Oracle Rencanakan Pemutusan Ribuan Karyawan Akibat Krisis Dana Investasi AI

Mar 6, 2026 - 03:50
 0  5
Oracle Rencanakan Pemutusan Ribuan Karyawan Akibat Krisis Dana Investasi AI

Oracle Corp. berencana melakukan pemutusan ribuan karyawan sebagai bagian dari upaya mengatasi krisis keuangan yang muncul akibat ekspansi besar-besaran pusat data untuk mendukung beban kerja kecerdasan buatan (AI).

Ad
Ad

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, pemutusan ini akan menyasar berbagai divisi di seluruh perusahaan dan dapat mulai dilakukan secepat bulan ini. Beberapa posisi yang akan dipangkas adalah jenis pekerjaan yang diperkirakan akan berkurang karena peran AI yang semakin dominan.

Transformasi Oracle Menuju Pemain AI dan Cloud Computing

Dipimpin oleh Ketua Larry Ellison, Oracle tengah melakukan pembangunan pusat data yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung beban kerja AI bagi pelanggan seperti OpenAI. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai penyedia perangkat lunak basis data ini, dalam beberapa tahun terakhir bertransformasi untuk memperkuat unit komputasi awannya dengan fokus utama pada AI.

Tujuannya jelas: menjadi pesaing yang layak melawan raksasa pasar seperti Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp. untuk layanan cloud dan AI.

Proyeksi Keuangan dan Dampak Pemangkasan Karyawan

Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, pengeluaran unit cloud untuk pembangunan pusat data diperkirakan akan membuat arus kas Oracle menjadi negatif dalam beberapa tahun mendatang. Namun, investasi besar ini diharapkan mulai membuahkan hasil pada tahun 2030.

Bulan lalu, Oracle mengumumkan rencana penggalangan dana hingga US$50 miliar tahun ini melalui kombinasi penjualan utang dan saham untuk mendukung ekspansi tersebut.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut juga menyebut bahwa pemangkasan karyawan kali ini akan jauh lebih luas daripada pemutusan kerja bergulir yang biasa dilakukan Oracle. Selain itu, perusahaan juga tengah meninjau kembali banyak lowongan kerja di divisi cloud, yang berimbas pada pelambatan atau pembekuan proses perekrutan.

Oracle belum memberikan komentar resmi terkait rencana ini. Per Mei 2025, perusahaan mempekerjakan sekitar 162.000 karyawan secara global. Namun, perencanaan pemutusan kerja masih berlangsung dan bisa berubah.

Respons Pasar dan Tren Industri Teknologi

Langkah awal Oracle sebagai penyedia cloud AI sempat mendapat sambutan positif dari investor dengan kenaikan saham sebesar 61% pada 2024 dan 20% pada tahun berikutnya. Namun, meningkatnya biaya investasi membuat pasar mulai meragukan prospek perusahaan. Sejak puncak harga saham pada September 2025, saham Oracle turun sebesar 54% hingga penutupan Rabu lalu.

Saham Oracle bahkan sempat turun 1,5% menjadi US$150,12 setelah laporan rencana pemutusan kerja ini terpublikasi.

Biaya tinggi dalam pengembangan AI juga memaksa banyak perusahaan teknologi melakukan pengurangan karyawan. Tahun lalu, Microsoft mem-PHK sekitar 15.000 pekerja terkait peningkatan pengeluaran pusat data dan pengembangan AI. Baru-baru ini, Block Inc. mengumumkan pemangkasan hampir separuh stafnya, dengan pendiri Jack Dorsey menyebut efisiensi AI sebagai alasan utama.

Restrukturisasi Terbesar dalam Sejarah Oracle

Pada September lalu, Oracle mengungkapkan dalam dokumen resmi rencana restrukturisasi terbesar dalam sejarahnya, yang diperkirakan akan menelan biaya hingga US$1,6 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Mei 2026, termasuk biaya pesangon untuk karyawan yang keluar.

Rencana ini jauh lebih besar dibandingkan restrukturisasi sebelumnya yang pernah dilakukan perusahaan. Oracle dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga fiskal pada hari Selasa mendatang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Oracle untuk memangkas ribuan pekerja di tengah ekspansi agresif pusat data AI menunjukkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan teknologi besar dalam menyeimbangkan antara investasi jangka panjang dan tekanan keuangan jangka pendek. Meski fokus pada AI adalah keharusan strategis, biaya tinggi dan ketidakpastian pasar membuat perusahaan harus mengambil keputusan sulit seperti pengurangan tenaga kerja.

Hal ini juga mencerminkan tren luas di industri teknologi dimana efisiensi dan otomatisasi berbasis AI menyebabkan pergeseran besar dalam kebutuhan tenaga kerja. Investor dan pasar kini semakin menuntut hasil nyata dari investasi besar ini, terutama saat Oracle berusaha mengejar ketertinggalan dari Amazon dan Microsoft.

Pembaca sebaiknya mengawasi pengumuman laporan keuangan Oracle berikutnya, karena hasilnya bisa menjadi indikator penting apakah strategi besar Oracle akan berhasil atau justru memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, gerakan perusahaan lain di sektor AI dan cloud computing juga akan terus membentuk persaingan di industri teknologi global.

Oracle berada di persimpangan krusial antara inovasi dan keberlanjutan bisnis, dan keputusan yang diambil dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan posisinya di pasar teknologi dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad