Pasar Saham Jelang Libur Lebaran Turun, Ini Rekomendasi Saham dari Analis

Mar 17, 2026 - 13:22
 0  3
Pasar Saham Jelang Libur Lebaran Turun, Ini Rekomendasi Saham dari Analis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Senin (16/3) dengan koreksi signifikan sebesar 1,61% ke level 7.022,29. Penurunan ini terjadi menjelang libur Lebaran yang biasanya diwarnai oleh sentimen waswas dari pelaku pasar akibat likuiditas yang menipis dan volatilitas meningkat.

Ad
Ad

Pergerakan Saham dan Aliran Dana Asing

Meski IHSG melemah cukup dalam, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp1,02 triliun jika dihitung dari seluruh pasar. Di pasar reguler, net buy asing mencapai Rp177,51 miliar, menunjukkan adanya keyakinan investor global terhadap beberapa saham pilihan.

Saham yang menjadi penggerak utama kenaikan pasar atau leading movers antara lain:

  • EMAS melonjak hingga 17,86%
  • SMMA naik 9,00%
  • CPIN menguat 10,28%

Sementara saham yang menekan indeks atau lagging movers di antaranya:

  • DSSA turun 8,03%
  • BRMS melemah 14,56%
  • AMMN terkoreksi 8,89%

Tekanan Sektoral dan Kondisi Pasar Global

Dari sisi sektoral, tekanan terjadi di sebagian besar sektor, dengan 8 dari 11 sektor ditutup melemah. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam, tergerus 2,34%. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mampu mencatat penguatan, naik tipis 0,45%.

Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat, dengan indeks Dow Jones naik 0,83%, S&P 500 menguat 1,01%, dan Nasdaq bertambah 1,22%. Namun, volatilitas tinggi masih membayangi pasar global, khususnya pada sektor energi dan saham teknologi yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI).

Indeks ETF Indonesia EIDO dan indeks MSCI Indonesia juga menunjukkan tren pelemahan dengan penurunan masing-masing 0,71% dan 2,37%, yang menandakan sentimen negatif masih kuat di pasar saham domestik.

Penguatan Saham Tambang Emas dan Kinerja Korporasi

Market Vectors Index Solutions (MVIS) mengumumkan perubahan komposisi indeks global sektor emas dengan memasukkan tiga emiten tambang emas Indonesia ke dalam indeks MVIS Global Junior Gold Miners Index (GDXJ), yaitu:

  • Archi Indonesia (ARCI)
  • Merdeka Gold Resources (EMAS)
  • J Resources Asia Pasifik (PSAB)

Langkah ini dinilai dapat meningkatkan eksposur dan daya tarik saham-saham tersebut di mata investor global. Namun, Bumi Resources Minerals (BRMS) belum masuk dalam konstituen indeks ini meskipun mencatat laba bersih yang hampir dua kali lipat menjadi US$50,08 juta pada tahun lalu.

Dari sisi teknikal, saham BRMS berpotensi melanjutkan koreksi menuju area Rp650, dengan pola lower low dan lower high serta indikator stochastic yang menunjukkan sinyal dead cross di area netral.

Aksi Buyback dan Rekomendasi Saham dari Mega Capital Sekuritas

Dalam upaya meningkatkan nilai saham dan memperbaiki struktur modal, Merdeka Battery Materials (MBMA) menyiapkan dana maksimal Rp1,70 triliun untuk aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan target pembelian hingga 1,80 miliar lembar saham. Program ini akan berlangsung mulai 17 Maret hingga 16 Juni 2026.

Dengan buyback tersebut, jumlah saham yang beredar diperkirakan turun dari 107,99 miliar lembar menjadi sekitar 106,19 miliar lembar, yang berpotensi meningkatkan earning per share (EPS) MBMA menjadi Rp4,08 dari sebelumnya Rp3,91, dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS.

Secara teknikal, saham MBMA masih berada dalam tren bullish dengan kisaran pergerakan Rp630 hingga Rp720.

Mega Capital Sekuritas juga mengeluarkan rekomendasi saham potensial hari ini, yakni:

  1. CPIN - Buy di Rp3.900-3.930 | Target Price (TP) Rp4.020-4.090 | Stop Loss (SL) Rp3.680
  2. CYBR - Buy di Rp1.420-1.430 | TP Rp1.470-1.500 | SL Rp1.340
  3. IATA - Buy di Rp75-77 | TP Rp79-82 | SL Rp70
  4. RATU - Buy di Rp4.810-4.820 | TP Rp5.000-5.125 | SL Rp4.500
  5. SCMA - Buy di Rp268-270 | TP Rp280-284 | SL Rp252

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham ini bersifat informatif dan bukan ajakan beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor sesuai profil risiko masing-masing.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan IHSG menjelang libur Lebaran bukanlah hal yang mengejutkan mengingat pelaku pasar cenderung berhati-hati menghadapi periode dengan likuiditas rendah dan potensi volatilitas tinggi. Meski demikian, aksi beli asing yang masih signifikan pada saham-saham tertentu menunjukkan bahwa segmen pasar tertentu masih menarik dan dianggap undervalued.

Sektor teknologi yang mengalami tekanan cukup dalam menjadi cerminan global, di mana sentimen terhadap saham berbasis AI dan energi masih sangat fluktuatif. Investor Indonesia perlu mencermati dinamika ini agar tidak terjebak dalam koreksi yang berlebihan.

Selain itu, masuknya emiten tambang emas Indonesia ke indeks global merupakan peluang strategis untuk menarik investasi asing lebih lanjut, mengingat emas tetap menjadi aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ke depan, investor disarankan untuk mengamati perkembangan aksi korporasi seperti buyback saham MBMA yang dapat meningkatkan potensi keuntungan, serta tetap selektif memilih saham dengan fundamental dan teknikal yang kuat. Perhatian juga perlu diberikan pada faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi pasar saham domestik.

Dengan pendekatan investasi yang cermat dan pemilihan saham yang tepat, peluang cuan di tengah kondisi pasar yang cemas masih terbuka lebar.

Terus pantau perkembangan pasar dan update rekomendasi saham untuk mengambil keputusan investasi yang lebih bijak menjelang libur Lebaran kali ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad