Banjir Jakarta Rendam 39 RT dan 13 Ruas Jalan, Ini Daerah Terdampak Terparah

Mar 8, 2026 - 07:40
 0  3
Banjir Jakarta Rendam 39 RT dan 13 Ruas Jalan, Ini Daerah Terdampak Terparah

Banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada Minggu akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 39 rukun tetangga (RT) dan 13 ruas jalan mengalami genangan air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter.

Ad
Ad

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya menjadi penyebab utama banjir tersebut. Upaya penanggulangan dan pemantauan terus dilakukan oleh BPBD bersama dinas terkait untuk mengatasi dampak banjir.

Daerah Terdampak Banjir di Jakarta Barat dan Selatan

Berdasarkan data BPBD, banjir tersebar di dua wilayah utama, yaitu Jakarta Barat dan Jakarta Selatan dengan rincian sebagai berikut:

Jakarta Barat (19 RT terdampak)

  • Kelurahan Kedaung Kali Angke: 4 RT, ketinggian air 60-70 cm
  • Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT, ketinggian 30 cm
  • Kelurahan Kedoya Utara: 4 RT, ketinggian 20 cm
  • Kelurahan Sukabumi Selatan: 2 RT, ketinggian 120 cm
  • Kelurahan Joglo: 1 RT, ketinggian 65 cm
  • Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT, ketinggian 50 cm
  • Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT, ketinggian 60 cm

Jakarta Selatan (20 RT terdampak)

  • Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT, ketinggian 120 cm
  • Kelurahan Cipete Utara: 3 RT, ketinggian 100 cm
  • Kelurahan Petogogan: 12 RT, ketinggian 20 cm
  • Kelurahan Pela Mampang: 1 RT, ketinggian tertinggi 150 cm
  • Kelurahan Duren Tiga: 1 RT, ketinggian 50 cm
  • Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT, ketinggian 120 cm

13 Ruas Jalan yang Terendam Banjir

Selain RT yang terendam, sejumlah ruas jalan juga mengalami genangan dengan ketinggian air antara 10 hingga 120 cm. Berikut daftar ruas jalan terdampak:

  1. Jl. Srengseng Raya, Kel. Srengseng
  2. Jl. Daan Mogot, KM 13, Kel. Rawa Buaya
  3. Jl. Perumahan Green Garden (MCD), Kel. Kedoya Utara
  4. Jl. Meruya Selatan, Kel. Meruya Selatan
  5. Jl. Daan Mogot (Depan Victoria), Kel. Cengkareng Timur
  6. Jl. Daan Mogot Halte Taman Kota, Kel. Kedaung Kali Angke
  7. Jl. Kapten Pierre Tendean, Kel. Kuningan Barat
  8. Jl. Cileduk Raya (Seskoal), Kel. Cipulir
  9. Jl. Cileduk Raya (Kolong ITC), Kel. Cipulir
  10. Jl. Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kel. Ulujami
  11. Jl. Bintaro Permai Raya (H. Gari), Kel. Pesanggrahan
  12. Jl. Beo, Kel. Pesanggrahan
  13. Jl. Swadarma Raya, Kel. Ulujami

Upaya Penanggulangan dan Imbauan BPBD

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan air secara intensif di berbagai wilayah terdampak. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan sistem drainase serta tali air berfungsi optimal.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan. Jika dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112, layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam nonstop," ujar Mohamad Yohan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Jakarta mengingatkan pentingnya perbaikan sistem drainase dan penataan ruang yang lebih baik di ibu kota. Banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter di beberapa RT menunjukkan bahwa titik-titik genangan parah masih sering terjadi, meskipun berbagai upaya mitigasi sudah dilakukan.

Selain itu, kejadian ini juga memperlihatkan dampak perubahan iklim yang menyebabkan intensitas hujan deras semakin meningkat, sehingga perlu kesiapsiagaan yang lebih matang dari pemerintah dan masyarakat. Pelibatan teknologi pemantauan banjir dan sistem peringatan dini harus semakin ditingkatkan agar respons penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Kedepannya, warga Jakarta perlu terus mendapatkan edukasi kesiapsiagaan menghadapi banjir dan menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat. Pemerintah daerah juga harus mempercepat pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir yang efektif untuk mengurangi risiko dampak banjir yang semakin sering terjadi.

Simak terus perkembangan informasi terkini agar selalu waspada dan siap menghadapi potensi banjir di wilayah masing-masing.

Pewarta: Khaerul Izan | Editor: Wuryanti Puspitasari

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad