Harga Minyak Dunia Turun 3 Persen Setelah Kapal Mulai Melintasi Selat Hormuz

Mar 17, 2026 - 14:41
 0  4
Harga Minyak Dunia Turun 3 Persen Setelah Kapal Mulai Melintasi Selat Hormuz

Harga minyak dunia turun sekitar 3 persen pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026) waktu New York atau Selasa (17/3/2026) pagi WIB. Penurunan ini terjadi setelah laporan bahwa sejumlah kapal tanker minyak mulai kembali melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sangat vital bagi pasokan minyak dan gas dunia.

Ad
Ad

Menurut Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun sebesar 2,93 dollar AS atau 2,8 persen, menjadi 100,21 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pasar AS merosot lebih dalam, yaitu sebesar 5,21 dollar AS atau 5,3 persen, menjadi 93,50 dollar AS per barrel.

Peranan Selat Hormuz dalam Pasokan Minyak Dunia

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, sebab sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global melewati perairan ini. Konfik di wilayah Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan, yang berimbas pada kenaikan harga minyak beberapa waktu lalu.

Namun, kemunculan laporan bahwa sejumlah kapal tanker mulai kembali berlayar melalui Selat Hormuz memberikan sentimen positif bagi pasar minyak. Hal ini menimbulkan aksi jual minyak yang menyebabkan penurunan harga pada dua patokan utama tersebut.

"Pasar minyak sedang mengalami aksi jual setelah muncul laporan bahwa beberapa kapal tanker minyak mulai melintas di Selat Hormuz, sementara Presiden Donald Trump meminta bantuan untuk mengawal kapal tanker yang melewati jalur tersebut," tulis analis dari Ritterbusch and Associates dalam catatan mereka.

Faktor Tambahan Penurunan Harga Minyak AS

Penurunan harga minyak WTI yang lebih dalam dibandingkan Brent juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, antara lain:

  • Produksi minyak mentah AS yang mendekati rekor tertinggi, sehingga pasokan domestik semakin melimpah.
  • Tambahan pasokan impor minyak dari Venezuela, yang memperkuat ketersediaan minyak di pasar AS.

Kondisi ini membuat harga minyak AS menurun lebih tajam dibandingkan Brent, yang merupakan patokan utama di pasar minyak internasional.

Potensi Dampak dan Perkembangan Selanjutnya

Penurunan harga minyak ini menjadi sinyal bahwa ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait jalur Selat Hormuz, mulai mereda meski konflik masih berlangsung. Namun, pasar minyak tetap waspada terhadap potensi eskalasi yang dapat memicu gangguan pasokan secara tiba-tiba.

Bagi investor dan pelaku pasar energi, dinamika Selat Hormuz menjadi faktor kunci yang harus terus dipantau. Stabilitas jalur ini sangat menentukan fluktuasi harga minyak dunia dan berpengaruh pada ekonomi global.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan harga minyak dunia sebesar 3 persen ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap berita-berita terkait jalur strategis Selat Hormuz. Meskipun kapal tanker mulai kembali melintas, ketegangan di Timur Tengah belum sepenuhnya usai dan masih menyimpan risiko geopolitik yang tinggi.

Selain itu, faktor produksi minyak AS yang hampir menyentuh rekor tertinggi dan tambahan pasokan dari negara seperti Venezuela memperkuat posisi pasar minyak global dengan suplai yang lebih stabil. Ini menjadi game-changer yang menekan harga minyak lebih dalam, terutama di pasar AS.

Ke depan, perkembangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah akan sangat menentukan arah harga minyak. Pasar harus tetap waspada terhadap potensi gangguan baru, sementara para pelaku industri dan pemerintah perlu menyiapkan strategi untuk menghadapi volatilitas harga yang mungkin terjadi.

Untuk itu, pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan berita dan analisis terbaru terkait pasar minyak dan situasi geopolitik di kawasan tersebut agar dapat mengambil keputusan yang tepat, baik secara bisnis maupun investasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad