Profesor Madya Dr. Ha Thi Thanh Huong Kembangkan AI Diagnosa Penyakit Otak di Vietnam

Mar 7, 2026 - 08:01
 0  3
Profesor Madya Dr. Ha Thi Thanh Huong Kembangkan AI Diagnosa Penyakit Otak di Vietnam

Profesor Madya Dr. Ha Thi Thanh Huong, ilmuwan lulusan Universitas Stanford, berhasil mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendiagnosis penyakit Alzheimer dan menginisiasi pembangunan ekosistem penelitian otak manusia di Vietnam. Inovasi ini menjadi terobosan penting dalam bidang neurologi dan teknologi medis di negara tersebut.

Ad
Ad

Awal Perjalanan dan Pendidikan Dr. Ha Thi Thanh Huong

Lahir pada tahun 1989 di Kota Ho Chi Minh, dari keluarga guru ilmu pengetahuan alam, Dr. Huong sudah menunjukkan minat besar pada riset sejak dini. Pengalaman mendampingi kerabat yang dirawat di rumah sakit jiwa mendorongnya fokus pada gangguan otak dan kesehatan mental.

Setelah lulus sebagai mahasiswa terbaik di bidang Bioteknologi dari Universitas Nasional Vietnam di Ho Chi Minh City, ia melanjutkan studi di Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford dan Rumah Sakit Penyakit Tropis Ho Chi Minh City, menguasai metode biomedis modern dan memperluas fokus ke neurologi.

Titik balik kariernya terjadi saat mendapatkan beasiswa dari Yayasan Pendidikan Vietnam (VEF) untuk meraih gelar PhD di bidang ilmu saraf di Universitas Stanford, pusat riset terkemuka dunia pada ilmu saraf dan AI. Di Stanford, ia meneliti mekanisme neurologis penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer, lulus PhD tahun 2018, lalu memilih kembali ke Vietnam untuk mengabdi.

Mendirikan Brain Health Lab dan Tantangan Penelitian AI di Vietnam

Setibanya di Vietnam, Dr. Huong bergabung dengan Universitas Internasional, Universitas Nasional Vietnam di Kota Ho Chi Minh untuk mengajar sekaligus mengembangkan riset di bidang teknik biomedis. Ia mendirikan Brain Health Lab, laboratorium fokus pada gangguan neurologis umum pada lansia, terutama Alzheimer dan penurunan kognitif.

Menurut Dr. Huong, kendala utama pengembangan AI di bidang medis Vietnam adalah keterbatasan data berkualitas. Data neurologis yang terstandarisasi dan berskala besar sangat sulit didapat karena biaya tinggi, waktu pengumpulan lama, dan perlu kolaborasi intensif antara peneliti dan rumah sakit. Tanpa data representatif, model AI hanya akan menjadi eksperimen tanpa aplikasi nyata.

Oleh karena itu, tim Dr. Huong memprioritaskan pembangunan basis data neurologis dari pasien Vietnam sebagai fondasi utama pengembangan model AI yang sesuai karakteristik biologis dan konteks layanan kesehatan lokal.

Inovasi AI dalam Diagnosis dan Intervensi Penyakit Alzheimer

Salah satu pencapaian utama laboratorium adalah pengembangan perangkat lunak Brain Analytics, yang memanfaatkan AI untuk menganalisis citra MRI otak. Alat ini membantu mendeteksi tanda awal Alzheimer secara lebih cepat dan akurat, sehingga mempercepat diagnosis dan membantu dokter dalam pengambilan keputusan klinis.

Selain itu, tim juga mengembangkan aplikasi digital BrainTrain untuk intervensi kognitif pada pasien dengan gangguan kognitif ringan (MCI). Aplikasi ini mengombinasikan latihan kognitif dengan analisis data EEG untuk memantau perubahan aktivitas otak secara real-time.

"Kami menggabungkan penilaian klinis dengan data biologis seperti EEG untuk membangun model prediktif intervensi kognitif yang efektif melalui platform digital," jelas Dr. Ha Thi Thanh Huong.

Hasil penggunaan BrainTrain menunjukkan peningkatan signifikan pada tes MMSE pasien, dengan beberapa di antaranya berhasil kembali ke fungsi kognitif normal setelah mengalami gangguan ringan. Program ini sudah diuji coba di fasilitas medis di Kota Ho Chi Minh dengan dukungan Departemen Kesehatan dan dokter Rumah Sakit Militer 175.

Dr. Huong juga mencatat, "Awalnya banyak lansia ragu terhadap teknologi, tetapi setelah bimbingan, mereka aktif berlatih dan memantau kemajuan, dengan hasil peningkatan daya ingat dan konsentrasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari."

Perhatian pada Kesehatan Mental dan Terapi Digital

Selain Alzheimer, Dr. Huong juga fokus pada kesehatan mental, khususnya depresi. Ia menekankan bahwa depresi merupakan gangguan biologis otak, bukan sekadar masalah kemauan keras atau berpikir positif seperti yang sering disalahpahami masyarakat.

Untuk itu, timnya mengembangkan aplikasi Neurai-CBT yang mendukung terapi perilaku kognitif (CBT) secara digital, memberikan solusi inovatif untuk membantu pasien depresi melalui platform yang mudah diakses.

Penghargaan dan Visi Masa Depan

Dr. Huong telah menerima banyak penghargaan bergengsi, seperti "Wanita Masa Depan Asia Tenggara" 2023, Penghargaan Karir Awal dari Organisasi Penelitian Otak Internasional (IBRO), serta L'Oréal-UNESCO untuk Perempuan dalam Sains Vietnam 2022. Pada akhir 2025, ia diangkat sebagai Profesor Madya, pengakuan atas dedikasi dan prestasinya.

Dalam kata-katanya, "Saya tidak berharap dikenang karena penghargaan, melainkan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem penelitian otak yang mandiri di Vietnam, dengan data, teknologi, dan layanan yang mampu melayani masyarakat secara langsung."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inovasi Dr. Ha Thi Thanh Huong menandai kemajuan signifikan dalam riset neurologi dan aplikasi AI di Vietnam, sebuah negara dengan populasi lansia yang terus bertambah dan tantangan medis yang kompleks. Pengembangan model AI berbasis data lokal menghadirkan potensi revolusioner dalam diagnosis dan intervensi penyakit otak yang selama ini sulit ditangani secara efektif.

Selain itu, pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teknologi digital dengan intervensi klinis membuka jalan bagi transformasi layanan kesehatan otak yang lebih personal dan terjangkau. Hal ini juga menunjukkan bahwa pengembangan sains dan teknologi di Vietnam mulai mampu bersaing di kancah global, khususnya di bidang kesehatan digital.

Ke depan, pembentukan ekosistem riset yang solid dan pengembangan data berkualitas harus menjadi fokus utama agar inovasi seperti ini dapat terus berkembang dan berdampak luas. Masyarakat dan pemerintah perlu mendukung kolaborasi riset, pendanaan, serta edukasi publik agar teknologi ini bisa diakses secara luas dan membawa manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat Vietnam.

Terus ikuti perkembangan riset dan inovasi teknologi kesehatan di Vietnam yang menjanjikan perubahan besar dalam deteksi dini dan pengobatan penyakit otak yang selama ini menjadi tantangan global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad