Industri Properti Tangerang Raya Melesat, Paramount Land Percepat Ekspansi Komersial
Industri properti di kawasan Tangerang Raya menunjukkan tren positif yang kuat pada tahun 2026. Permintaan yang tinggi, ketersediaan lahan luas, serta harga properti yang lebih kompetitif dibanding Jakarta menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar hunian dan komersial di wilayah ini.
Permintaan Properti Komersial di Tangerang Meningkat Pesat
Menurut survei terbaru Bank Indonesia (BI), permintaan properti komersial di wilayah Banten, khususnya Tangerang, mengalami lonjakan signifikan pada kuartal IV 2025. Indeks permintaan properti komersial kategori sewa di Banten tumbuh 127,48% secara tahunan (YoY), meningkat dari kuartal sebelumnya yang sebesar 125,43% YoY. Sementara indeks permintaan properti komersial kategori jual juga mencatat pertumbuhan sebesar 108,99% YoY.
Permintaan ritel menjadi kontributor utama pertumbuhan ini, dengan indeks permintaan properti ritel sewa di Banten mencapai 129,84% YoY. Meski permintaan meningkat, pasokan properti komersial sewa hanya tumbuh 3,64% YoY, menandakan ketatnya pasar di segmen ini.
Pasar Hunian di Tangerang Mencatat Penjualan Tertinggi di Jabodetabek
Segmen hunian di Tangerang juga mencatat pencapaian luar biasa. Wilayah ini menyumbang lebih dari 56% dari total penjualan rumah tapak di Jabodetabek pada tahun lalu. Data Leads Property Services Indonesia memperlihatkan pasokan rumah di Tangerang mencapai 92.000 unit dengan tingkat penjualan mencapai 94%, rata-rata harga sekitar Rp 3 miliar per unit.
Perbandingan dengan wilayah lain seperti Jakarta yang hanya memiliki pasokan 9.900 unit dengan tingkat penjualan 85%, menunjukkan dominasi Tangerang dalam pasar hunian Jabodetabek. Minat pembeli rumah di wilayah ini didominasi oleh end user, meskipun minat investor menurun akibat imbal hasil yang tertekan.
Martin Samuel Hutapea, Associate Director Leads Property Services Indonesia, menyatakan bahwa insentif PPN DTP, suku bunga rendah, dan tenor KPR yang lebih panjang akan mendorong pembelian rumah tahun ini.
Paramount Land Percepat Pengembangan Kawasan Terpadu Gading Serpong
Paramount Land, sebagai salah satu pengembang utama di Tangerang Raya, mengambil langkah strategis dengan mempercepat ekspansi kawasan komersial Paramount Gading Serpong. Fokus pengembangan tahun ini lebih diarahkan pada produk komersial seiring dengan meningkatnya jumlah penghuni.
M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, mengungkapkan bahwa peluncuran produk baru akan difokuskan pada segmen komersial, sementara produk hunian yang sudah ada akan diteruskan.
Pengembangan Pasadena Central District seluas 40 hektare yang sedang berjalan dirancang sebagai kawasan terpadu dengan konsep 10 Minutes City Living, di mana kebutuhan sehari-hari dapat diakses dalam waktu 10 menit. Kawasan ini dirancang oleh Aedas Architect dari Singapura dan akan dilengkapi dengan anchor tenant skala besar di Jalan Boulevard Raya.
Peluncuran Victoria District dan Identitas Baru Paramount Gading Serpong
Tahun 2026 juga menjadi momentum peluncuran distrik baru bernama Victoria District seluas 10 hektare yang akan difokuskan pada produk komersial. Langkah ini memperkuat posisi Paramount Gading Serpong sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Tangerang Raya dengan populasi hampir 120.000 jiwa di luar komuter.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyampaikan bahwa sejak Desember 2025, Paramount Gading Serpong telah mengusung identitas, logo, dan tagline baru sebagai simbol kedewasaan kawasan yang terus berkembang dan berkomitmen membangun kota mandiri yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan.
Lokasi strategis di koridor barat Jakarta, di antara Alam Sutera, BSD City, dan Karawaci, menjadikan kawasan ini sangat potensial untuk hunian maupun investasi, didukung oleh lalu lintas boulevard utama yang mencapai 15.000 kendaraan per jam dan tingkat okupansi bisnis yang tinggi.
Dengan berbagai faktor positif tersebut, industri properti di Tangerang Raya diperkirakan akan terus tumbuh dan menarik minat pembeli serta investor di tahun-tahun mendatang. Para pengembang diharapkan dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar untuk menjaga momentum ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0