Media IMM Polres Garut Diserang Saat Liput Keributan, APH Diminta Bertindak

Mar 23, 2026 - 16:41
 0  3
Media IMM Polres Garut Diserang Saat Liput Keributan, APH Diminta Bertindak

Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Kabupaten Garut, menimpa Indra Ramdani, Pemimpin Redaksi media online Fakta Garut. Peristiwa ini memicu kecaman keras dari berbagai organisasi profesi wartawan dan menjadi sorotan serius karena melibatkan mitra resmi Polisi dalam penyebaran informasi publik.

Ad
Ad

Insiden Penyerangan Saat Peliputan Keributan di Garut Kota

Kejadian berlangsung pada Kamis malam, 20 Maret 2026, di Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, tepatnya di depan ruko seberang Superindo. Indra Ramdani yang sedang melakukan peliputan atas keributan warga di lokasi tersebut, diserang oleh sekelompok orang saat merekam kejadian menggunakan ponselnya.

Meski sudah memperkenalkan diri sebagai wartawan, pelaku tetap melakukan kekerasan dan intimidasi, bahkan merampas telepon genggam dan kartu identitas pers korban. Indra mengungkapkan,

“Alhamdulillah, hari itu juga HP saya sudah kembali, namun dalam kondisi rusak dan sudah diperbaiki oleh kuasa hukum.”

Keributan diyakini dipicu oleh penarikan kendaraan oleh oknum leasing yang menimbulkan emosi warga. Saat berusaha meninggalkan lokasi, Indra juga sempat kehilangan kunci remote motor sehingga tidak bisa pergi.

Reaksi dan Sikap Organisasi Pers serta Tuntutan Perlindungan

Berbagai organisasi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Garut, Pemersatu Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI) DPC Garut, serta Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) mengecam keras tindakan kekerasan dan intimidasi tersebut sebagai ancaman nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi Undang-Undang.

Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan, menindak tegas pelaku, dan memberikan perlindungan maksimal kepada wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

Upaya Mediasi dan Tantangan Penegakan Kesepakatan

Kasus ini sempat dimediasi di Polsek Garut Kota dengan menghasilkan kesepakatan damai antara korban dan pelaku. Namun, kuasa hukum Indra, Evan Saepul Rohman, SH., MM, menyatakan bahwa hingga kini pelaku belum menjalankan sejumlah poin kesepakatan yang telah dibuat di hadapan polisi.

“Kesepakatan sudah dibuat di hadapan pihak kepolisian, tetapi hingga saat ini tidak diindahkan. Ini tentu menjadi preseden buruk terhadap perlindungan jurnalis,”

ujarnya pada Senin, 23 Maret 2026.

Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers di Garut

Insiden ini menggambarkan betapa rentannya wartawan terhadap kekerasan saat menjalankan tugas, khususnya di daerah yang rawan konflik sosial. Fakta Garut yang merupakan media partner resmi IMM Polres Garut semakin menambah urgensi perlindungan bagi insan pers.

Serangan terhadap Indra Ramdani bukan hanya persoalan individual, tetapi juga refleksi dari tantangan yang dihadapi kebebasan pers di tingkat lokal.

Daftar Tuntutan yang Disampaikan oleh Organisasi Wartawan:

  • Aparat penegak hukum segera menindak pelaku kekerasan secara tegas.
  • Pemberian perlindungan maksimal kepada wartawan yang sedang meliput di lapangan.
  • Penegakan hukum agar tidak menjadi preseden buruk terhadap kebebasan pers.
  • Pemulihan hak-hak korban yang dirugikan secara materiil maupun non-materiil.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran pers dalam demokrasi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, serangan terhadap jurnalis di Garut ini menjadi alarm serius tentang situasi kebebasan pers di daerah yang sering kali terlupakan. Kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas seharusnya menjadi perhatian utama aparat penegak hukum agar tidak mengikis nilai-nilai demokrasi dan transparansi informasi.

Lebih jauh, kegagalan pelaku menjalankan kesepakatan damai menandakan lemahnya penegakan hukum yang berpotensi mengundang serangan serupa di masa depan. Ini menjadi tantangan besar bagi kepolisian dan pemerintah daerah untuk membangun lingkungan yang kondusif bagi jurnalis.

Ke depan, pembentukan mekanisme perlindungan yang lebih efektif serta edukasi kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban pers perlu diperkuat. Masyarakat harus memahami bahwa wartawan bukan musuh, melainkan mitra dalam menjaga keterbukaan informasi demi kebaikan bersama.

Kita mengimbau APH untuk serius menindaklanjuti kasus ini dan masyarakat agar terus mendukung kebebasan pers sebagai pilar demokrasi yang harus dijaga bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad