Pabrik Mitsubishi di RI Siap Produksi Pickup untuk Kopdes, Tanpa Impor

Mar 1, 2026 - 04:10
 0  3
Pabrik Mitsubishi di RI Siap Produksi Pickup untuk Kopdes, Tanpa Impor

Pabrik Mitsubishi di Indonesia menunjukkan kemampuan untuk memproduksi pickup bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sehingga tidak perlu melakukan impor kendaraan niaga dari India. Hal ini disampaikan langsung oleh Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Ad
Ad

Potensi Produksi Pickup Lokal di Pabrik Mitsubishi Cikarang

Pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, saat ini sudah memproduksi model L300, sebuah pickup legendaris di Indonesia. Kurita menegaskan bahwa pabrik tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk menyesuaikan produksi guna memenuhi kebutuhan pickup untuk koperasi desa.

"Jika kami menerima instruksi dari pemerintah, kami siap mengikuti instruksi tersebut, tergantung volumenya," kata Kurita saat ditemui di kantor MMKSI di Pulomas, Jakarta.

Kontroversi Impor Pickup dari India

Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu unit pickup dan truk ringan dari India menuai kritik. Kendaraan yang akan digunakan untuk Koperasi Desa Merah Putih ini berasal dari dua merek India, yakni Mahindra dan Tata Motors. Kontrak pengadaan kendaraan niaga ini bernilai Rp 24,66 triliun.

  • 35 ribu unit Scorpio Pick Up dari Mahindra
  • 35 ribu unit Yodha Pick-Up dari Tata Motors
  • 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck dari Tata Motors

Padahal, industri otomotif lokal memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terutama dengan pabrik Mitsubishi yang sudah mapan.

Kesiapan Mitsubishi untuk Mendukung Pemerintah

Mitsubishi saat ini masih mengimpor model Triton dari Thailand, sementara L300 diproduksi di dalam negeri. Kurita menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung pemerintah jika diminta untuk menyuplai pickup bagi Koperasi Desa Merah Putih.

"Kami percaya Agrinas dan pemerintah telah berdiskusi secara matang. Kami siap mengikuti keputusan pemerintah," ujar Kurita.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kemampuan pabrik Mitsubishi di Indonesia untuk memproduksi pickup seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pengadaan kendaraan untuk program nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih. Impor kendaraan dalam jumlah besar dari India bukan hanya mengabaikan potensi industri otomotif lokal, tetapi juga berpotensi melemahkan sektor manufaktur yang sedang berusaha bangkit.

Lebih jauh, keputusan impor ini bisa menjadi preseden yang kurang baik bagi kemandirian industri otomotif nasional. Jika pemerintah dan pelaku usaha lebih mengedepankan produksi lokal, maka lapangan kerja dan transfer teknologi di dalam negeri akan meningkat. Hal ini tentu sangat penting untuk menjaga daya saing industri otomotif Indonesia di masa depan.

Ke depan, publik dan pemangku kepentingan perlu mengawasi dan mendorong agar kebijakan pengadaan kendaraan niaga mempertimbangkan value chain lokal dan keberlanjutan industri dalam negeri. Mitsubishi dan pabrikan lain sebenarnya siap mengambil peran tersebut jika diberikan kesempatan dan instruksi resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad