Forever Layoffs dan PHK Kecil Meningkat, Pekerja Kehilangan Rasa Aman di 2026
Jakarta, CNBC Indonesia – Laporan terbaru dari Glassdoor mengungkap fenomena ‘forever layoffs’ yang menjadi tren dalam dunia kerja tahun 2026. Fenomena ini ditandai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) berulang dan gelombang PHK kecil yang terus terjadi, menyebabkan kegelisahan dan ketidakamanan di kalangan pekerja.
Fenomena PHK Kecil yang Semakin Marak
Selain PHK besar yang sering menjadi sorotan media, laporan Glassdoor menunjukkan bahwa PHK dalam skala kecil—kurang dari 50 orang—justru menjadi tipe PHK yang paling banyak terjadi sepanjang tahun 2025 dan diperkirakan berlanjut di 2026. Berdasarkan data WARN Act, PHK kecil ini mencapai 51 persen dari total pemberitahuan PHK pada 2025, naik drastis dari 38 persen pada 2015.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan pekerja karena gelombang pemutusan kerja yang kecil namun berulang dapat menciptakan suasana kerja yang penuh ketidakpastian dan kecemasan.
Dampak PHK Berulang pada Budaya Perusahaan dan Karyawan
Seperti diungkapkan oleh para peneliti, PHK bergilir mungkin membantu perusahaan menghindari perhatian media yang intens, tetapi menciptakan kultur perusahaan yang tidak stabil, penuh ketakutan, dan ketidakpercayaan.
"Sentimen negatif dari karyawan yang tersisa pasca-PHK membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk pulih," ujar Glassdoor dalam laporannya.
PHK berulang memiliki dampak yang semakin besar, terutama pada talenta kunci, manajer, dan karyawan baru. Penurunan kepercayaan terhadap kepemimpinan senior juga menjadi indikasi ketidakpuasan pekerja, khususnya di sektor media, komunikasi, manajemen, konsultasi, dan teknologi.
Faktor-faktor seperti gangguan bisnis akibat AI, konsolidasi media, dan perubahan budaya kerja di bidang teknologi menjadi penyebab utama penurunan kepercayaan ini. Para pekerja semakin sering menyebutkan kata-kata negatif seperti ketidakselarasan, ketidakpercayaan, miskomunikasi, keterputusan, dan kemunafikan dalam ulasan mereka terhadap manajemen senior sejak 2024.
Kabar Baik: Pertumbuhan Upah bagi Pekerja Muda
Di tengah tren PHK dan ketidakpastian, ada kabar baik bagi pekerja muda dengan pengalaman kerja hingga empat tahun. Glassdoor memprediksi bahwa upah mereka akan mengalami pertumbuhan signifikan di 2026, meningkatkan daya beli generasi muda ini.
Meskipun lulusan baru menghadapi lingkungan perekrutan yang ketat dan pengurangan posisi entry-level akibat otomatisasi dan AI, mereka yang berhasil mendapatkan pekerjaan akan menikmati gaji yang lebih baik.
Kota-kota berkembang seperti Provo (Utah), Boise (Idaho), Orlando (Florida), Charleston (Carolina Selatan), dan Austin menjadi pusat pertumbuhan upah tertinggi sejak 2020. Menurut Glassdoor, kota-kota ini menawarkan peluang bagus bagi pekerja muda untuk meningkatkan penghasilan walaupun mungkin tidak memiliki gaji tertinggi secara absolut.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, fenomena forever layoffs dan peningkatan PHK kecil merupakan tanda nyata bahwa dunia kerja saat ini semakin tidak stabil dan penuh ketidakpastian. Perusahaan tampaknya mengadopsi strategi pemutusan bergilir untuk menekan biaya tanpa menimbulkan sorotan besar dari media, tetapi ini justru memperpanjang trauma psikologis bagi para pekerja.
Ketidakamanan kerja yang berkepanjangan dapat mengikis loyalitas dan produktivitas karyawan, serta memperburuk kesehatan mental mereka. Hal ini juga memicu risiko hilangnya talenta terbaik yang mencari pekerjaan dengan kultur yang lebih stabil dan menghargai karyawan.
Namun, pertumbuhan upah bagi pekerja muda menjadi sinyal positif bahwa ada segmen pasar tenaga kerja yang masih tumbuh dan berpotensi memberikan harapan. Bagi pemerintah dan pelaku industri, penting untuk memikirkan kembali kebijakan ketenagakerjaan yang dapat mengurangi ketidakpastian ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kedepannya, masyarakat dan pekerja perlu terus memantau perkembangan tren PHK dan upah, serta menyiapkan strategi adaptasi agar lebih resilient menghadapi perubahan dinamis di dunia kerja.
Stay tuned untuk update dan analisis berikutnya mengenai tren dunia kerja 2026 dan dampaknya terhadap pekerja di Indonesia dan global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0