133 KK Terdampak Banjir Gayo Lues Mulai Menempati Huntara BNPB

Mar 12, 2026 - 06:50
 0  5
133 KK Terdampak Banjir Gayo Lues Mulai Menempati Huntara BNPB

Gayo Lues: Sebanyak 133 kepala keluarga (KK) di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kini resmi menempati hunian sementara atau huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hunian ini disiapkan sebagai respons terhadap bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Ad
Ad

Penyerahan huntara berlangsung bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, BNPB juga menyerahkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan non-pangan yang mencukupi untuk kebutuhan warga selama 10 hari pertama menempati huntara.

“Keluarga yang menempati huntara akan diberikan bantuan oleh BNPB berupa perlengkapan dan makanan selama 10 hari sejak mereka masuk ke huntara,” ujar Suharyanto saat bertemu dengan warga Desa Rigeb.

Fasilitas Hunian Sementara dan Tujuan Pemindahan

Huntara yang dibangun BNPB di Desa Rigeb berbentuk blok hunian komunal yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan bagi korban banjir. Setiap unit telah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti pasokan air bersih, listrik, kamar mandi, dan toilet pribadi. Konsep hunian komunal dipilih oleh BNPB karena keterbatasan lahan di daerah terdampak, namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan.

Menurut Suharyanto, pemindahan warga dari tenda pengungsian ke huntara ini menjadi langkah penting agar keluarga korban banjir dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

“Semoga warga bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga di tempat yang lebih layak dan nyaman,” tambah Suharyanto.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Rehabilitasi

Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat melalui BNPB atas bantuan dan dukungan dalam penanganan pascabanjir di wilayahnya. Ia berharap dukungan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Mari kita manfaatkan huntara ini sebaik mungkin dan kita rawat bersama agar bisa menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi warga,” pesan Suhaidi.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan keberlangsungan penanganan bencana dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB juga mengajak warga huntara untuk berbuka puasa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Selain itu, secara simbolis Suharyanto menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu serta bantuan sembako kepada warga sebagai tambahan dukungan sosial untuk memperingan beban mereka.

  • 133 KK terdampak banjir mulai menempati huntara BNPB di Desa Rigeb.
  • Bantuan bahan pokok dan kebutuhan non-pangan diberikan untuk 10 hari pertama.
  • Huntara berbentuk blok komunal dengan fasilitas air, listrik, kamar mandi, dan toilet.
  • BNPB mengupayakan hunian layak jelang Idulfitri 1447 H bagi korban banjir.
  • Dukungan pemerintah daerah dan pusat terus diharapkan untuk percepatan rehabilitasi.
  • Kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim mempererat ikatan sosial warga dan pemerintah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pemindahan 133 KK warga Desa Rigeb ke huntara yang dibangun BNPB menandai fase penting dalam penanganan pascabanjir di Gayo Lues. Selain memberikan hunian sementara yang layak, langkah ini juga merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan keberlanjutan bantuan dan percepatan rehabilitasi hingga warga dapat kembali menempati rumah permanen mereka. Huntara sebagai solusi sementara harus diikuti dengan perencanaan jangka panjang agar tidak menjadi tempat tinggal permanen yang kurang memadai.

Perhatian khusus juga diperlukan untuk aspek psikososial warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak trauma akibat bencana. Keterlibatan aktif pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga fasilitas huntara dan mengupayakan pemulihan secara menyeluruh sangat krusial.

Ke depan, pembaca disarankan untuk mengikuti perkembangan proses rehabilitasi di Gayo Lues dan langkah-langkah BNPB serta pemerintah daerah dalam mendukung kehidupan masyarakat pascabanjir. Langkah strategis ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan penanganan bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan warga Gayo Lues dapat segera pulih dan kembali beraktivitas secara normal di hunian permanen yang aman dan nyaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad