Saham Pop Mart Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik 185%, Ini Penyebabnya

Mar 25, 2026 - 17:20
 0  6
Saham Pop Mart Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik 185%, Ini Penyebabnya

Saham Pop Mart International Group, produsen mainan viral Labubu, mengalami penurunan tajam lebih dari 20% pada perdagangan Rabu (25/3) setelah merilis laporan pendapatan 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam hampir setahun di bursa Hong Kong, meskipun pendapatan perusahaan melonjak hingga 185% dibanding tahun sebelumnya.

Ad
Ad

Perusahaan yang berbasis di Beijing ini mencatatkan pendapatan sebesar 37,12 miliar yuan (US$5,38 miliar) pada 2025, hampir tiga kali lipat dari 13,04 miliar yuan pada 2024. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik juga naik drastis sebesar 308%, menjadi 12,78 miliar yuan dari 3,13 miliar yuan tahun sebelumnya.

Penyebab Penurunan Saham Meski Penjualan Meningkat Pesat

Mengapa harga saham Pop Mart justru anjlok padahal laporan keuangan sangat positif? Menurut analis Morningstar, Jeff Zhang, meskipun pendapatan dan laba tumbuh kuat, ada perlambatan signifikan di kuartal keempat yang membangkitkan kekhawatiran investor tentang keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.

"Pembagian dividen yang turun menjadi 25 persen pada 2025 dari 35 persen pada 2024 merupakan hal negatif lainnya bagi investor," ujar Zhang. "Pop Mart juga telah meningkatkan bisnis lisensi dan operasi taman hiburan, tetapi kami pikir risiko pelaksanaannya tetap tinggi."

Kekhawatiran lain datang dari strategi perusahaan yang fokus pada ekspansi tanpa mengejar pertumbuhan agresif yang bisa mengorbankan profitabilitas. Wang Ning, chairman sekaligus CEO Pop Mart, menyatakan bahwa mereka menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 20% pada 2026, namun dengan pendekatan yang lebih hati-hati.

Strategi dan Ekspansi Bisnis Pop Mart

Pop Mart berencana memperluas lini produknya ke peralatan rumah tangga dan taman hiburan. Taman hiburan pertama mereka dijadwalkan beroperasi di Beijing pada musim panas 2026. Selain itu, perusahaan menambah kapasitas produksi di beberapa negara seperti Meksiko, Kamboja, dan Indonesia untuk mendukung permintaan serta memperkuat rantai pasokan.

Langkah strategis lain adalah rencana menjadikan London sebagai kantor pusat Eropa, sekaligus memperkuat ekspansi internasional. Pop Mart juga menggandeng Sony Pictures dalam pengembangan film tentang Labubu, yang diharapkan menjadi pendorong brand awareness dan penetrasi pasar global.

  1. Penurunan dividen dari 35% ke 25% pada 2025 yang mengurangi daya tarik saham.
  2. Perlambatan pertumbuhan di kuartal keempat yang menimbulkan keraguan investor.
  3. Risiko tinggi pada bisnis lisensi dan taman hiburan yang masih dalam tahap pengembangan.
  4. Ekspansi global yang agresif dengan tantangan operasional dan biaya investasi besar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan harga saham Pop Mart meskipun pendapatan dan laba naik tajam menunjukkan pasar mulai menilai risiko jangka panjang dari model bisnis perusahaan. Investor tampaknya khawatir bahwa pertumbuhan pendapatan yang impresif saat ini mungkin tidak berkelanjutan tanpa pengelolaan risiko yang baik, terutama terkait ekspansi ke bisnis lisensi dan taman hiburan yang memerlukan investasi besar dan waktu lama untuk menghasilkan keuntungan.

Selain itu, penurunan dividen dapat menurunkan daya tarik saham bagi investor yang mencari pendapatan pasif, sehingga menambah tekanan jual. Ini merupakan sinyal bahwa meskipun perusahaan ingin tumbuh, mereka memilih untuk menjaga profitabilitas dan arus kas, yang kadang sulit dipahami pasar dalam jangka pendek.

Penting bagi investor untuk memantau bagaimana Pop Mart mengelola risiko operasional dan mengimplementasikan strategi ekspansi. Keberhasilan proyek taman hiburan dan kerja sama dengan Sony Pictures akan menjadi game-changer dalam menentukan prospek jangka panjang perusahaan. Untuk informasi lebih lengkap tentang laporan keuangan dan perkembangan Pop Mart, Anda dapat membaca langsung sumber aslinya di sini.

Dengan dinamika ini, investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis fundamental mendalam sebelum mengambil keputusan investasi terkait saham Pop Mart di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad