Harga CPO KPBN Inacom Turun Jadi Rp 15.325/kg, Perdagangan di Bursa Malaysia Melemah
Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengalami penurunan pada Selasa, 14 April 2026. Harga CPO ditetapkan sebesar Rp 15.325 per kilogram, turun Rp 310/kg atau sekitar 1,98% dibandingkan dengan harga pada Senin, 13 April 2026 yang tercatat Rp 15.635/kg.
Menurut data yang diperoleh InfoSAWIT langsung dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dipatok Rp 15.325/kg sementara harga CPO FOB Talang Duku berada di posisi Rp 15.125/kg.
Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Turun
Penurunan harga CPO di tingkat lokal sejalan dengan melemahnya perdagangan minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada sesi Selasa. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni dilaporkan turun sebanyak RM 81 per ton atau 1,78% menjadi RM 4.474 per metrik ton pada jeda perdagangan siang.
Tekanan ini disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah dunia serta melemahnya harga minyak nabati pesaing di pasar global. Harga minyak mentah Brent tercatat turun 0,99% ke level US$ 98,38 per barel, yang membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. Hal ini turut menekan permintaan minyak sawit secara global.
Pengaruh Harga Minyak Nabati dan Pasar Global
Selain itu, harga minyak kedelai yang merupakan pesaing utama minyak sawit juga mengalami penurunan di bursa-bursa internasional. Di antaranya:
- Harga kontrak minyak kedelai di Dalian turun 0,73%
- Harga kontrak minyak sawit di bursa Dalian melemah 1,62%
- Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,78%
Situasi ini turut berpengaruh pada sentimen pasar minyak sawit di Indonesia dan negara eksportir lain.
Penurunan Impor Minyak Sawit India
Sementara itu, permintaan dari India sebagai salah satu importir utama minyak sawit juga melemah. Data terbaru menunjukkan impor minyak sawit India pada bulan Maret turun hampir 19% dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak tropis secara global, yang membuat pelaku industri di India menahan pembelian.
Harga Tender KPBN Selasa (14/4/2026)
- CPO Franco Dumai: Rp 15.325/kg (Excld PPN)
- CPO FOB Talang Duku: Rp 15.125/kg (Excld PPN)
Penurunan harga CPO di tingkat KPBN dan Bursa Malaysia mencerminkan dinamika yang sedang berlangsung di pasar global yang masih sensitif terhadap fluktuasi harga minyak mentah dan minyak nabati lainnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penurunan harga CPO saat ini bukan hanya dampak dari faktor musiman, melainkan juga mencerminkan tekanan yang lebih luas dari pasar minyak global yang sedang mengalami volatilitas tinggi. Penurunan harga minyak mentah Brent dan melemahnya harga minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai membuat minyak sawit kurang diminati sebagai bahan baku biodiesel, yang selama ini menjadi penyokong utama permintaan CPO.
Selain itu, penurunan impor India yang signifikan memperlihatkan bahwa konsumsi minyak sawit global sedang terkoreksi. Jika tren ini berlanjut, produsen minyak sawit Indonesia perlu waspada terhadap potensi penurunan pendapatan dan tekanan stok yang meningkat. Hal ini juga mengingatkan pelaku industri pentingnya diversifikasi pasar dan inovasi produk untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.
Ke depan, pergerakan harga CPO akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak mentah global, kebijakan pemerintah terkait biodiesel, serta dinamika permintaan dari negara-negara importir utama. Investor dan pelaku industri harus terus memantau perkembangan pasar dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga CPO agar dapat mengambil keputusan strategis yang tepat.
Untuk informasi terkini seputar harga TBS, CPO, dan industri kelapa sawit, pembaca disarankan bergabung dengan grup Telegram dan WhatsApp resmi InfoSAWIT yang menyediakan update harian dan analisis mendalam.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0