Waspada Banjir Pesisir 12-27 Maret 2026: Daftar Wilayah Berisiko Rob Lengkap

Mar 11, 2026 - 18:50
 0  2
Waspada Banjir Pesisir 12-27 Maret 2026: Daftar Wilayah Berisiko Rob Lengkap

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir (rob) yang berpeluang terjadi di berbagai wilayah pesisir Indonesia pada periode 12 hingga 27 Maret 2026. Peringatan ini dikeluarkan seiring dengan fenomena astronomi yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum, seperti Fase Bulan Baru pada 19 Maret dan Perigee pada 22 Maret 2026.

Ad
Ad

Fenomena Bulan Baru dan Perigee Picu Kenaikan Air Laut

Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @infobmkg, kedua fenomena ini dapat memicu pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya. Fase Bulan Baru menyebabkan gaya tarik gravitasi bulan dan matahari berada pada satu garis lurus, sehingga memengaruhi pasang surut laut secara signifikan. Sedangkan Perigee adalah titik terdekat bulan dengan bumi yang juga memperkuat efek pasang surut.

Akumulasi dari kedua fenomena ini berpotensi menyebabkan banjir pesisir di sejumlah wilayah pesisir Indonesia dengan dampak yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Daftar Wilayah Berpotensi Terkena Banjir Pesisir

BMKG telah merinci tanggal dan lokasi wilayah yang harus mewaspadai potensi banjir rob selama Maret 2026. Berikut rincian lengkapnya:

  1. Pesisir Sumatera Utara (18-23 Maret): Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan
  2. Pesisir Sumatera Barat (18-21 Maret): Kota Padang, Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat, Kep. Mentawai (Pulau Pagai, Siberut, Sipora)
  3. Pesisir Jambi (23-26 Maret): Kab. Tanjung Jabung Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur
  4. Pesisir Lampung (21-25 Maret): Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, timur dan barat Lampung
  5. Pesisir Banten: 24 Maret (Tangerang utara), 21-25 Maret (Pandeglang barat), 20-26 Maret (Pandeglang selatan, Lebak selatan)
  6. Pesisir Jawa Tengah: 14-16 & 25-27 Maret (Brebes, Kota Tegal, Kab. Tegal, Pemalang), 12-17 & 25-27 Maret (Kota Semarang, Kab. Demak, Kota Pekalongan, Kab. Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Kendal, Kab. Jepara)
  7. Pesisir Jawa Timur: 12-22 Maret (barat Surabaya - Tuban, Lamongan, Gresik), 20-24 Maret (Banyuwangi)
  8. Pesisir Bali (19-25 Maret): Seluruh pesisir selatan Bali (Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, Jembrana)
  9. Pesisir Nusa Tenggara Barat (16-27 Maret): Lombok, Bima
  10. Pesisir Nusa Tenggara Timur (17-24 Maret): Utara dan selatan Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Sabu-Raijua, Pulau Timor-Rote
  11. Pesisir Kalimantan Utara (19-24 Maret): Tarakan
  12. Pesisir Kalimantan Selatan: 12-15 & 24-27 Maret (Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, Tanah Laut), 20-25 Maret (Kotabaru, Tanah Bumbu)
  13. Pesisir Sulawesi Utara: 19-23 Maret (Minahasa Selatan, Utara, Tenggara), 19-22 Maret (Manado Tua, Manado), 22-23 Maret (Bitung, Kema)
  14. Pesisir Maluku: 19-27 Maret (Ambon), 15-26 Maret (Maluku Tengah), 18-26 Maret (Seram bagian timur), 18-27 Maret (Kepulauan Kai), 17-27 Maret (Kepulauan Aru), 16-26 Maret (Kepulauan Tanimbar)

Dampak dan Imbauan BMKG

Banjir pesisir umumnya berdampak pada aktivitas masyarakat terutama yang tinggal dan bekerja di kawasan pesisir, seperti:

  • Gangguan aktivitas bongkar muat di pelabuhan
  • Kerusakan dan gangguan di pemukiman pesisir
  • Dampak pada tambak garam dan perikanan darat

BMKG mengimbau masyarakat khususnya yang berada di wilayah terdampak untuk selalu waspada dan siaga. Penting untuk rutin memperbarui informasi cuaca maritim dan prediksi pasang surut air laut agar dapat mengambil langkah antisipasi dini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan banjir pesisir ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat pesisir menghadapi fenomena alam yang berulang setiap tahun. Kenaikan air laut maksimum akibat fase bulan dan perigee bukan hanya risiko sesaat, tetapi juga sinyal untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayah rawan.

Selain dampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari, banjir rob berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur pesisir yang sudah rentan akibat perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut jangka panjang. Pemerintah daerah perlu memprioritaskan pembangunan sistem peringatan dini dan adaptasi lingkungan pesisir yang lebih efektif.

Ke depan, masyarakat diharapkan semakin paham dan responsif terhadap informasi meteorologi serta mengintegrasikan langkah mitigasi dengan pola hidup berkelanjutan di kawasan pesisir. Pemantauan BMKG dan edukasi publik akan menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko sosial dan ekonomi dari banjir rob.

Simak terus perkembangan informasi dari BMKG dan tetap waspada agar keselamatan dan aktivitas masyarakat pesisir tetap terjaga selama periode kritis ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad