Review Peaky Blinders: The Immortal Man, Film Tommy Shelby Kembali ke Layar Lebar
Peaky Blinders: The Immortal Man hadir sebagai kelanjutan dari kisah gangster Tommy Shelby yang diperankan kembali oleh Cillian Murphy. Setelah 13 tahun memikat penonton lewat serial televisi, karya Steven Knight ini akhirnya membawa karakter ikonik ke layar lebar dengan latar waktu bergeser enam tahun ke masa Perang Dunia II.
Plot dan Setting yang Kental dengan Nuansa Peaky Blinders
Film ini dibuka dengan situasi tahun 1940, saat agen Nazi Beckett (diperankan Tim Roth) merekrut Duke Shelby (Barry Keoghan), ketua baru Peaky Blinders, untuk membantu menyebarkan uang palsu demi merusak ekonomi Inggris. Namun, kehadiran Duke memaksa sang ayah, Tommy Shelby, untuk kembali ke Birmingham dan "menyelamatkan" putranya dari bahaya yang mengancam.
Meski berlatar Perang Dunia II dan menghadirkan plot konspirasi Nazi, The Immortal Man terasa lebih seperti episode panjang dari serial TV daripada film berdiri sendiri yang berdimensi lebih luas. Sebagian besar adegan masih berpusat di lokasi-lokasi ikonik seperti pub Garrison, dermaga kanal, gudang, dan lorong-lorong yang berasap, tempat kita biasa melihat para Peaky Blinders beroperasi.
Perjalanan Tommy Shelby yang Penuh Bayangan
Film ini menampilkan sisi Tommy yang lebih suram dan tertekan, terlihat dari kebiasaan barunya yang menghabiskan waktu di rumah mewah yang mulai lapuk, mengenakan kardigan, menulis memoar, merokok opium, dan dihantui oleh bayangan masa lalu serta anggota keluarga yang hilang. Perjuangan emosional ini menambah kedalaman karakter Shelby yang selama ini dikenal dingin dan penuh kalkulasi.
Kehadiran Rebecca Ferguson sebagai saudara kembar ibu Duke yang misterius memberi warna baru dalam cerita, sekaligus menjadi alasan Tommy kembali ke Birmingham. Setelah kembali mengenakan topi newsboy dan setelan tiga potong yang menjadi ciri khasnya, ia kembali menapak jalanan dengan penuh gaya, mengatur strategi, dan melakukan aksi penuh ketegangan, termasuk adegan pertempuran senjata dengan agen Nazi.
Generasi Baru Peaky Blinders dan Dinamika Keluarga
Barry Keoghan sebagai Duke Shelby menghadirkan sosok penerus yang bermasalah dan penuh tantangan. Ia berhasil menampilkan sosok yang cukup kontras dan menarik dibandingkan peran Cillian Murphy sebagai ayahnya. Namun, chemistry antara keduanya kurang kuat sehingga benturan antar generasi yang diharapkan terasa kurang maksimal.
Film ini juga menghadirkan sejumlah peristiwa besar yang memengaruhi alur cerita, namun penyelesaiannya terasa terlalu rapi dan kurang menggigit bagi penonton yang mengharapkan konflik yang lebih kompleks.
Kesimpulan: Film untuk Penggemar Setia, Kurang bagi Penonton Baru
The Immortal Man mempertahankan gaya edgy dan atmosfer gelap khas Peaky Blinders, dengan tata artistik dan soundtrack yang tetap memukau. Namun, film ini lebih terasa sebagai perpanjangan dari serial dengan durasi yang lebih panjang, bukan sebagai sebuah karya sinematik yang berdiri sendiri dengan cakupan cerita yang lebih luas.
Penggemar lama Peaky Blinders akan menikmati nostalgia dan kelanjutan kisah Tommy Shelby, sementara penonton baru mungkin akan merasa kurang mendapatkan konteks dan kedalaman karakter yang cukup.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, Peaky Blinders: The Immortal Man menunjukkan bagaimana waralaba besar terkadang memilih jalan aman dengan memperkuat basis penggemar daripada mengeksplorasi inovasi cerita secara radikal. Meskipun latar Perang Dunia II memberikan potensi untuk memperluas narasi dan memperkenalkan konflik yang lebih kompleks, film ini justru tetap berpegang pada formula lama yang telah terbukti sukses.
Kembalinya Tommy Shelby ke Birmingham dengan segala beban psikologisnya menambah dimensi karakter yang lebih manusiawi, namun kurangnya interaksi dramatis yang kuat antara generasi baru dan lama menjadi kesempatan yang terlewatkan untuk memperdalam cerita. Ini bisa menjadi pertanda bahwa franchise ini akan terus mengandalkan nostalgia dan fan service dalam pengembangannya ke depan.
Ke depannya, penting untuk menantikan apakah film berikutnya atau proyek spin-off akan berani mengambil risiko lebih besar dalam mengeksplorasi dunia Peaky Blinders, agar tidak hanya sekedar menjadi "episode panjang" tapi sebuah pengalaman sinematik yang berdampak luas dan menarik bagi audiens baru maupun lama.
Dengan demikian, bagi mereka yang sudah menantikan kelanjutan kisah Tommy Shelby, film ini tetap menjadi tontonan yang layak, namun jangan berharap banyak kejutan yang mengguncang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0