Daftar Nama dan Usia Anak-Anak Korban Serangan Rudal AS-Israel di Sekolah Iran
Pada Sabtu pagi tanggal 6 Maret 2026, sebuah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel mengguncang sekolah dasar Shajareh Tayyeb di kota Minab, provinsi Hormozgan, Iran. Serangan rudal ganda ini menewaskan 165 orang, mayoritas adalah anak-anak perempuan dan laki-laki yang tengah menuntut ilmu di sekolah tersebut.
Detil Serangan dan Kondisi Korban
Menurut informasi dari dua petugas pertolongan pertama dan orang tua korban, korban meninggal dunia akibat dua gelombang serangan. Rudal pertama menghantam sekolah dan menyebabkan kepanikan. Para guru segera memindahkan sejumlah siswa ke ruang salat sebagai tempat berlindung. Kepala sekolah pun menghubungi orang tua untuk menjemput anak-anak mereka. Namun, saat orang tua dan beberapa siswa berkumpul, rudal kedua menghantam lokasi yang sama, menewaskan banyak penyintas dari serangan pertama.
"Saya merasa seperti bisu. Saya tidak bisa berbicara. Anda bisa mendengar suara anak-anak menangis dan menjerit," ungkap salah satu staf sekolah kepada Middle East Eye.
Petugas medis Bulan Sabit Merah menjelaskan, upaya evakuasi dan penyelamatan menjadi sangat sulit akibat serangan bertubi-tubi ini yang menargetkan lokasi yang sama.
Daftar Nama dan Usia Korban Anak-Anak
Middle East Eye (MEE) telah mengumpulkan data korban dari berbagai sumber, termasuk Federasi Senam Iran dan kantor berita Tasnim. Dari 61 nama yang berhasil diverifikasi, korban terdiri dari 25 anak laki-laki, 26 anak perempuan, delapan wanita dewasa, satu pria, dan seorang bayi berusia dua bulan. Berikut adalah sebagian daftar korban anak-anak yang tewas:
- Hana Dehqani, 8 tahun
- Fatemeh Salari, 34 tahun
- Reza Habashian, 7 tahun
- Arya Bahadori, 9 tahun
- Ali Asghar Zaeri, 8 tahun
- Zahra Bahrami, 7 tahun
- Ahmad Soltani, 8 tahun
- Hamed Par-ashegh-nezhad, 7 tahun
- Fatemeh Yazdan-panah, usia tidak diketahui
- Mahdis Nazari, 7 tahun
- Athena Chamani-nezhad, 6 tahun
- Amirghasem Zaeri, 7 tahun
- Fatemeh Dorazehi, 10 tahun
- Arad Ahmadizadeh, 8 tahun
- Saman Karimzadeh, 7 tahun
- Fatemeh Shahdadi, usia tidak diketahui
Daftar ini masih belum lengkap dan kemungkinan akan bertambah seiring berjalannya waktu dan investigasi lebih lanjut.
Reaksi dan Investigasi Serangan
Setelah serangan berlangsung, Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi penyebab pasti atau motif serangan ini.
Serangan ini menambah ketegangan yang sudah tinggi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Iran sendiri mengecam keras aksi ini dan menyatakan akan mengambil langkah tegas sebagai balasan terhadap invasi dan agresi semacam ini.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, serangan yang menewaskan ratusan anak-anak ini bukan hanya tragedi kemanusiaan tetapi juga menandai eskalasi serius dalam konflik geopolitik yang melibatkan kekuatan besar. Menargetkan sekolah dasar dengan serangan rudal menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap nyawa sipil dan kemungkinan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Lebih jauh, dampak psikologis dan sosial bagi masyarakat Iran, khususnya keluarga korban, akan sangat mendalam. Trauma kolektif ini bisa memperburuk hubungan antara Iran dan negara-negara Barat yang terlibat, serta memicu gelombang anti-Barat yang lebih besar di kawasan.
Penting bagi komunitas internasional untuk memantau perkembangan penyelidikan dan menuntut akuntabilitas dari pihak-pihak yang terlibat. Selain itu, langkah diplomasi perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang dan perdamaian dapat tercapai.
Ke depan, publik dunia harus tetap waspada terhadap dinamika konflik di Timur Tengah yang masih sangat rapuh. Informasi dan data korban yang terus diperbarui harus menjadi pengingat akan harga mahal perang dan urgensi penyelesaian konflik secara damai.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0