Tebing Longsor 100 Meter di Jepara Tutup Akses Jalan Desa Tempur
Tebing setinggi 100 meter di Desa Damarwulang, Kecamatan Keling, Jepara, Jawa Tengah longsor pada Selasa malam, 10 Maret 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Longsoran tanah dan batu besar ini menutup total akses jalan utama yang menghubungkan Desa Damarwulan dengan Desa Tempur, sehingga warga Desa Tempur kini terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.
Longsor Besar Tutup Jalan Utama Desa Tempur
Kepala Desa Tempur, Maryono, menjelaskan bahwa material longsor berupa tanah dan bebatuan berukuran besar memenuhi badan jalan selebar sekitar empat meter, membuat kendaraan tidak dapat melewati area tersebut. Selain menutup akses jalan, longsor juga merusak badan jalan yang sebelumnya sudah sempit.
"Untuk membersihkan material longsor ini, kami membutuhkan alat berat, terutama excavator breaker kelas 1 ton, sebab banyak batu besar yang harus dipecah," ujar Maryono. Ia juga menambahkan bahwa penanganan harus dilakukan dengan hati-hati karena beberapa batu masih menggantung di tebing yang rawan longsor susulan.
Warga Terpaksa Lewat Jalur Alternatif Lebih Panjang
Akibat longsor ini, warga Desa Tempur yang hendak beraktivitas harus mengambil jalur alternatif melalui Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Rute ini jelas jauh lebih panjang dan merepotkan karena melewati wilayah kabupaten lain.
- Jalur utama Damarwulan-Tempur tertutup total
- Jalur alternatif melalui Desa Medani, Cluwak, Pati
- Perlu alat berat untuk membersihkan material longsor
- Jalan rusak selebar 4 meter akibat longsor
- Jaringan listrik PLN terputus akibat tiang listrik terdampak
Maryono juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap jaringan listrik yang terputus karena satu tiang listrik PLN ikut terdampak longsor. Ia berharap penanganan segera dilakukan agar akses vital tersebut kembali pulih.
Respons dan Penanganan BPBD Kabupaten Jepara
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat untuk menangani longsor tersebut. Namun, proses pembersihan harus dilakukan secara hati-hati mengingat potensi longsor susulan dari batu-batu besar yang masih menggantung di tebing.
"Kami mengerahkan excavator breaker besar untuk mengatasi batu-batu besar ini. Mudah-mudahan akses jalan dapat segera dibuka kembali sehingga warga tidak lagi harus menggunakan jalur alternatif," tutur Arwin.
Riwayat Longsor dan Dampak Jangka Panjang
Desa Tempur sebelumnya sempat mengalami isolasi cukup lama pada awal Januari 2026, ketika akses jalan utama rusak berat akibat longsor dan erosi sungai. Kini, bencana serupa kembali terjadi hanya dalam waktu beberapa bulan, menimbulkan kekhawatiran berkelanjutan bagi warga dan pemerintah setempat.
Longsor yang sering terjadi di kawasan ini menunjukkan bahwa penanganan mitigasi bencana dan stabilisasi tebing perlu mendapat perhatian serius. Infrastruktur dan akses transportasi yang vital sangat rentan terhadap bencana alam, yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, longsor tebing setinggi 100 meter di Jepara ini bukan hanya masalah akses jalan tertutup semata, tetapi juga sinyal penting akan kebutuhan penanganan risiko bencana lebih terintegrasi. Isolasi berkepanjangan akibat longsor berulang dapat menghambat mobilitas warga, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Pemerintah daerah perlu mempercepat pembangunan sistem peringatan dini dan stabilisasi tebing yang lebih permanen. Selain itu, masyarakat juga harus dilibatkan dalam mitigasi risiko, termasuk edukasi tentang jalur evakuasi dan kesiapsiagaan bencana. Bila tidak, dampak bencana ini berpotensi melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga dan menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar.
Ke depan, redaksi menyarankan agar update penanganan longsor dan progres pembukaan akses jalan dipantau secara intensif. Perhatian khusus harus diberikan pada faktor lingkungan dan perubahan iklim yang dapat memperparah kerentanan kawasan ini terhadap longsor susulan.
Dengan kesigapan bersama, diharapkan warga Desa Tempur dapat kembali beraktivitas normal tanpa hambatan akses jalan dalam waktu dekat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0