671 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Kabupaten Demak, Ini Dampaknya

Apr 5, 2026 - 15:30
 0  10
671 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Kabupaten Demak, Ini Dampaknya

Ratusan hektare sawah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah mengalami dampak serius akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Seluas 671 hektare area persawahan yang tersebar di sembilan desa terdampak banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, limpasan air sungai, dan kerusakan tanggul di berbagai titik.

Ad
Ad

Dampak Banjir pada Sawah dan Infrastruktur di Demak

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyatakan bahwa ketinggian genangan banjir di area persawahan bervariasi. Selain lahan pertanian, banjir juga merendam sejumlah fasilitas penting lainnya. Data terakhir mencatat bahwa banjir telah menggenangi:

  • 2.116 rumah warga,
  • 29 tempat ibadah,
  • 18 sekolah.

Akibat kondisi ini, tercatat sebanyak 2.839 jiwa mengungsi per Sabtu (4/4), menunjukkan dampak sosial yang cukup signifikan dari bencana ini.

Penyebab Banjir dan Kerusakan Tanggul

Banjir yang terjadi pada Jumat (3/4) pagi tersebut dipicu oleh limpasan air Sungai Tuntang dan jebolnya tanggul di beberapa lokasi. Tanggul yang jebol di Desa Trimulyo meliputi tiga titik dengan panjang tanggul yang putus mencapai 30 meter dan beberapa bagian 10 meter. Di Desa Sidoharjo juga tercatat tiga lokasi tanggul jebol dengan panjang sekitar 15 meter.

Kerusakan tanggul ini menjadi penyebab utama banjir yang tidak hanya melanda sawah, tetapi juga perumahan dan fasilitas umum.

Kerugian dan Upaya Penanganan pada Lahan Pertanian

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, mengungkapkan bahwa lahan padi yang terendam banjir tersebar di beberapa desa terdampak, dengan kondisi paling parah di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, yang luasnya mencapai 660 hektare.

Menurut Agus, usia tanaman padi yang terendam rata-rata sekitar 30 hari. Hal ini memberikan sedikit harapan karena tanaman belum memasuki fase panen sehingga kerugian petani akibat puso mungkin tidak terlalu besar. Namun, tetap ada risiko kehilangan hasil panen yang harus diperhatikan.

"Nantinya, ketika ada yang mengalami puso tetap akan kami data untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari pusat," kata Agus.

Pelaksanaan pendataan ini penting agar para petani yang kehilangan tanaman padi bisa mendapatkan bantuan benih untuk penanaman ulang. Sebelumnya, lahan yang terdampak banjir juga sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan serupa, sehingga diharapkan petani dapat segera pulih dan kembali menanam.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda Kabupaten Demak bukan hanya soal kerusakan fisik lahan pertanian dan fasilitas umum, tetapi juga mengancam ketahanan pangan lokal jika tidak segera ditangani dengan tepat. Kerusakan tanggul yang berulang memperlihatkan masih lemahnya infrastruktur pengendalian banjir di wilayah ini.

Selain itu, meskipun usia tanaman padi yang terendam belum mencapai masa panen penuh, potensi kerugian ekonomi bagi petani dapat meningkat apabila banjir terjadi berulang atau air tidak segera surut. Pemerintah daerah bersama pusat harus meningkatkan program rehabilitasi tanggul dan memberikan bantuan yang memadai agar petani bisa cepat pulih.

Kita juga harus mengantisipasi perubahan pola curah hujan yang mungkin semakin ekstrem akibat perubahan iklim, sehingga bencana banjir seperti ini tidak menjadi semakin sering dan merugikan. Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini, simak terus perkembangan di situs resmi BPBD maupun Dinas Pertanian Kabupaten Demak.

Untuk laporan lengkap dan sumber berita, dapat dilihat pada Antara News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad