Pengawasan Media Sosial Anak di Sekolah Perlu Diperkuat, Ini Alasannya

Mar 26, 2026 - 12:21
 0  3
Pengawasan Media Sosial Anak di Sekolah Perlu Diperkuat, Ini Alasannya

Penggunaan media sosial di kalangan anak-anak di Indonesia semakin meningkat signifikan. Berdasarkan data terbaru, sekitar 48 persen anak di bawah umur telah mengakses media sosial, sebuah angka yang menunjukkan bahwa hampir setengah dari generasi muda sudah terpapar dunia digital sejak dini. Data ini disampaikan oleh Suta Pranawijaya, Kepala Pengembangan Kompetensi Teknis Umum dan Fungsional BPSDM Riau sekaligus Pandu Literasi Komdigi, pada Kamis (26/3/2026).

Ad
Ad

Fenomena Akses Media Sosial Anak yang Semakin Meluas

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi yang semakin merambah ke seluruh lapisan masyarakat, tapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak negatif yang mungkin dialami anak-anak. Media sosial, meski menawarkan berbagai manfaat seperti akses informasi dan komunikasi, juga berpotensi membahayakan jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan edukasi yang memadai.

Anak-anak yang terlalu dini terpapar media sosial rentan terhadap konten negatif, bullying online, dan risiko keamanan data pribadi. Oleh karena itu, pengawasan ketat di lingkungan sekolah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.

Pentingnya Pengawasan Media Sosial di Lingkungan Sekolah

Sekolah sebagai tempat anak-anak menghabiskan waktu yang cukup besar memiliki peran strategis dalam mengawasi dan membimbing penggunaan media sosial. Suta Pranawijaya menegaskan bahwa pengawasan di lingkungan sekolah harus diperkuat agar anak-anak dapat menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.

  • Mengawasi aktivitas anak di media sosial untuk mencegah penyebaran konten negatif.
  • Memberikan edukasi literasi digital agar anak memahami risiko dan etika bermedia sosial.
  • Membangun komunikasi yang terbuka antara guru, orang tua, dan siswa tentang penggunaan media sosial.
  • Mengimplementasikan kebijakan sekolah terkait penggunaan gadget dan media sosial.

Peran Literasi Digital dalam Membentuk Pengguna Media Sosial yang Bijak

Selain pengawasan, edukasi literasi digital menjadi kunci utama untuk membentuk anak-anak menjadi pengguna media sosial yang kritis dan bijak. Literasi digital meliputi kemampuan memahami, menganalisis, dan memanfaatkan informasi digital secara tepat dan aman.

Program literasi digital yang dicanangkan oleh Komdigi dan BPSDM Riau merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak dalam menghadapi tantangan dunia maya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengawasan media sosial di lingkungan sekolah bukan semata soal pembatasan akses, melainkan tentang membekali anak dengan keterampilan dan kesadaran digital yang holistik. Data 48 persen anak yang sudah aktif di media sosial menunjukkan urgensi intervensi yang tidak bisa diabaikan. Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam melindungi anak dari dampak buruk digital sekaligus menjadi tempat pembelajaran literasi digital yang aplikatif.

Jika pengawasan dan edukasi ini diabaikan, risiko penyebaran informasi hoaks, perundungan siber, hingga kecanduan media sosial bisa meningkat drastis. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan produktif bagi anak-anak.

Ke depan, kita perlu menantikan kebijakan yang lebih konkret dan dukungan teknologi yang mampu memantau penggunaan media sosial secara efektif tanpa menghilangkan ruang kreativitas dan kebebasan anak secara sehat. Untuk informasi lengkap mengenai pengawasan media sosial anak, kunjungi sumber resmi RRI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad