Golkar Sentil PSI Partai Anak Muda tapi Rekrut Orang Tua di Sulsel

Mar 6, 2026 - 11:00
 0  3
Golkar Sentil PSI Partai Anak Muda tapi Rekrut Orang Tua di Sulsel

MAKASSAR, FAJAR – Ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menjadikan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai "kandang gajah" atau basis kemenangan dalam Pemilu 2026, mendapat respons langsung dari Partai Golkar. Meskipun PSI terus menunjukkan geliatnya, Golkar menilai partai berlambang pohon beringin itu tidak perlu merasa terancam dan bahkan menyoroti konsistensi identitas PSI sebagai partai anak muda.

Ad
Ad

Ambisi PSI dan Sikap Golkar Sulsel

PSI, yang dikenal sebagai partai yang mengusung kader muda dan progresif, memang sedang gencar melakukan konsolidasi di Sulsel. Hal ini diperkuat dengan kehadiran Presiden RI dua periode, Joko Widodo, yang secara khusus datang menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar pada Januari 2026 lalu.

Namun, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin Mohamad Said, menyatakan bahwa Golkar tidak merasa terancam oleh langkah PSI tersebut. Menurutnya, kehadiran Presiden Jokowi di barisan PSI adalah hak politik yang harus dihormati, dan bukan ancaman bagi Golkar.

"Tidaklah. Ngapain kita khawatir dengan itu," tegas Muhidin beberapa waktu lalu. "Golkar ini partai besar dan sudah pengalaman dengan hal-hal seperti itu."

Muhidin juga menambahkan bahwa banyak kader PSI yang sebenarnya berasal dari Golkar, sehingga Golkar sudah memahami cara menghadapi dinamika tersebut. Ia mencontohkan sosok seperti RMS (Ridwan Muhaimin Said) yang juga belajar politik di Golkar.

PSI: Partai Anak Muda tapi Rekrut Orang Tua

Sikap kritis terhadap PSI juga datang dari kalangan internal partai muda lain, yaitu Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Arief Rosyid. Ia mengungkapkan sebuah paradoks menarik, di mana PSI yang mengklaim sebagai partai anak muda ternyata banyak merekrut tokoh-tokoh yang sudah berusia tua.

Menurut Arief, ini justru bertolak belakang dengan Golkar yang kerap dianggap sebagai partai orang tua, namun kenyataannya memiliki banyak kader muda yang aktif dan berpengaruh.

"Partai yang menggaungkan diri sebagai partai anak muda pada akhirnya juga merekrut orang-orang tua," ujar Arief. "Ini berbanding terbalik dengan Golkar yang dianggap partai orang tua, tapi banyak anak muda di dalamnya."

Sejarah dan Strategi Politik Golkar di Sulsel

Golkar selama ini dikenal sebagai partai yang kuat di Sulsel dengan basis massa yang luas dan jaringan kader yang solid. Partai ini sering dijuluki sebagai partai lama namun tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui regenerasi kader muda dan pendekatan politik yang dinamis.

Pengalaman panjang Golkar menghadapi berbagai tantangan politik nasional maupun daerah, termasuk persaingan dari partai-partai baru seperti PSI, menjadi modal penting untuk mempertahankan posisi dominannya di Sulsel.

Selain itu, Golkar juga aktif membina kader-kader muda yang potensial, sehingga tudingan sebagai partai orang tua mulai terkikis seiring masuknya kepemimpinan generasi baru yang energik dan inovatif.

Rekrutmen Kader di PSI dan Dinamika Politik Anak Muda

PSI dikenal sejak awal sebagai partai yang lahir dari semangat perubahan dan melibatkan kaum muda dalam pengambilan keputusan politik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa PSI juga membuka ruang bagi figur senior, baik untuk pengalaman maupun jaringan politik.

Langkah ini dinilai oleh sebagian pihak sebagai strategi untuk memperkuat posisi dan memperluas basis dukungan, meski menimbulkan kritik soal konsistensi citra partai anak muda yang selama ini diusung.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Golkar yang menilai PSI bukan ancaman di Sulsel bukan sekadar bentuk optimisme, melainkan didasarkan pada pengalaman dan kedalaman jaringan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Golkar memang menghadapi ujian dari partai-partai baru, tetapi struktur dan loyalitas kadernya masih menjadi kekuatan utama.

Di sisi lain, kritik terhadap PSI terkait perekrutan tokoh senior membuka diskursus menarik tentang bagaimana partai anak muda dapat menjaga identitasnya sambil tetap memperkuat posisi politik. PSI perlu menyeimbangkan antara semangat perubahan yang muda dan kebutuhan akan pengalaman politik agar bisa bersaing secara efektif.

Ke depan, dinamika politik Sulsel akan semakin menarik untuk diikuti, terutama menjelang Pemilu 2026. Pemilih muda yang menjadi basis potensial PSI harus diyakinkan bahwa partai ini benar-benar mewakili aspirasi mereka, sementara Golkar akan terus mengandalkan strategi regenerasi dan pengalaman untuk mempertahankan pengaruhnya.

Ketegangan antara partai lama dan baru ini mencerminkan transformasi politik Indonesia yang dinamis, di mana regenerasi kepemimpinan dan adaptasi strategi menjadi kunci kemenangan.

Kesimpulan

PSI berambisi kuat menjadikan Sulsel sebagai basis kemenangan, namun Golkar tetap optimis dan tidak merasa terancam. Kritik soal konsistensi PSI sebagai partai anak muda yang merekrut tokoh tua menjadi sorotan menarik dalam persaingan politik di Sulsel. Masyarakat dan pengamat politik harus terus memantau bagaimana kedua partai ini menjalankan strategi mereka menjelang Pemilu 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad