Ramadan Bukan Hanya Diet, Tapi Momen Penting Self-Mastery Duniawi

Feb 28, 2026 - 16:07
 0  6
Ramadan Bukan Hanya Diet, Tapi Momen Penting Self-Mastery Duniawi

Ramadan sering kali dipahami hanya sebagai waktu untuk menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga. Namun, menurut Tausiyah Ramadan yang digelar oleh Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ramadan memiliki makna yang jauh lebih dalam, yakni sebagai momen self-mastery atau penguasaan diri terhadap duniawi.

Ad
Ad

Makna Ramadan Lebih dari Sekadar Diet

Dalam tausiyah tersebut, pembicara mengajak peserta untuk tidak hanya fokus pada aspek fisik seperti menahan lapar dan haus, melainkan juga mengendalikan nafsu dan keinginan duniawi yang sering kali mengganggu ketenangan jiwa. Salah satu kalimat yang disampaikan untuk mengilustrasikan pentingnya pengendalian pikiran adalah, "Coba jangan bayangkan gajah naik sepeda," yang spontan memancing senyum peserta.

Ungkapan tersebut menggambarkan bagaimana pikiran kita sering kali tidak bisa dikendalikan jika tidak dilatih dengan baik. Ramadan menjadi waktu tepat untuk melatih kemampuan tersebut melalui ibadah puasa dan berbagai amalan spiritual lainnya.

Ramadan sebagai Waktu Pembelajaran Self-Mastery

Self-mastery berarti kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya sendiri, terutama dalam menghadapi godaan duniawi. Puasa Ramadan tidak hanya mengajarkan menahan lapar, tetapi juga menahan emosi, nafsu, dan perilaku negatif lainnya.

Menurut Direktur Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Umsida, Ramadan adalah kesempatan emas bagi setiap individu untuk meningkatkan kualitas diri secara menyeluruh, tidak hanya fisik tapi juga mental dan spiritual.

Implementasi Self-Mastery dalam Kehidupan Sehari-hari

Dengan penguasaan diri yang baik, seseorang dapat mengelola dirinya agar tetap fokus pada tujuan hidup yang lebih tinggi. Pengendalian diri ini akan membawa dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

Selain itu, kemampuan self-mastery yang diperoleh selama Ramadan dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Ramadan memang bukan hanya tentang diet atau menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang penguasaan diri yang mendalam. Melalui tausiyah yang digelar Umsida, umat Muslim diajak untuk memaknai Ramadan sebagai momen pembelajaran diri yang membawa perubahan positif dalam hidup.

Mari ambil kesempatan Ramadan ini untuk mengasah self-mastery agar menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu menghadapi dunia dengan bijak. Terus ikuti berbagai tausiyah dan program keagamaan untuk mendukung perjalanan spiritual Anda selama Ramadan dan seterusnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad