Tokenisasi Properti via Blockchain Diprediksi Capai Rp 67.450 Triliun di 2035

Mar 5, 2026 - 20:41
 0  5
Tokenisasi Properti via Blockchain Diprediksi Capai Rp 67.450 Triliun di 2035

Industri kripto kini semakin memperlihatkan potensi besar di sektor properti melalui teknologi blockchain, terutama dengan skema tokenisasi aset properti. Menurut data terbaru dari Deloitte Center for Financial Services, pasar tokenisasi properti diperkirakan akan tumbuh dari USD 300 miliar pada 2024 menjadi USD 4 triliun pada 2035. Jika dikonversi dengan kurs Rp 16.885 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp 67.450 triliun, angka yang menunjukkan peluang investasi yang sangat besar di masa depan.

Ad
Ad

Proyeksi Pertumbuhan Pasar Tokenisasi Properti

Tokenisasi properti adalah proses mengubah aset properti fisik menjadi token digital yang dapat diperdagangkan di platform berbasis blockchain. Skema ini memungkinkan investor untuk memiliki bagian dari properti tanpa harus membeli secara penuh, sehingga likuiditas aset meningkat.

Proyeksi pertumbuhan pasar tokenisasi properti yang sangat pesat ini didukung oleh peningkatan adopsi teknologi digital dalam industri keuangan dan real estate. Dari segi nilai, dengan perkiraan pertumbuhan lebih dari 13 kali lipat dalam 11 tahun ke depan, tokenisasi properti dipandang sebagai salah satu inovasi finansial paling revolusioner yang mampu mengubah cara masyarakat berinvestasi di sektor properti.

Respons dan Peran Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI)

Menyambut tren ini, Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) mulai mengarahkan perhatian anggotanya pada peluang digitalisasi aset melalui tokenisasi. Ketua ARKI, Florencia Irena Lipin, mengungkapkan bahwa kerjasama dengan platform digital seperti Pintu memberikan wawasan baru bagaimana hasil sewa rumah kost bisa dikelola lebih produktif melalui aset digital.

"Bisnis properti tradisional seperti rumah kost tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial," ujar Florencia.

Sementara itu, SVP Strategy & Business Pintu, Andy Putra, menyatakan bahwa anggota ARKI sangat antusias mempelajari investasi aset kripto dan tokenisasi, serta memahami manfaat dan risikonya. Pintu pun aktif memberikan edukasi dasar investasi kripto dan manajemen risiko agar pengusaha kos dapat mengelola diversifikasi usaha secara terukur.

Situasi Terkini Pasar Kripto dan Strategi Trading Derivatif

Meski pasar tokenisasi properti menjanjikan, pasar kripto secara umum masih menunjukkan volatilitas tinggi. Contohnya, harga Bitcoin (BTC) yang turun hampir 50% dari titik tertinggi USD 126.210 pada Oktober 2025 menjadi sekitar USD 68.000 per 16 Februari 2026. Kepala Pemasaran Produk Pintu, Iskandar Mohammad, menilai bahwa trading derivatif kripto dapat menjadi alternatif untuk memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus mengontrol risiko di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

"Trading derivatif kripto bukan hanya soal mengejar keuntungan, tapi juga mengantisipasi risiko," tutur Iskandar.

Data Coinglass menunjukkan bahwa ketika harga BTC turun ke USD 60 ribu pada 6 Februari 2026, pasar kripto mengalami likuidasi besar-besaran sebesar USD 4,85 miliar, yang menyebabkan indeks fear & greed anjlok ke level 6, terendah di awal tahun 2026.

Lima Fitur Unggulan Pintu untuk Minim Risiko Trading

Untuk merespons dinamika pasar, Pintu menghadirkan lima fitur trading yang dirancang untuk membantu investor mengelola risiko secara lebih efektif:

  • Take Profit dan Stop Loss: Mengatur target keuntungan dan batas kerugian secara otomatis.
  • Adjustable Leverage hingga 25x: Menyesuaikan tingkat leverage sesuai profil risiko trader.
  • Price Protection: Melindungi posisi dari slippage ekstrem saat volatilitas pasar tinggi.
  • Initial Margin Buffer: Menyediakan margin cadangan agar posisi tidak cepat terkena likuidasi.
  • Stop Order: Memungkinkan eksekusi otomatis saat harga mencapai level tertentu.

Dengan fitur-fitur ini, Pintu berupaya memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi investor untuk masuk dan keluar pasar dengan strategi yang lebih terukur.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tokenisasi properti melalui blockchain bukan sekadar tren teknologi, melainkan revolusi fundamental dalam pengelolaan aset dan investasi. Nilai pasar yang diprediksi mencapai Rp 67.450 triliun pada 2035 menandakan bahwa model investasi fractional ownership akan menjadi norma baru, membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat dengan modal terbatas untuk berinvestasi di properti.

Namun, tantangan utama yang perlu diperhatikan adalah edukasi dan regulasi yang memadai agar risiko investasi digital dapat diminimalisasi. Kerjasama antara asosiasi seperti ARKI dan platform digital seperti Pintu menjadi contoh sinergi yang tepat untuk memperkuat literasi dan kepercayaan publik.

Ke depan, penting juga untuk memantau bagaimana dinamika pasar kripto yang volatil berdampak pada tokenisasi properti. Jika volatilitas dapat dikelola dengan baik, tokenisasi bisa menjadi solusi likuiditas yang selama ini menjadi kendala utama di sektor properti tradisional.

Para pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan regulasi, teknologi, dan tren pasar agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat dan menguntungkan di era digital ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad