Kenaikan Harga BBM di Thailand dan Singapura Imbas Konflik Timur Tengah

Mar 18, 2026 - 10:41
 0  4
Kenaikan Harga BBM di Thailand dan Singapura Imbas Konflik Timur Tengah

Negara tetangga Indonesia seperti Thailand dan Singapura kini mulai merasakan dampak langsung dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Konflik ini telah memicu gangguan signifikan pada rantai pasok bahan bakar minyak (BBM), menyebabkan kenaikan harga yang cukup tajam serta antrean panjang di sejumlah SPBU.

Ad
Ad

Kenaikan Harga BBM di Thailand Imbas Konflik Timur Tengah

Di Thailand, harga solar naik sekitar 4-5 baht per liter atau setara dengan Rp 2.000-3.000 (kurs Rp 523) dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini terutama terjadi di wilayah Utara dan Selatan Thailand, yang paling terdampak oleh pengurangan pasokan dari depot BBM setempat, sementara permintaan masyarakat justru meningkat.

"Bagi masyarakat tidak akan ada kekurangan minyak, tetapi mungkin akan ada dampak pada harga," ujar Chaiyong Maneerungsakul, senator Songkhla sekaligus Juru Bicara Komite Senat tentang Militer dan Keamanan Negara, dikutip dari Bangkok Post, Selasa (17/3/2026).

Di provinsi Mae Hong Son, pemilik SPBU Adul Payomdong mengonfirmasi penyesuaian harga eceran BBM karena kenaikan biaya grosir. Meski berencana menangguhkan penjualan, ia memutuskan tetap beroperasi karena pelanggan setia bersedia membeli meski harga naik. Saat ini, harga solar di SPBU tersebut mencapai 40,50 baht per liter (sekitar Rp 21.181), gasohol 95 seharga 37,60 baht (Rp 19.664), dan bensin 46 baht (Rp 24.058).

Antrean Panjang dan Kekhawatiran Pasokan di Thailand

Di tengah kenaikan harga, sejumlah SPBU mengalami antrean panjang karena masyarakat khawatir akan kelangkaan BBM. Bahkan beberapa SPBU memasang pengumuman bahwa jenis bahan bakar tertentu, seperti E85 dan E91 (Gasohol 91), sementara tidak tersedia. Fenomena ini meluas hingga ke kota Chiang Rai yang berada di utara Thailand, dimana beberapa SPBU kehabisan bahan bakar dan tutup lebih awal atau menutup penjualan sama sekali.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, telah memberikan jaminan bahwa Kementerian Energi akan terus memantau dan mengendalikan situasi agar tidak terjadi kelangkaan.

Lonjakan Harga BBM di Singapura dan Myanmar

Sementara itu, di Singapura, harga BBM mendaki melewati rekor tertinggi sejak 2022 ketika Rusia menginvasi Ukraina. Pada 13 Maret 2026, Caltex menaikkan harga BBM RON 95 menjadi US$ 3,45 per liter (sekitar Rp 58.305 dengan kurs Rp 16.900), melampaui rekor sebelumnya US$ 3,42 per liter.

Harga BBM di operator lain seperti Shell, Esso, dan Sinopec juga sudah menyentuh US$ 3,40 per liter, sedangkan harga termurah di SPC (Singapore Petroleum Company) adalah US$ 3,39 per liter. Bahkan, BBM RON 92 dan RON 98 yang dikategorikan premium juga mengalami kenaikan ke level tertinggi sejak 2022, dengan beberapa SPBU menaikkan harga berkali-kali dalam sehari.

Di perbatasan Myanmar, tepatnya di Tachileik, harga BBM juga melonjak drastis. BBM botol yang sebelumnya dijual antara 100-200 baht untuk 1,5 liter, kini naik menjadi 250 baht dengan volume dikurangi menjadi 700 mililiter pada malam hari. Pemerintah Myanmar membatasi pembelian BBM hanya untuk pengisian langsung ke kendaraan dan melarang pembelian dalam jumlah besar untuk penyimpanan, serta memperpendek jam operasional SPBU.

Faktor Penyebab dan Dampak Kenaikan Harga BBM

  1. Gangguan rantai pasok akibat ketidakstabilan Timur Tengah yang merupakan pusat produksi minyak dunia.
  2. Kenaikan biaya grosir BBM yang berimbas langsung ke harga eceran di SPBU.
  3. Kecemasan konsumen yang memicu antrean panjang dan pembelian panik di SPBU.
  4. Penyesuaian operasi SPBU yang membatasi jenis bahan bakar tertentu dan jam operasional.
  5. Potensi inflasi di sektor transportasi dan kebutuhan sehari-hari akibat kenaikan harga BBM.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga BBM di negara-negara tetangga Indonesia menjadi alarm dini mengenai risiko yang lebih luas terhadap kestabilan ekonomi regional akibat konflik Timur Tengah. Thailand dan Singapura adalah pusat ekonomi penting di Asia Tenggara yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok global, sehingga gangguan BBM berpotensi memicu efek domino pada biaya logistik dan harga barang.

Kecemasan masyarakat yang berujung pada antrean panjang dan pembelian panik juga menandakan perlunya komunikasi dan kebijakan yang lebih responsif dari pemerintah setempat untuk mencegah kepanikan berlebihan. Di sisi lain, kenaikan harga BBM yang berulang dan signifikan seperti di Singapura dapat menekan daya beli masyarakat serta menaikkan biaya transportasi dan produksi industri.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana pemerintah di kawasan ini mengelola pasokan dan harga BBM, serta dampaknya terhadap stabilitas sosial dan ekonomi. Indonesia juga perlu waspada dan belajar dari pengalaman ini, mengingat ketergantungan terhadap pasokan energi global yang rentan terhadap gejolak geopolitik.

Situasi ini menggarisbawahi urgensi diversifikasi sumber energi dan penguatan ketahanan energi nasional agar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara tidak terlalu terpengaruh oleh krisis energi global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad