AS Ditinggal Sekutu, Perang Trump ke Iran Berpotensi Berantakan dan Untungkan China

Mar 7, 2026 - 07:20
 0  13
AS Ditinggal Sekutu, Perang Trump ke Iran Berpotensi Berantakan dan Untungkan China

Amerika Serikat (AS) kembali terlibat konflik militer di Timur Tengah dengan menyerang Iran di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Namun, kali ini situasinya sangat berbeda dibandingkan dengan perang-perang AS sebelumnya di kawasan tersebut. AS mulai kehilangan dukungan dari sekutu-sekutunya, yang berpotensi membuat aksi perang Trump ke Iran menjadi berantakan dan sekaligus membuka peluang strategis bagi China.

Ad
Ad

Mengabaikan Sistem Hukum Internasional

Serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, mendapat kritik keras karena dianggap melanggar aturan hukum internasional. Analis dari German Marshall Fund, Kristina Kausch, menilai langkah Washington memperkuat persepsi bahwa AS semakin mengabaikan legalitas global. Menurutnya, Washington tidak lagi merasa perlu membangun legitimasi internasional sebelum bertindak militer.

Persepsi negatif terhadap kepemimpinan Trump di Eropa semakin memburuk, terutama setelah kontroversi ancaman pengambilalihan Greenland, wilayah Denmark yang merupakan sekutu NATO. Kebijakan luar negeri Trump yang berfokus pada America First dengan menarik AS dari berbagai lembaga multilateral memperbesar isolasi negara itu di panggung global.

Mantan pejabat keamanan nasional AS, Nadia Schadlow, menambahkan bahwa konflik Iran mencerminkan keterbatasan lembaga internasional seperti PBB dalam mencegah perang, karena negara sering tetap bertindak sendiri demi keamanan nasionalnya.

Dukungan Terbatas dari Sekutu

Berbeda dengan perang Teluk 1991 yang didukung koalisi luas dan invasi Irak 2003 yang mendapatkan dukungan signifikan, kini sekutu AS mulai ogah-ogahan mendukung perang Trump ke Iran. Contohnya, Inggris yang dipimpin PM Keir Starmer membatasi penggunaan pangkalan militernya hanya untuk operasi pertahanan, bukan ofensif. PM Spanyol Pedro Sanchez menolak pangkalan negaranya dipakai AS karena menganggap ini bukan perangnya.

Trump pun bereaksi keras, mengecam Starmer dan mengancam memutus hubungan dagang dengan Sanchez. Kristina Kausch menilai sikap ini memperkuat kesan bahwa AS di bawah Trump menganggap dirinya di atas hukum dan tidak peduli pada opini internasional.

Beberapa negara masih memberikan dukungan terbuka seperti Australia, Argentina, dan Paraguay. PM Kanada Mark Carney mendukung upaya pencegahan Iran punya senjata nuklir namun mengimbau agar konflik diredakan. Sementara PM Prancis Emmanuel Macron menilai serangan tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Keuntungan Strategis bagi China

Konflik ini juga berpotensi memberikan keuntungan strategis bagi China. Peneliti Center for a New American Security, Jacob Stokes, menjelaskan bahwa perang di Timur Tengah dapat menguras persediaan senjata AS yang seharusnya dipersiapkan untuk kemungkinan konflik di Taiwan.

Selain itu, Beijing bisa memanfaatkan kesempatan untuk mengamati langsung bagaimana militer AS menjalankan operasi perang modern, yang menjadi keuntungan strategis besar jika AS kembali terjebak dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, situasi ini menandai babak baru dalam hubungan internasional dan strategi militer AS. Isolasi AS dari sekutu-sekutunya merupakan indikasi melemahnya pengaruh global Washington yang selama ini menjadi pilar utama stabilitas geopolitik. Kebijakan America First yang agresif ternyata menimbulkan efek sebaliknya: negara-negara sekutu mulai menolak ikut serta dalam konflik yang dinilai merugikan kepentingan bersama.

Lebih jauh, perang ini bukan hanya soal kekuatan militer, melainkan juga soal legitimasi moral dan politik. Keterasingan AS berpotensi membuka ruang bagi China untuk memperluas pengaruhnya di kawasan strategis, termasuk Timur Tengah dan Asia Pasifik. China bisa memanfaatkan ketidakstabilan ini untuk memperkuat posisinya, terutama dalam konteks persaingan global dengan Amerika.

Ke depan, penting bagi pembaca memantau bagaimana respons negara-negara lain, terutama NATO dan negara-negara ASEAN, serta perkembangan kebijakan luar negeri AS pasca-konflik ini. Apakah isolasi AS akan terus berlanjut atau justru memicu perubahan strategi? Ini akan sangat menentukan arah geopolitik global di tahun-tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad