Pabrik Mitsubishi di RI Siap Produksi Pickup untuk Kopdes, Tak Perlu Impor

Feb 28, 2026 - 17:30
 0  2
Pabrik Mitsubishi di RI Siap Produksi Pickup untuk Kopdes, Tak Perlu Impor

Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu unit pickup dan truk ringan dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, pabrik otomotif di Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan niaga tersebut secara lokal.

Ad
Ad

Pabrik Mitsubishi di Indonesia Siap Produksi Pickup untuk Kopdes

Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyatakan bahwa pabrik Mitsubishi di Indonesia, tepatnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, sanggup menyesuaikan produksinya untuk memenuhi kebutuhan pickup Koperasi Desa Merah Putih jika diminta pemerintah.

"Sebenarnya sekarang pickup Triton kami masih diimpor dari Thailand dan L300 diproduksi di MMKI. Mengenai isu ini, saya percaya Agrinas bersama dengan pemerintah mereka membuat diskusi. Kami siap untuk mengikuti keputusan yang dibuat oleh pemerintah," ujar Kurita saat ditemui di kantor MMKSI, Jakarta.

Kapasitas Produksi Pabrik MMKI Cukup untuk Kebutuhan Kopdes

Kurita menegaskan bahwa pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, baik untuk model L300 maupun produk lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kendala teknis untuk memproduksi pickup dalam jumlah besar di dalam negeri.

"Kami memiliki kapasitas produksi yang cukup, entah untuk L300 atau produk lain. Jika kami menerima instruksi dari pemerintah, kami siap mengikuti instruksi tersebut. Ini tergantung pada jumlah volume yang diminta," jelas Kurita.

Rencana Impor 105 Ribu Unit Pickup dari India

Sebagai informasi, PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun untuk impor 105 ribu unit pickup dari dua produsen asal India, Mahindra dan Tata Motors. Rincian pengadaan tersebut meliputi 35 ribu unit Mahindra Scorpio Pickup dan 70 ribu unit Tata Motors, yang terdiri atas 35 ribu Yodha Pick-Up dan 35 ribu Ultra T.7 Light Truck.

Keputusan impor ini memicu kritik, mengingat kemampuan industri otomotif domestik yang selama ini mampu memproduksi kendaraan niaga dan justru sedang mengalami perlambatan. Produksi lokal diharapkan bisa menjadi solusi untuk mendukung kemandirian industri otomotif nasional serta mengurangi ketergantungan impor.

Masa Depan Produksi Kendaraan Niaga di Indonesia

Dengan kapasitas yang ada, pabrik Mitsubishi di Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam penyediaan kendaraan niaga untuk program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih. Jika pemerintah memberikan instruksi resmi, Mitsubishi siap mengoptimalkan produksi di pabrik lokal.

Ke depannya, keputusan ini menjadi penting untuk mendukung kedaulatan industri otomotif nasional sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Masyarakat dan pelaku industri diharapkan terus mengikuti perkembangan terkait kebijakan produksi dan pengadaan kendaraan niaga untuk koperasi desa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad