Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB 17-27 Maret, Masyarakat Diminta Waspada

Mar 17, 2026 - 11:12
 0  4
Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB 17-27 Maret, Masyarakat Diminta Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan penting terkait potensi banjir rob yang bisa menggenangi kawasan pesisir di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 17 hingga 27 Maret 2026. Fenomena ini bertepatan dengan masa libur Lebaran, sehingga kewaspadaan masyarakat dan pemangku kepentingan sangat diperlukan.

Ad
Ad

Fenomena Pasang Maksimum dan Penyebab Banjir Rob

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa banjir rob terjadi akibat fenomena pasang maksimum air laut yang berkaitan erat dengan fase bulan baru. Pada periode tersebut, tinggi pasang air laut diperkirakan mencapai sekitar 1,9 meter di beberapa perairan NTB, dengan waktu pasang tertinggi berlangsung antara siang hingga dini hari.

"Tinggi pasang air laut maksimum sekitar 1,9 meter di sejumlah perairan NTB dengan waktu pasang terjadi pada siang hingga dini hari," ujar Abdul Majid di Mataram, Selasa, 17 Maret 2026.

Fenomena ini berpotensi menyebabkan genangan air laut di wilayah pesisir yang memiliki elevasi rendah, sehingga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan infrastruktur di daerah tersebut.

Daerah Pesisir di NTB yang Berpotensi Terdampak

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah pesisir di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa berisiko mengalami banjir rob. Berikut rincian daerah-daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan:

  • Pulau Lombok: Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.
  • Pulau Sumbawa: Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

Satria Topan Primadi mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir tersebut untuk selalu waspada dan memantau perkembangan informasi terkait kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG.

Signifikansi Peringatan Banjir Rob di NTB

NTB adalah provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, dan lebih dari 400 pulau kecil di sekitarnya. Kegiatan masyarakat di wilayah pesisir, terutama saat arus mudik dan libur Lebaran, sangat bergantung pada kondisi laut dan transportasi perairan.

Risiko banjir rob pada masa libur Lebaran ini bisa berdampak pada aktivitas wisata dan mobilitas warga, bahkan berpotensi merusak fasilitas umum di pesisir. Oleh karena itu, peringatan BMKG menjadi sangat penting untuk mengantisipasi dampak dari fenomena ini.

"Pantau terus perkembangan informasi kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi dampak fenomena banjir rob," tambah Satria.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan banjir rob di NTB ini bukan sekadar peringatan rutin, melainkan juga panggilan penting untuk kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah. Mengingat NTB merupakan wilayah kepulauan dengan banyak komunitas pesisir yang bergantung pada laut untuk mata pencaharian dan mobilitas, dampak banjir rob dapat menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang tidak kecil.

Selain itu, fenomena pasang maksimum yang terjadi bersamaan dengan libur Lebaran dapat memperparah situasi karena mobilitas masyarakat meningkat tajam. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan transportasi laut dan pariwisata yang merupakan salah satu sektor vital NTB.

Ke depan, pihak terkait harus memperkuat koordinasi dalam mitigasi bencana banjir rob melalui pembangunan tanggul, sistem peringatan dini, dan edukasi kepada masyarakat pesisir. Masyarakat pun diharapkan aktif mengikuti informasi cuaca terkini dan menerapkan langkah-langkah pencegahan agar dampak banjir rob dapat diminimalisir.

Langkah Antisipasi dan Rekomendasi

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil oleh masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghadapi potensi banjir rob:

  1. Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di kawasan pesisir rendah.
  2. Membangun atau memperkuat tanggul dan sistem pelindung pesisir yang tahan terhadap gelombang pasang.
  3. Memantau informasi cuaca dan gelombang laut secara berkala melalui BMKG.
  4. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya banjir rob dan cara mitigasinya.
  5. Menyusun rencana evakuasi dan penanganan darurat apabila terjadi banjir rob yang signifikan.

Dengan kesiapsiagaan yang matang, NTB dapat mengurangi risiko dan dampak negatif dari banjir rob yang diprediksi akan terjadi pada 17-27 Maret 2026 ini.

Terus ikuti update informasi cuaca dan peringatan resmi dari BMKG untuk memastikan keselamatan Anda dan keluarga selama masa potensi banjir rob ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad