebaran di Tengah Banjir Bandang

Mar 17, 2026 - 09:10
 0  5
Usaha Keras Ibu di Tukka Bangkitkan Semangat Baju Lebaran di Tengah Banjir Bandang

Sumatera Utara, Tapanuli Tengah – Di tengah sisa bencana banjir bandang yang masih membayang, seorang ibu bernama Sri Kasnita Tambunan dari Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, menunjukkan keteguhan hati dan semangat juangnya demi membelikan baju Lebaran untuk kedua anaknya. Aroma lumpur yang sempat membanjiri halaman rumahnya perlahan tergantikan oleh aroma mentega dan gula yang dipanggang dari dapur rumahnya.

Ad
Ad

Perjuangan Ibu di Tengah Ancaman Banjir Susulan

Meskipun rasa khawatir akan datangnya banjir susulan masih menggelayuti hati, Sri tetap membuka pesanan kue kering Lebaran sebagai mata pencaharian utamanya setiap tahun. Dalam kondisi rumah yang masih menyisakan bekas keganasan air bah, ia terus berusaha mengisi pundi-pundi rupiah demi memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya membeli baju baru bagi anak-anaknya di Hari Raya.

"Karena mata pencaharian suami belum bisa jalan, baju Lebaran juga belum ada khususnya untuk anak-anak. Biar gimanapun, anak-anak juga pingin kita belikan baju baru di Hari Raya nanti," ujar Sri dengan mata berkaca-kaca.

Suaminya yang bekerja sebagai teknisi mesin pendingin di sebuah perusahaan minuman bersoda kini kehilangan penghasilan akibat bencana tersebut, sehingga beban ekonomi keluarga bertumpu pada Sri.

Produksi Kue Lebaran dengan Keterbatasan dan Semangat

Sri memproduksi berbagai jenis kue kering tradisional seperti choco chips, nastar, kembang goyang, dan akar kelapa. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada 2026 ini ia membatasi jumlah pesanan karena cuaca yang tidak menentu dan kekhawatiran akan banjir susulan. Meski pesanan cukup banyak, Sri harus menyesuaikan kapasitas produksi dengan risiko bencana yang mengintai.

Usaha produksi kue ini dilakukan di dapur rumah dengan satu oven berukuran sedang. Biasanya menjelang Lebaran, pesanan kue bisa mencapai ratusan toples, tapi tahun ini Sri menetapkan batas maksimal pesanan hingga 8 kilogram dari pelanggan setianya, yang datang tidak hanya dari desanya tapi juga dari desa tetangga.

Membangun Lapangan Kerja Keluarga

Dalam proses produksi, Sri tidak bekerja sendiri. Ia mengajak dua saudarinya untuk membantu membuat kue kering, sekaligus membuka lapangan kerja kecil yang sangat berarti di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Mereka bekerja dari pagi hingga waktu berbuka puasa, berjuang bersama di dapur sederhana dengan peralatan terbatas.

"Membantu ini, kita juga kan jadi ada pemasukan buat setidaknya sehari-hari lah, dan tabungan buat Lebaran nanti," ujar Sariani Tambunan, salah satu saudari yang membantu Sri.

Kue yang dihasilkan Sri dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp80 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, agar tetap bisa dinikmati banyak pelanggan yang membutuhkan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kisah perjuangan Sri Kasnita Tambunan bukan hanya sekadar cerita tentang bertahan hidup pasca-banjir bandang, melainkan juga cermin nyata ketangguhan perempuan Indonesia dalam menghadapi bencana dan kesulitan ekonomi. Usaha kecil-kecilan seperti produksi kue Lebaran ini menjadi penyelamat finansial keluarga sekaligus simbol harapan di tengah duka.

Lebih jauh, inisiatif Sri membuka lapangan pekerjaan bagi saudarinya memperlihatkan bagaimana solidaritas keluarga dapat menjadi modal sosial penting untuk bangkit dari keterpurukan. Namun, risiko bencana susulan yang masih membayangi menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat luas untuk mempercepat pemulihan dan mitigasi bencana.

Ke depan, pembaca perlu mengawasi bagaimana dukungan terhadap pelaku usaha mikro di daerah terdampak bencana dapat ditingkatkan, terutama menjelang momen penting seperti Lebaran yang membawa harapan baru. Kisah Sri bisa menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa di balik bencana, ada semangat hidup yang tak boleh padam.

Dengan kondisi yang masih rentan, semangat Sri dan keluarganya untuk terus berjuang patut diapresiasi dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk peduli dan membantu sesama yang terdampak bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad