Profil Bagher Ghalibaf, Calon Pemimpin Iran yang Dibidik Trump

Mar 25, 2026 - 08:10
 0  4
Profil Bagher Ghalibaf, Calon Pemimpin Iran yang Dibidik Trump

Bagher Ghalibaf saat ini menjadi sorotan dunia internasional setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut-sebut membidik tokoh ini sebagai calon pemimpin tertinggi Iran di masa depan. Berita ini muncul berdasarkan laporan beberapa sumber yang dekat dengan Gedung Putih, yang melihat Ghalibaf sebagai mitra potensial yang dapat diajak bernegosiasi serta menjadi figur pemimpin Iran yang bisa diandalkan.

Ad
Ad

Siapa Bagher Ghalibaf?

Lahir pada 23 Agustus 1961, Bagher Ghalibaf adalah sosok yang sudah lama berkecimpung dalam dunia militer dan politik Iran. Saat ini, ia menjabat sebagai ketua parlemen Iran sejak 2020. Sebelum itu, Ghalibaf memiliki karier militer yang cukup panjang di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), khususnya sebagai komandan angkatan udara dari 1997 hingga 2000.

Setelah masa militernya, Ghalibaf pernah menjadi kepala kepolisian nasional dan kemudian menjabat sebagai wali kota Teheran selama 12 tahun (2005-2017). Dia juga tercatat sebagai calon presiden Iran dalam empat pemilihan: 2005, 2013, 2017, dan 2024, meskipun ia mundur dari pencalonan pada 2017.

Pada Mei 2020, Ghalibaf menggantikan Ali Larijani sebagai ketua parlemen. Larijani sendiri adalah penasihat dekat mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan meninggal pada Maret 2026 dalam sebuah serangan yang diduga Israel.

Hubungan Ghalibaf dengan Amerika Serikat

Meski dikabarkan menjadi calon yang diincar oleh Trump, sikap Bagher Ghalibaf terhadap Amerika Serikat terbilang keras dan penuh kritik. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling vokal mengecam kebijakan AS dan Israel, bahkan kerap mengeluarkan ancaman keras yang kadang melampaui retorika militer resmi Iran.

"Tentu saja kami tidak mencari gencatan senjata. Kami percaya bahwa agresor harus dihukum dan diberi pelajaran yang akan mencegah mereka menyerang Iran lagi,"

— Bagher Ghalibaf, 12 Maret 2026 di X (Twitter)

Selain itu, Ghalibaf mengejek klaim Trump yang menyatakan AS berhasil mengalahkan Iran dan menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang. Ia juga menegaskan bahwa lembaga keuangan yang mendanai militer AS merupakan target sah bagi Iran.

Kontroversi Negosiasi Rahasia dengan AS

Laporan beberapa media Amerika dan Israel menyebut Ghalibaf sebagai utusan yang tengah bernegosiasi secara rahasia dengan AS terkait konflik yang sedang berlangsung, meski kedua pihak membantah kabar tersebut. Ghalibaf sendiri menyatakan di media sosial bahwa tidak ada negosiasi yang berlangsung dengan Amerika Serikat dan menyebut berita tersebut sebagai "berita palsu" yang sengaja dibuat untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak.

Implikasi dan Latar Belakang Politik

Dalam konteks politik Iran, Ghalibaf adalah figur yang kuat dengan latar belakang militer dan pengalaman eksekutif yang luas. Ia juga dikenal sebagai figur konservatif yang memiliki koneksi kuat dengan IRGC dan berbagai elemen kekuasaan di Iran. Peranannya sebagai ketua parlemen membuatnya menjadi salah satu tokoh kunci dalam pengambilan keputusan strategis di Iran.

  • Komandan Angkatan Udara IRGC (1997-2000)
  • Kepala Kepolisian Nasional Iran
  • Wali Kota Teheran (2005-2017)
  • Ketua Parlemen Iran (2020-sekarang)
  • Calon Presiden Iran dalam empat pemilu

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, meski Ghalibaf dikenal sebagai sosok yang keras terhadap Amerika Serikat, peluangnya menjadi figur alternatif yang dibidik Trump menunjukkan adanya dinamika politik yang kompleks di balik layar. Trump dan pejabat Gedung Putih mungkin melihat Ghalibaf sebagai figur pragmatis yang bisa diajak berdialog demi meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Namun, sikap keras Ghalibaf yang selama ini terlihat di media sosial dan pernyataannya yang tegas terhadap AS menunjukkan bahwa jika benar dia menjadi pemimpin Iran, hubungan diplomatik antara Iran dan AS tidak akan langsung membaik secara signifikan. Justru, ini menunjukkan kemungkinan negosiasi yang berlangsung sangat berhati-hati dan penuh strategi.

Ke depan, publik internasional perlu mengawasi perkembangan posisi Ghalibaf dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebijakan Iran, terutama mengingat pentingnya peran parlemen dan IRGC dalam sistem politik Iran. Apakah dia bisa menjadi jembatan dialog atau tetap mempertahankan garis keras yang selama ini menjadi ciri khasnya, akan sangat menentukan arah hubungan Iran-AS dan stabilitas regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad